"aduh, menikah tak membuat pikiran tenang, tiap ketemu perempuan pengennya tetep nelanjangin"
(cowok, pengantin baru sebulan)
"dulu aku tak begitu cinta sama isteri saya. cuman tak ada alasan untuk menolaknya juga, sekarang kasih sayang itu lebih ke anak".
(ayah bayi dua bulan)
"kamu tuh enak, gak punya tanggungan keluarga. biaya sekolah sekarang mahal!"
(ayah anak tiga tahun)
"love is so much better when you are not married"
(maria callas, penyanyi)
jadi….
lalu…
oh ya…?
hmm…
menurut kalian?



mungkin benar. katanya, perkawinan itu adalah produk kebudayaan paling dungu yang pernah dihasilkan manusia. kamu tahu, datang kepesta perkawinan jauh lebih menyedihkan daripada menghadiri prosesi kematian. manusia lebih bisa menerima kematian, karena kematian adalah suatu keikhlasan. tak perlu kesedihan yang berkepanjangan untuk sebuah kematian. sebentar dan cepat terlupakan. tapi indah untuk dikenang. karena kita harus menerima kematian dengan lapang dada, karena kita memang tak bisa menghindarinya, karena kematian memang konsekuensi yang mesti ditanggung manusia. tapi perkawinan ? bukankah kita bisa menghindarinya ? kita selalu punya pilihan untuk tidak menjalani perkawinan. maksudnya, kita punya pilihan yang bebas untuk menentukan apa yang kita pikir lebih baik buat hidup kita yang hambar dan sebentar. kalau kita bisa bahagia tanpa perkawinan, lalu buat apa kita memilih perkawinan ? menyedihkan bukan ? seseorang memilih perkawinan padahal tak ada jaminan atau garansi dalam hidupnya akan menjadi lebih bahagia setelah ia menjalani perkawinan. kekerasan dalam rumah tangga, pertengkaran, perebutan hak asuh anak hingga harta gono gini. kau tahu sendiri, maria tidak menikah, tapi dia bahagia…
(eternity – 17.04.2007)
Comment by mata — July 6, 2007 @ 12:48 am
hahaha, too much think will kill u
Comment by iway — July 6, 2007 @ 12:50 am
lalu katamu?
njur cewek2 kae terus diapakne?
Comment by Luthfi — July 6, 2007 @ 1:00 am
cowok itu yha begitu itu….. just want to get xxx.
nang pikirane enek’e yho mung kuwiiiiii
*sorry nek gak berkenan dg comment ini
Comment by pinkina — July 6, 2007 @ 1:29 am
menurutku, secara naluri manusia pengen melestarikan gennya, pikiran bawah sadarnya yang mengendalikan itu. Dan cara yang ditempuh adalah perkawinan bukan pernikahan. Karena kebudayaan berkembang dan rasa kepemilikan (termasuk rasa memiliki pasangan sebagai benda yang pantas di hak-i) maka diadakan cara melegalkan kawin-mawin ini dengan lembaga pernikahan.Dan akhirnya jadi budaya yang ada sekarang, namanya pernikahan/suami istri/keluarga. Kadang memang budaya menghasilkan hal-hal yang malah mengekang kebebasan…
Comment by pitik — July 6, 2007 @ 2:01 am
manuk ku nganggur …
Comment by sopo gelem ... — July 6, 2007 @ 2:22 am
“love is so much better when you are not married”
(maria callas, penyanyi)
SETUJUUUUUU!
Tapi setelah setelah menikah, paduan antara cinta-kasih sayang-tanggung jawab-pengertian-kesabaran-memaafkan-kerja sama-harapan untuk menangguk pahala dll membuat cinta jauuuuuh lebih baik dari pada segala cinta sebelum pernikan.
Comment by Bening — July 6, 2007 @ 3:03 am
walah. siapa bilang lebih baik gak menikah? menikah tetep lebih oke, apa pun alasannya. eh, iya gak sih, mas? mbuh dhing. bingung, hahaha…
Comment by venus — July 6, 2007 @ 3:47 am
apa menikah itu masih perlu?
Comment by bangsari — July 6, 2007 @ 3:54 am
kalo ga nikah, katanya perawan tua lah, bujang tua lah, ga laku-laku, apalagi kalo pulang kampung dengar omongan tetangga aduh….menyakitkan sekali! dan ortu juga dah ribut terus, kapan ya punya cucu…? apa ga kasian beliau- beliau itu?
yah…karena alasan-alasan itu saya nikah, juga daripada banyak berbuat dosa, mending di halalkan sajah ya ga ?
cinta…? itu urusan kesekian, yg penting ada yang mau dulu
Comment by evi — July 6, 2007 @ 4:03 am
Loh..beneran nih mas, mknya ada guyonan bagi cewek lajang (yg mandiri/berkarir terutama)
usia 20 an : siapa lu….? (di tujukan pd cowok)
usia 30 an : siapa aja deh…
syukur-syukur dapat brondong hehehe
Comment by evi — July 6, 2007 @ 8:08 am
Yang penting ga usah terpaksa, kalo udah ketemu jodohnya pasti deh kebelet pengen nikah. Kalo nikah krn malu sama lingkungan doang, itu yang bikin ga bahagia. Menikah atau menbujang, semua ada plus minusnya.
Getho loh…........
Comment by Mia — July 6, 2007 @ 8:42 am
aya aya wae euy…. yang jelas klo kita menikah itu pasti ada sisi positif nya.. klo masalah rizki.. sy pikir itu semua pasti sudah diatur.. jadi jgn khawatir kena penyakit Matery
after merit phobia syndhrome. btw, ini ada artikel bagus brur..
http://www.akangaziz.com/content/view/120/1/
Comment by akangaziz — July 6, 2007 @ 9:21 am
menikah itu kompromi
Comment by yang lagi idle — July 6, 2007 @ 1:04 pm
Tergantung apa sih ideologi pernikahannya sendiri. Seperti kata Gitong, kompromi adalah hal yang harus terus dilakukan dalam sebuah lembaga perkawinan.
Comment by Hedi — July 6, 2007 @ 3:34 pm
woi siapa bilang maria callas tidak menikah, dia menikah terus cerai, lalu pacaran dengan onasis (milyuner itu loh) tapi onasis malah milih kawin ama jacqelyn yang lebih muda dan cantik padahal saat itu onasis dan maria callas lagi pacaran (dasar cowok ya)
walau bagaimanapun menikah jauh lebih baik dari pada single, itu sunnah nabi untuk menyempurnakan agama.
Comment by awi — July 7, 2007 @ 5:52 am
wes pokok’e menikah itu enak, coba dulu deh menikah (lho!!, heheheh), menikah membuat aku lebih secure
Comment by kenny — July 8, 2007 @ 4:28 am
Menyiksa sekaligus memberi nikmat luar biasa…
Comment by manusiasuper — July 9, 2007 @ 10:09 am
disamping ibadah,segala sesuatu didunia ini memang tercipta berpasangan dan pernikahan adalah satunya
Comment by langit — July 11, 2007 @ 4:11 am
menikah itu seperti membeli paket yang kita gak tau isinya. dan kita akan baru melihatnya setelah kita resmi menikah, tentunya dengan segala konsekuesinya.
kalau ternyata isi paketnya cocok, menyenangkan ya lanjut, kalau gak sesuai, tinggal bungkus lagi, jual dan beli baru..gt khan lebih gampang(hahaha..kalau semudah itu aku juga mau kawin bolak balik)
Comment by mei — July 12, 2007 @ 1:10 am
makanya aku ga pernah suka sama cowok
Comment by JURAGANBATIK — July 17, 2007 @ 5:45 am