seperti tokoh-tokoh hero dalam fiksi lain semacam harry potter, spiderman dan superman, tokoh dalam novel yang ditulis junaedi setiyono ini juga memiliki keadaan yang mirip.
berasal dari keluarga tak harmonis. diasuh oleh bukan orang tua kandung dan sejak kecil mengalami penderitaan hebat.
terlahir dalam trah kesuma rembesing madu glonggong tak pernah mengenal wajah bapaknya yang tak pernah pulang. dua saudaranya dikirim ke daerah lain untuk diasuh pamannya. dalam ketakjelasan penantian, ibunya menerima paksaan menikah dengan raden mas suwanda.
sebagai bentuk penolakannya, ia menjadikan kamarnya sebagai kuburan. ia lebih suka berada di dalamnya sepanjang waktu sambil nembang macapat.
suwanda yang doyan kawin lalu mengusirnya setelah mendapatkan lagi perempuan yang lebih segar. kehidupan ibu dan anak itu makin terlunta. ibunya, lebih pendiam seperti arca rara jonggrang, cantik tapi batu.
salah satu pemenang sayembara novel 2006 dewan kesenian jakarta ini mengisahkan biografi seorang pengikut pangeran diponregoro yang tak pernah tertulis dalam pelajaran sejarah.
berseting perang jawa 1825-1830 (perang diponegoro) novel yang diterbitkan serambi ini mengulas intrik politik dan perilaku kaum bangsawan keraton dalam melawan belanda.
tragis, orang-orang dekat yang selama ini dianggapnya baik-baik, ternyata ular semua. hingga glonggong tak percaya pada siapapun, termasuk kiai ngali yang pernah menjadi guru ngajinya.
sejak jaman purba, harta, tahta dan wanita telah terbukti punya daya kuat membinatangkan manusia. namun glonggong bisa melewati “ujian” semua itu. ia sangat sadar meniti jalan kebenaran itu memang sunyi dan pedih.
di sela waktu tugasnya sebagai pengawal barang, ia juga berusaha mencari saudara kandungnya. tak diduga, kakak perempuannya ternyata pelacur.
alur cerita yang menawan, narasi yang menyentuh sanggup memaksa aku membacanya dalam sekali waktu, tanpa sela. hanya disambi makan indomie. karena novel ini hanya 293 halaman.



wah..apik tenan ketok-e…nyilih!!
Comment by pitik — July 30, 2007 @ 6:17 am
glonggong….? kayak sapi mau di sembelih aja…di glonggong biar berat badannya naik
Comment by evi — July 30, 2007 @ 8:10 am
ayo kang… lestarikan superhero indonesia.. ckckck
Comment by mata — July 30, 2007 @ 9:38 am
nuwun ulasannya, kang… wajib punya, ki..!
Comment by anakperi — July 30, 2007 @ 11:38 am
sayang disini susah nyari cerita hero2 indonesia
Comment by kenny — July 30, 2007 @ 3:38 pm
halah pitik ki isone nyilih tok!! (aku nyilih pisan.. mas..)
Comment by de — July 31, 2007 @ 12:25 am