tubuh laki-laki itu tinggi tegap, kaki-kaki panjang menyangga tubuhnya. langkahnya segaris, seperti model di atas catwalk. memakai celana pendek panjang, dan tshirt gombrong menutupi tulang-tulangnya yang bertonjolan.
dari seberang jalan aku harus membelalakkan mata untuk meyakinkanku bahwa aku tak mengenal laki-laki bersandal jepit itu.
mungkin dia memang model yang mengidap bulimia atau anoreksia sampai tubuhnya setipis itu (tinggi 172 cm, berat 42 kg). seperti yang sering aku baca di majalah-majalah terkenal itu.
atau dia memang dia punya selera makan khusus, seperti burung? hanya mau makan jenis makanan tertentu seperti sandwich atau tempe penyet saja? aku malah menduga jangan-jangan dia terobsesi dengan krokot, makanan favorit jangkrik yang sempat ngetop pada jaman romusha.
makin mendekat, bajilak, ternyata endik. orang yang sudah sangat sering aku mengobrol dengan beliaunya. sinar lampu jalan merabunkan rekaman otakku tentangnya. terlalu tinggi berarti aku mengiranya model.
malam itu dia datang ke bundaran hi gasik kedua setelahku. seperti biasa, ia lalu menyulut gudang garam coklat sambil ngopleh ( bercerita) kegiatan hariannya. dari nada suara aku menduga dia kecapekan. dan benar, ia merasa tubuhnya tidak fit, meriang, greges-greges.
kuberikan tips kepadanya untuk makan dengan porsi lebih banyak kalau perlu dua kali. sebagai anak kost, sakit itu pedih, terlantar tak ada yang ngurus. lalu istirahat tidur besoknya sembuh. kalau memang belum ya terpaksa harus ke dokter.
"ga perlu", jawabnya pelan.
"aku cukup perlu congyang dua gelas kok. badan terasa hangat dan langsung sembuh.
aku terpana.
dia lalu menceritakan kebiasaanya itu sejak di kampungnya semarang. suaranya pelan, setengah berbisik. (aku membayangkan akan seperti apa andai dia karaoke menyanyikan lagunya linkin park: somewhere were belong atau pepercut?)
"suaramu mirip sophia latjuba saat menyanyi", kataku. mendengar itu dia langsung cingak. matanya berbinar, lalu berdiri. tampaknya ia sangat terobsesi dengan makhluk berbibir dua itu. bahkan sampai ke bawa mimpi. malahan dia sempat membuat perbandingan jumlah perempuan dan laki-laki dewasa.
apakah kau khawatir tak kan mendapatkan jatah nda? tentu saja tidak, karena ia sangat menjunjung tinggi ajaran seniornya di kampus : mendua itu tidak baik.. lebih baik mentiga!
tak heran andai ia selalu punya energi melimpah untuk urusan satu ini.
rencana serapi jali apa pun, seberapa pun lama dipersiapkan akan batal begitu saja, demi seorang perempuan cantik. ingin tahu seperti apa definisinya perempuan cantik? menurutnya tak ada perempuan cantik itu. yang ada semua perempuan sangat cantik!
pernah suatu hari dia berangkat ke luar kota, belum sampai sepuluh persen perjalanan, jerit telepon memaksa memelankan land rovernya. salah satu fans nya mengajaknya bertemu. tentu saja, tanpa berpikir ada mobil dibelakangnya dia balik arah menemuinya.
sayang rencana kencan mendadak itu tak kesampaian. hanya karena perempuan itu mengajaknya bertemu di mal. tempat yang paling enggan dia injak. entah apa alasannya. (malam nanti kalau sempat akan aku tanyakan kepadanya.)
yang jelas ia lebih menyukai alam yang masih perawan. (perempuan perawan, apalagi). petualangannya tak hanya sampai pada puncak-puncak gunung, namun juga sampai pada lokalisasi kelas sosial elit. (bukan melacur loh!)
sambil tentu saja membawa senjata andalan yang dipersiapkan. kamera ricoh konvensional yang dibelinya di manggarai. dia mendokumentasikan setiap perjalanannya. sayang sampai sekarang hasil perburuan mengenai objek-objek indah belum sempat di publikasikan.
malam itu mulutnya tak pernah mengatup bercerita. aku tersadar aku berhadapan dengan seorang pencerita ulung. ia tak pernah kehabisan ide. pikirannya melintas-lintas sangat cepat dan tak terduga, mirip budi darma (penulis orang-orang blomington). agak gelagapan aku mengikutinya.
humor-humornya cerdas. dia juga piawai untuk hal-hal yang serius. bahasan arsitektur adalah salah satu skill nya. endik, sangat menyukai masa lalu. selain pit onthel, ia juga pengagum bangunan tua arsitektur baheula.
ia akan dengan sangat fasih menafsirkan alasan apa di balik bentuk desain sebuahbangunan. namun, semua analisanya itu mengerucut pada satu kesimpulan: tentang perempuan.
tampaknya ia memang tipe laki-laki yang romantis. sangat tahu apa yang perempuan mau. termasuk ketika salah satu fansnya (sesama member bhi) mengajaknya main dakon di dini hari itu.
duduk dengan kaki tertekuk, menghadapi papan dakon berbentuk ikan gurami raksasa, dengan kecik dari kerang laut, ia sanggup memainkannya berjam-jam, sampai lampu taman dipadamkan. entah permainan malam itu akan berakhir dimana.
link: mas bah, ipul, hadik, pito, gita
*foto diambil dari http://www.bahtiar.web.id



wedyan …....... gud marsogud…top markotop…til maritil…
Comment by balibul — July 23, 2007 @ 6:53 am
gambare kok ra ono?
Comment by bangsari — July 23, 2007 @ 7:00 am
Hidup Conyang!
Comment by bangsari — July 23, 2007 @ 7:01 am
Raden mas ndoro endiks !!
Comment by yudhi — July 23, 2007 @ 7:53 am
krokot hahahhahaha, sebenernya masnya ini sebangsa unggas apa serangga sih??
Comment by iway — July 23, 2007 @ 8:03 am
Dia juga seorang dermawan yang telah dengan sukarela mendermakan 15Gb file simpenannya kepadaku…tengyu raden mas Endiks..
Comment by pitik — July 23, 2007 @ 8:36 am
1. kok ga ada fotonya?
2. semarangnya mana?
3. itu serius mas 172cm/42kg…?? ck ck ck ck
4. “tampaknya ia memang tipe laki-laki yang romantis. sangat tahu apa yang perempuan mau.” menarik sekaleeee
Comment by langit — July 23, 2007 @ 9:50 am
waaa dadi kelingan zaman mbiyen mangan pecel krokot, kembang turi karo tuntut hahahaha
Comment by mumu — July 23, 2007 @ 9:53 am
Maz, Maz, kalo liat gimana dengkulmu terlipat pas jongkok, aku inget mumi dari Papua. Untung kulitmu rada terang. Jadi aku ga kecele.
Eh, baru tau kalo arsitektur bsia melambangkan perempuan. Kupikir bangun-bangunan itu ga lebih dari representasi pemujaan phallus yang berlebihan. Harus ngobs ama Maz Endik ni kapan-kapan!
tarik kerah bajunya dan bawa ke remang2
Comment by mPitzky — July 23, 2007 @ 10:11 am
42 kg = 172 cm… gak imbang bgt ya..
Comment by akangaziz — July 23, 2007 @ 10:39 am
sing dijadikan postingan durung nongol
Comment by Luthfi — July 23, 2007 @ 1:41 pm
weh..den bagus endik pake batik…berat segitu untung gak buat rebutan si gonggong
Comment by kenny — July 23, 2007 @ 4:46 pm
boleh yah saya belajar cara menuangkan pikiran ke ketikan
o iyah, linknya udah saya tambahin ko di blog saya. makasih…
Comment by zdamha — July 23, 2007 @ 6:22 pm
romantis: roman manis hati…iblissss (piiiisss)
doyan perempuan? gak salah mas? yg bener kan doyan bencong hehehe
Comment by de — July 23, 2007 @ 11:06 pm
dialoge kowe karo aku kok malah kesane dadi koyo dialog wong homo yo we..??
Comment by sangar pol anti narsis — July 24, 2007 @ 3:51 am
wahh bingung arep komen opo…
Comment by mei — July 24, 2007 @ 3:58 am
to endiks : gimana tipsnya supaya kurus seperti dirimu ?
buat yg nulis : nice post
Comment by pinkina — July 24, 2007 @ 7:28 am
gyakakakakakakaakkaka
Comment by zam — July 24, 2007 @ 10:59 am
HAAA??
Mas endik beratnya cuma 42?? Masih beratan aku doonkk…padahal aku wae termasuk kurus(an) lho..
hehe…
Comment by Fany — July 24, 2007 @ 3:52 pm
nggg..nggak mudeng aku..maapken aku, endik iku sopo?
hehe..hehe.. trims udah ke blogku, aku link juga yachh..
Comment by teruNe — July 25, 2007 @ 5:07 am
Mas Endik kan calon gubernur DKI
senggol lengan teruNe
Comment by achi — July 25, 2007 @ 8:33 am
olla kang rambo sangar! sosok yg sederhana namun mesum huahahaha…
Comment by bekas serdadu heiho — July 25, 2007 @ 9:06 am
sangar koq yo mbentol 2 awak e.. wes gerang daplok yo kringet bunteten .. dini hari jaluk tulong golek wedak.. herosin atawa obat gatel hwahahauauauuakakakakkakakk
Comment by jek kringet buntet tah? — July 25, 2007 @ 10:19 am
beeeehhh… sopo kiwi??pak lurahh ngendi kuwi?kok lurah senyume mesuum biangeeet
Comment by bebek — July 26, 2007 @ 4:49 am
hwakakakaka…wiiiissss…gak sanggup komen
udah ngakak duluan baca komen tmn2 yg lain, huahahahaha….
Comment by venus — July 26, 2007 @ 6:28 am
denmas rambo kuwi tangane cekelan apa, ta?
Comment by anakperi — July 30, 2007 @ 11:49 am
nyubo komen, setelah kemaren ga mlebu2 ….
Comment by bahtiar — July 31, 2007 @ 5:52 am
wih mlebu !
tapi lali kemaren seng taktulis opo
Comment by bahtiar — July 31, 2007 @ 5:53 am
Wuahahaha…ceritone marai ngakak, dari sophia latjuba yang berbibir dua??? sampe congyang….wis jian kemplu tenan…ning assseeekkkk…...........kon melu fitnes wae mase sing setipis kertas kuwi…hahaha
Comment by Tukang Nggunem Solo — November 6, 2007 @ 10:55 am