no 5 obsesi penari pada bule italy
dini hari itu, air mancur bundaran hi telah sepi. anak-anak jalanan tak berkeliaran lagi. menepi ke samping tempat duduk kami, pas di depan papan nama grand hyatt warna perak metalik.
perempuan itu baru saja mulai menghamparkan konsep sekolah "murah" yang ia punyai.
aku menduga diantara kami yang paling takzim mencerap adalah hadik dan lutpi.
"sekolah model play grup ini tak hanya memberi pelajaran biasa, namun lebih menekankan pada character building. anak yang telah kuat dasar karakternya akan mudah difokuskan kemana saja. kelak selain berprestasi akademik, anak-anak itu bisa menuangkan bakat tersembunyinya, tambahnya fasih.
gita, yang malam itu mengenakan kaos putih tak tampak sedikitpun rasa lelah. meskipun hari itu ia baru saja datang dari semarang. saat ini ia bela-belain wira – wiri jakarta semarang hanya ingin bercengkerama di bundaran hi. dan tentu saja tak lupa menjinjing sekeranjang wingko babat asli.
menurutnya komunitas bunderah hi sangat unik. kekeluargaanya sangat akrab meskipun celaan selalu menyertai. perempuan taurus ini mengaku sangat beruntung menemukan komunitas yang orang-oranngya berpemikiran luar biasa. "disini setiap orang menjadi dirinya sendiri. dan sangat membumi"
ia segera tertarik dan terseret masuk kedalamnya. di tempat yang menjadi trademark metropolitan jakarta ini ia bisa menyaksikan beragam manusia yang belum pernah ia temui. anak-anak jalanan yang berkeliaran di tengah malam di sela-sela laju bus kota. ibu-ibu yang menjalankan prostitusi melalui hp atau aktivitas para gay kelas bawah yang berburu pasangan.
menurutnya ia nyaris pasai melihat perilaku hidup yang hedonis. kini ia menemukan komunitas yang pas. kebiasaan barunya, meresapi jalan kaki dini hari dari hi ke warung angkringan sabang. mengudap sego kucing, sate usus atau gorengan.
atau berdesakan di dalam kereta ekonomi sewaktu kopdaran ke bogor. suatu aktivitas yang tak pernah ia lakukan meskipun ia`suka traveling. nyaris belahan bumi asia telah ia datangi.
dari banyak negeri yang ia jelajahi, jogja tetap menjadi kota pilihan tempat menghabiskan masa tuanya. "jogja itu tak ada matinya, kota yang tak neko-neko. masyarakatnya juga tak grusa-grusu, begitu alasanya. menjawab pertanyaan pilih mana antara tinggal di italia dan jogja? ia menjawab pelan, "kalau ditemani orang tercinta bisa dimanapun kok. (termasuk di kampung ngrambe, madiun?.)
saat ini ia bersiap sekolah lagi untuk mewujudkan children center impiannya dengan mengambil majoringnya early education. namun ini hanya sasaran antara. tujuan sebenarnya ke eropa adalah mencari suami.
jadi, jika kalian laki-laki melayu, apalagi yang berkomuni di bunderan hi, berharap kecillah cinta kalian akan bertepuk dua belah tangan. cinta kalian mungkin saja akan terlempar sebelum mendapatkan balasan. karena perempuan kelahiran tanah kartini ini punya kriterianya sendiri.
"bukan apa-apa mas. kalau sama bule, aku bisa beradu pendapat dengan bebas. aku bisa menyuarakan apa yang aku suka dan tidak. ini kan berbeda dengan kebanyakan laki-laki di sini" katanya serius.
"selain itu, laki-laki indonesia agak sedikit terganggu kalau istrinya lebih maju dan lebih pintar. dan itu yang sering memancing keributan. hanya segelintir orang saja yang bisa legowo menerima pasangannya lebih hebat". satu lagi, harus mempunyai sifat-sifat yang mirip bapak: tidak banyak omong dan bisa listen to her and leaned by her, tambahnya.
ia tak menyalahkan sepenuhnya laki-laki melayu yang mempunyai sikap seperti itu. ia menganggap mereka hanya terlilit tradisi sehingga mereka selalu ingin lebih unggul dan disanjung perempuan. isteri dalam bahasa jawa kan garwo ( sigaraning nyowo/belahan jiwa), namun belum banyak lelaki melayu yg bisa menempatkan posisi istri seperti itu
selain sebagi guru tk, perempuan bungsu ini juga pernah menjadi project secretary di PLTU tanjung Jati b jepara. dan yang belum banyak terekspos, dia adalah seorang penari. (kepada lutpi yang meragukannya, perhatikan baik-baik jari-jari lentiknya yang selalu bergerak saat dia menjelaskan sesuatu)
darah seni mengalir dari ayahnya yang seorang penggambar peta di sebuah biro negara. gita sejak kelas satu sd mulai tertarik pada seni tari khususnya jawa. alasannya sederhana, ia suka melihat sampur/ selendang yang sering dipakai para penari. tak tanggung-tanggung sejak itu ia berguru kepada ibu nano ( seorang guru tari muridnya bagong kusudiardjo yang kesohor itu).
berbeda dengan anak-anak kecil yang menghabiskan siangnya dengan tidur, ia harus berkutat latihan menari sampai jam lima sore. ia mengaku paling suka menarikan tari serimpi dan gambyong, karena kostumnya yang berwarna-warni.
sebagai penari ia sangat fasih menjelaskan sejarah penciptaan tari, filosofi dibaliknya sampai pada makna tiap-tiap gerakan. pada tari srimpi misalnya. tuturannya: "tari jenis klasik ini diciptakan oleh raja pakubuwono untuk menyambut tamu-tamu agung.
ada dua jenis tari srimpi, versi jogjakarta dan surakarta yang lebih tegas. tari ini sebenarnya bercerita tentang dua hal yang berlawanan. semacam perangan antara nafsu jahat dan akal manusia."
"tarian ini mempunyai ciri khusus. selalu di tarikan empat perempuan dengan gerakan empat ketukan. artinya gerakan-gerakannya akan berubah setiap ketukan ke empat. tarian yang berdurasi sekitar satu jam ini diiringi irama gamelan yang tenang, mungkin ini sesuai dengan falsafah timur."
"seperti yang ditulis kartini, gamelan tidak pernah bersorak sorai; sekalipun di dalam pesta yang paling gila sekalipun, dia terdengar sayu dalam nyanyiannya, mungkin begitulah seharusnya." (panggil aku kartini saja, pramudya ananta toer, hal 102).
puncak prestasinya adalah ikut pentas akbar pada festival borobudur tahun 2000an.
(pi masihkah ada keraguan kepada perempuan yang kau akui sebagai pacar hanya ketika chatting via ym itu?)
namun jangan bayangkan gita kecil itu manis dan lembut. meskipun menyukai tari ia cukup bandel, suka main layangan dan singkongan. (sejenis petak umpet tapi harus membentuk batang-batang pohon singkong menjadi segitiga. persis seperti tanda di jalan raya ketika ada mobil yang sedang mogok.
kebandelan lainya musim panen jeruk tiba. dengan temanya diam-diam berubah menjadi pencuri jeruk-jeruk yang matang itu. bahkan ia sempat nyemplung ke kali dan mendapat jahitan di kepala saat bermain dengan kakaknya.
ia suka mencoba sesuatu yang baru. saat smu ia menekuni teater. sempat mentas dari sekolah ke sekolah. ande-ande lupus merupakan lakon drama komedinya yang paling mengesankan. ia berperan sebagai salah satu kleting yang paling jahat. ya kleting abang. namun ia menganggapnya gagal memerankan tokoh itu karena ia kurang bisa berperan galak. ia lebih suka cengengesan.
hanya saja ia menyukai karakter kleting abang. ia adalah perempuan maju di zamannya. paling tidak ia tahu apa yang dia mau, she knows well herself. seperti dirinya yang ingin selalu maju. sesuai nasehat ibunya: jadi perempuan jangan selalu menadahkan tangan. kalau bisa memberi. untuk itu harus punya penghasilan sendiri jangan tergantung pada suami.
untuk itu ia tak mau menjadi perempuan bodoh. ia berkeras ingin maju. sesegera mungkin ia akan menyelesaikan s2 nya. bahkan s3. sesuai anjuran ayahnya yang mengatakan bahwa ilmu itu warisan yg tidak akan pernah habis sampai kapanpun.
ia memang cerdas, meskipun banyak kegiatan prestasinya dahsyat. sejak kecil selalu juara kelas sampai smu. dan ia bebas masuk undip tanpa tes. prestasi terhebat yang ingin diraihnya adalah menjadi isteri dan ibu yang baik.
mengenal cinta saat kelas satu smp.layaknya cinta monyet lain, ia jatuh cinta dengan kakak kelas. hanya saja ia tak mau ketika diajak pulang bareng. pengen tahu motivasi mau menjadi pacar yang kakak kelasnya itu? ia ingin ada yang mentraktir di sekolah. karena uang sakunya dikumpulkan untuk beli asterix and obelix.
kegemarannya membaca itu berlanjut sampai sekarang. kemana-mana selalu membawa buku. pada malam itu ia menunjukkan novel nya clara ng, dim sum terakhir yang sedang di bacanya.



Mas KW …
Semoga aku “ketularan” keahlianmu menulis
Salut Broo
Comment by bahtiar — July 16, 2007 @ 11:33 am
welahhh
ampe miss g ikut ikutan juga…
gut gut
Comment by mata — July 16, 2007 @ 12:08 pm
holoh judule ga nguati hehehhe, tulisannya emang dahsyat sekali mas kw..grazie molto
Comment by gita — July 16, 2007 @ 1:59 pm
gita kui wis pas karo endik kok. kalo mau bule ya endiknya direndem baiklin dulu. wakakakakak ….
Comment by Mbilung — July 17, 2007 @ 12:52 am
sip, jadi curious, profilemu kapan dipublish mas?, anyway terjawab juga tanda tanya di benak saya tentang tempat tinggal si mbak ini, rupanya jakarta-semarang pp
Comment by iway — July 17, 2007 @ 12:54 am
setuju dengan pakde! kuwi persis teori yin dan yang, kuru dan kurugan daging. rak klop to? he..he..he..
profile minggu depan harusnya ya si om sangar itu. gimana mas kw?
Comment by bangsari — July 17, 2007 @ 1:35 am
garwo = sigar dowo..
garbo = sigar ombo…
garlit = sigaraning **lit
Comment by pitik — July 17, 2007 @ 1:52 am
mas nulis segitu butuh waktu brp detik? sedang belajar menjadi penulis sandal nih, eh salah, penulis handal maksud nya.. :p
Comment by akangaziz — July 17, 2007 @ 1:55 am
tari kejang iso ra, git?
Comment by de — July 17, 2007 @ 2:18 am
nambah: git, drijimu kok sak gedang gedang (lol) piiisssssss
Comment by de — July 17, 2007 @ 2:20 am
kangen wingkonya…
Comment by mPitzky — July 17, 2007 @ 2:55 am
ohh…gendhuk gita milih bule padune arep memperbaiki keturunan kuwi, hahahahah(tunggal ku nu)
Comment by kenny — July 17, 2007 @ 3:38 am
waduuuh… kuwi gambar’e sopo sing dipajaaang.. huahahaha…
dadi kangen BHI… terakhir gara2 BHI aku oleh gawean… ono ora gara2 BHI sing oleh jodo? :p
Comment by bebek — July 17, 2007 @ 5:13 am
bebek, pertanyaanmu sudah terjawab di komen nomer empat
Comment by bahtiar — July 17, 2007 @ 5:40 am
endi LOENPIA karo WINGKO-ne??
ngelirik Gita
Comment by zam — July 17, 2007 @ 6:32 am
darah seni mengalir dari ayahnya yang seorang penggambar peta di sebuah biro negara.
lha.. opo hubungane seni tari karo nggambar peta..???????? mabok kowe We…?
Comment by aku bingung — July 17, 2007 @ 7:33 am
darah seni iku opo?sakweruhku onone air seni…wah..pancen mabuk tenan kw…
Comment by melu bingung — July 17, 2007 @ 7:37 am
sek..sek….tak ngguyu sek…
:D
pancen postingane tiada duanya, keren tulisane…
tapi potone kui lhooo….
wakakakakakka
mbak gita we dipuja-puja neng BHI…xixixixi…
mesakke tenan BHI ki…xixixixixixi
eh, gita yo melu @ BHI “dodolan” po?
(ibu-ibu yang menjalankan prostitusi melalui hp)
melanjutkan ketawa setelah baca seluruh komen : ora usah do rebutan! gita we kok…xixixixi
Comment by diditjogja — July 17, 2007 @ 8:21 am
hahahaha…tulisanmu keren seperti biasanya. tapi komennya ancur2..
mesakke kowe giiittt…wakakaka…
Comment by venus — July 17, 2007 @ 8:35 am
lho
koq jenengku dikatut2ke??
tanda2 minggu ngarep giliranku iki
Comment by Luthfi — July 17, 2007 @ 8:57 am
owhhh Mbita ada yang tulis biografinya hehehe. Aku baru tau Mbita suka nari…mosok lentik, macho gitu hiihi
Comment by unai — July 17, 2007 @ 9:24 am
kok aku ra iso komen trus nang kene tho…......
Comment by balibul — July 18, 2007 @ 6:01 am
nice posting
?
judul postingane kok ra diwenehi nomor urut seh ???? seharusnya ini kan nomer 5. aku katut ditulis opo ora yoh
Comment by pinkina — July 18, 2007 @ 7:42 am
looh komenku kok ga keluar
(
Comment by langit — July 18, 2007 @ 8:06 am
Ngrambe kui kabupatene Ngawi
lha aku aseli dari salah satu desa di kecamatan Ngrambe … ehehehe
Comment by MHd — September 2, 2007 @ 12:33 pm
selamat sore cah ayu, kok posisine njengking po ra pegel-pegel linu tah, selamat menjalankan aktifitas ok
Comment by ml-yono — April 1, 2008 @ 6:29 pm