ingin berburu selingkuhan baru (lagi)? malam ini adalah waktu yang sangat pas. kamis malam, malam selingkuh. begitu komunitas urban jakarta mendeklarasikannya sebagai pe"legal"an sebuah pengkhianatan.
entah apakah "doktrin" itu sengaja dihembuskan para pebisnis semata. seperti hari-hari sebelumnya: senin dengan nonton hematnya atau rabu dengan ladies nightnya. hari jumat, jelas semua mahfum adalah malam "gaul".
atau memang kehidupan malam kaum urban metropolitan sebegitu keblangsaknya?. jakarta yang penghuninya seolah anonim memang memungkinkan segalanya. ini berbeda ketika masih berada di kampung yang semua orang saling kenal dan peduli.
andai pasangan mereka berselingkuh, apakah benar mereka akan memakluminya, meskipun semata-mata hanya karena tuntuan gaya hidup?
(aku jadi teringat ucapan aktris yang sering mengatakan mereka ingin tampil secara professional. artinya mereka akan melakukan adegan apa pun, polos telanjang berciuman atau beradegan ranjang asal sesuai tuntutan skenario.)
para clubber mensahkan, malam itu mereka merasa bebas melakukan pelesiran birahi, pemenuhan hasrat seksual semata. no feeling kata temanku. meskipun hubungan singkat itu sampai pada kissing, hugging, petting dan licking.
aku punya cerita tentang perselingkuhan seperti itu.
kamis malam itu dia pamit ke isterinya, ada pekerjaan yang harus diselesaikan. namun secara diam-diam ia telah berencana menghabiskan malam di suatu tempat. selama ini ia selalu nongkrong di tempat yang selalu berbeda. nyaris semua tempat clubbing pernah ia kunjungi.
seperti biasanya, dalam cahaya keremangan itu mereka ngariung, ngobrol sambil minum-minum. malam rupanya lebih cepat mengakrabkannya. karena atribut sosial mereka lepas ke dalam jeritan musik yang menghentak. seorang perempuan mengajaknya berjoget. lalu malam menjadi milik pasangan baru itu.
namun tiba-tiba matanya menangkap sesosok perempuan lain yang begitu dikenalnya. mereka beradu tatap. isterinya juga sedang bermesraan dengan laki-laki lain seperti dirinya.
nah lo!


