sore itu kang mas bangsari lagi sibuk di kantor. mondar-mandir mengawasi anak buahnya yang dikejar waktu tenggat.
nah dari pada hanya mondar-mandir mandori, aku minta dia mendongeng saja. secara dia alumnus pesantren, meluncurlah kisah klasik dari kitab kuning. (aku sampai lupa menanyakan, apakah di pesantren punya kitab warna lain sebanyak warna pelangi?)
saat itu ia akan mendongengiku kisah pelacur yang masuk syurga. kalian semua sudah tahu kan? benar, pelacur yang memberi minum anjing yang kehausan. makanya aku menolak.
ia langsung menawarkan tema yang kebalikannya: kiai yang masuk neraka. sepakat! kali ini aku belum pernah mendengar.
di sebuah pesantren entah, pemimpinnya sang kiai terkenal pintar, alim dan sakti. santrinya ribuan. terdiri dari banyak level/kelas. semua bersetuju, di tempat inilah kelak lahir manusia-manusia utama.
ketenarannya tak hanya di pelosok daerah dan kota. bahkan sampai ke negeri iblis. siang itu seseorang datang menghadap pak kiai. sosok ini bukan ingin berguru namun berniat sharing info. tentu saja pak kiai menyambut hangat.
keduanya lalu berangkat ke masjid dan mereka berbincang. dari situlah pak kiai paham, tamunya ini bukan orang sembarangan. sholat dan wiridnya tidak berhenti berhari hari. pak kiai takjub.
ia lalu menanyakan bagaimana caranya agar punya kemampuan beribadah terus menerus seperti itu, hidup hanya untuk Tuhan?
tamunya memberikan beberapa tips.
oh ya, ndoro menteri yang berkisah via ym sempat tersendat. sebabnya keyboardnya angel tenan, atos katanya. (komputer pabrik percetakan uang kok elek pol?). ternyata ia meminjam kepunyaan opisboi.
tips-tipsnya aneh dan tak terduga sama sekali. tamu itu mengatakan, untuk bisa memiliki motivasi kuat dalam beribadah, perlu pemicu. ia lalu menceritakan perjalanan hidupnya yang telah melakukan dosa besar secara total. sebelum akhirnya bertobat seperti sekarang ini.
dosa besar yang dimaksudnya adalah membunuh, berzina dan mabuk. tentu saja sang kiai menolak. (si tamu cerdik itu lalu membuat analogi pemrosesan air pam. keruh adalah proses menuju jerniih.)
sang kiai bisa menerima alasan yang memang masuk akal itu. malam itulah pertama kalinya sang kiai mabuk, limbung tak bisa menguasai diri. melihat perempuan penjual minuman yang berkulit kuning semampai ia horny. dan terjadilah apa yang seharusnya terjadi.
sadar dirinya telah meniduri perempuan bukan muhrimnya, ia malu. dan ia menginginkan perbuatannya tak diketahui orang banyak. ide jahat muncul. ia membunuh perempuan kencannya semalam.
sayang, kesalahan yang ia simpan itu tercium juga. masyarakat beramai-ramai menangkap kiai cabul itu. dan sesuai hukum di negerinya ia dirajam.
saat itulah tamunya mendatangi. dan ternyata dia adalah sesosok iblis yang menyamar.
cerita belum selesai sebenarnya, keburu tukang ceritanya keluar mencari makan malam. dia menyarankan untuk memposting. aku menolak, namun aku pikir tak ada salahnya juga. toh ide menulis tema lain masih belum keluar meskipun otakku telah terangsang.


