hidup yang singkat, mari kita rayakan
bhiJuly 31, 2007 2:20 am

bebeksusiawan wijaya, dipanggil bebek. calon suami yang menghabiskan masa bocah di jember, jatim ini sekarang lagi “terperosok” di pedalaman aceh. ia mengaku berangkat ke tanah rencong karena ketakberdayaanya berkompetisi di ibu kota.

namun aku menduga sebenarnya tak demikian. secara kerja di instansi pemerintah, apalagi didukung bank dunia, salah satu alasan kuatnya ke serambi mekah itu karena reward yang diterima.

project yang dikerjakan adalah pembangunan fisik perumahan di kampung benteng yang di sapu tsunami lalu. tugas utamanya menyajikan ndobosan buat top dan middle management. sehingga ia sangat punya banyak waktu untuk santai.

sejak bulan maret lalu, ia harus beradaptasi dengan lingkungan dan budaya di tempat barunya. menurutnya semua makanan di aceh pedas ra nggenah. satu-satunya yang ia suka hanya mie aceh. “mati urip yo mung madang karo mie aceh”.

tempat nongkrong satu satunya di warung kopi "ie leubeuh". seperti apa rasanya? ia tak pernah mencobai kopi khas aceh itu. kata orang-orang rasanya lebih halus dan matap. ia lebih memilih menyeruput cofemix.

salah satu yang menarik tentu orang-orang aceh sendiri. terutama para perempuannya. ia merasa perempuan aceh semuanya tampak cantik, mungkin karena efek jilbab yang dikenakannya, begitu alasannya.

namun ia tak suka jalan. ia lebih memilih berdiam di rumah tembok seluas 70 m2, di dalam kamar berukuran 3×4 meter itu, laki-laki itu lebih betah memelototi layar monitor, online berjam-jam bahkan kadang seharian penuh.

hanya itu satu-satunya cara berkomunikasi dengan teman-temannya. beruntung ia masih berada di daerah yang mendapatkan sinyal penuh.

siang itu ia ingin menyegerakan obrolan berakhir. tampak dari pesan-pesan yang disampaikan, “wes dicatet kang? ra ono sing kelewatan? opo perlu diulang? ono sing ra jelas mungkin?

“kamu mau kemana sih?”

“pulsa kang pulsaaa. cekak ki!.

oh dewa-dewa penguasa langit. aku pikir dia seperti aku dan teman lain yang bebas menikmati bandwith yang disediakan kantor. ternyata tidak.  ia harus mengeluarkan biaya sendiri untuk pengentasan kesepiannya itu.   

bek, apakah kau tak merindukan suasana jakarta yang hiruk pikuk itu? jumat malam di bunderan hi yang riuh? ketemu teman-teman baru yang selalu menceriakan?

“tidak”, jawabnya pendek.
“lalu apa yang kau pikirkan?”
blogku traffic’e munggah ora yo.”

dibalik candanya, aku bisa merasakan kerinduannya itu. secara dia adalah pelopor berdirinya komunitas nongkrong di bibir kolam plasa Indonesia itu. jabatannya saja hebat: panglima kopdar. karena setiap hari dia nyaris kopdaran.

dan selama lima bulan di aceh ia baru sempat kopdaran sekali. karena tempat tinggalnya, kampung benteng, pidie jarak tempuhnya 3 jam dari banda aceh,

orangnya cukup kocak, suka melucu namun ia menolak menceritakan masa lalunya. yang bisa ia sampaikan, ia pernah bercita-cita ingin menjadi model. andai kalian tak yakin lihatlah di gallery webnya. semuanya nyaris berisi foto dirinya dalam berbagai pose.

selain online, ia membunuh kesepiannya dengan pergi ke samping rumahnya yang hibahan dari palang merah perancis. memandangi pantai berpasir yang senyap atau ombak selat malaka yang selalu sejajar menuju garis pantai.

secepatnya ia ingin menikah, mencipta sebuah keluarga, tempat yang bisa membuat ia merasa nyaman beraktivitas. “keluarga kuwi panggonan gawe browsing, chating, dan bahkan spamming”. ia menutup perbincangan via ym siang itu. ia mengantuk, semalaman tak tidur.

sayang di kamarnya tak ada kasur, adanya hanya sleeping bag, gallon aqua, tas dan rak-rakan yang dibuatnya sendiri dari papan bekas bangunan. selebihnya dinding-dinding bisu.

ok selamat tidur, mimpi indah kawan!

link: mas bah, ipul, hadik, pito, gita, endik

*foto diambil dari http://i-bebek.net

bukuJuly 30, 2007 3:34 am

seperti tokoh-tokoh hero dalam fiksi lain semacam harry potter, spiderman dan superman, tokoh dalam novel yang ditulis junaedi setiyono ini juga memiliki keadaan yang mirip.

berasal dari keluarga tak harmonis. diasuh oleh bukan orang tua kandung dan sejak kecil mengalami penderitaan hebat.

terlahir dalam trah kesuma rembesing madu glonggong tak pernah mengenal wajah bapaknya yang tak pernah pulang. dua saudaranya dikirim ke daerah lain untuk diasuh pamannya. dalam ketakjelasan penantian,  ibunya menerima paksaan menikah dengan raden mas suwanda.

sebagai bentuk penolakannya, ia menjadikan kamarnya sebagai kuburan. ia lebih suka berada di dalamnya sepanjang waktu sambil nembang macapat.

suwanda yang doyan kawin lalu mengusirnya setelah mendapatkan lagi perempuan yang lebih segar. kehidupan ibu dan anak itu makin terlunta. ibunya, lebih pendiam seperti arca rara jonggrang, cantik tapi batu.  

salah satu pemenang sayembara novel 2006 dewan kesenian jakarta ini  mengisahkan biografi seorang pengikut pangeran diponregoro yang tak pernah tertulis dalam pelajaran sejarah.

berseting perang jawa 1825-1830 (perang diponegoro) novel yang diterbitkan serambi ini mengulas intrik politik dan perilaku kaum bangsawan keraton dalam melawan belanda.

tragis, orang-orang dekat yang selama ini dianggapnya baik-baik, ternyata ular semua.  hingga glonggong tak percaya pada siapapun, termasuk kiai ngali yang pernah menjadi guru ngajinya.  

sejak jaman purba, harta, tahta dan wanita telah terbukti punya daya kuat membinatangkan manusia. namun glonggong bisa melewati “ujian” semua itu. ia sangat sadar meniti jalan kebenaran itu memang sunyi dan pedih.

di sela waktu tugasnya sebagai pengawal barang, ia juga berusaha mencari saudara kandungnya. tak diduga, kakak perempuannya ternyata pelacur.

alur cerita yang menawan, narasi yang menyentuh sanggup memaksa aku membacanya dalam sekali waktu, tanpa sela. hanya disambi makan indomie. karena novel ini hanya 293 halaman.

filmJuly 29, 2007 11:26 pm

denias, senandung diatas awan tampaknya ingin nggamparin pemerintah dan freeport. aku tak yakin kedua kelompok  yang nyaris tak punya rasa itu akan tersentuh dengan film ini. 

kesenjangan begitu terbentang, namun mereka menganggap perkara ampang.

di pedalaman kampung denias (albert fakdawer) keterbelakangan sangat nampak kasat mata.

mereka tinggal di honai-honai yang beratap rendah. tidur beralas rumput kering dan sebagian laki-laki menelanjangi dadanya. denias yang usianya melewati usia masuk sekolah itu hanya mempunyai satu kaos kesebelasan brasil dengan nomor punggung 7.

tak ada gedung sekolah. sebuah gubuk tanpa dinding menjadi tempat berbagi ilmu. seorang guru dari jawa mengajar suka rela. namun sayang ia harus pulang karena isterinya sakit.

kepulangannya menjadikan sekolahan darurat itu nyaris bubar. maleo seorang militer yang ditugaskan di daerah itu menggantikannya. sayang sekolahan itu ambruk lebih cepat. dan yang paling telak, maleo harus pergi dengan pesan kepada denias untuk sekolah ke kota.

empat hari denias menuju sekolahan yang belum pernah ia tahu sebelumnya dengan telanjang kaki. berbekal pesan ibunya di surga bahwa gunung takut anak sekolah ia memantapkan tekad meraih impian.

sampai ke kota, ketemulah ia dengan enos, gelandangan yang pernah bersekolah namun entah kenapa berhenti. dari enos, denias mendapatkan masukan, bu guru gembala sering memberikan hukuman andai ia terlambat.

enos pernah di hukum dengan menyanyikan 100 ekor ayam di depan kelas. liriknya :

ada 100 ekor ayam, mati satu, 99.
ada 99 ekor ayam mati satu, 98
ada 98 ekor ayam mati satu, 97
………. 

tentu saja ia harus menyanyikan sampai ayam-ayam itu 0. bisa bayangkan berapa lama ia akan menyelesaikan hukumannya. belum kalau salah hitung. sambil nyanyi ia berpikir. saat ayam tinggal 90 enos melanjutkan nyanyiannya: "ada 90 ekor ayam dikasih potas mati semua!"

sutradara jhon de rantau menampilkan gambar-gambar alam papua yang indah, pegunungan, lembah, danau sentani dan budaya yang selama ini belum terekspos: upacara adat pemakaian koteka pertama pada anak-anak yang mulai menapaki masa remaja juga upacara duka pemotongan jempol tangan kiri suami saat  isterinya meninggal.

film ini berdasarkan kisah nyata kegigihan janias yang kini bersekolah di Darwin.

*gambar diambil dari http://www.deniasmovie.com/ 

dailyJuly 28, 2007 12:32 am

evilsore itu kang mas bangsari lagi sibuk di kantor. mondar-mandir mengawasi anak buahnya yang dikejar waktu tenggat.

nah dari pada hanya mondar-mandir mandori, aku minta dia mendongeng saja. secara dia alumnus pesantren, meluncurlah kisah klasik dari kitab kuning. (aku sampai lupa menanyakan, apakah di pesantren punya kitab warna lain sebanyak warna pelangi?)

saat itu ia akan mendongengiku kisah pelacur yang masuk syurga. kalian semua sudah tahu kan? benar, pelacur yang memberi minum anjing yang kehausan. makanya aku menolak.

ia langsung menawarkan tema yang kebalikannya: kiai yang masuk neraka. sepakat! kali ini aku belum pernah mendengar.

di sebuah pesantren entah, pemimpinnya sang kiai terkenal pintar, alim dan sakti. santrinya ribuan. terdiri dari banyak level/kelas. semua bersetuju, di tempat inilah kelak lahir manusia-manusia utama.

ketenarannya tak hanya di pelosok daerah dan kota. bahkan sampai ke negeri iblis. siang itu seseorang datang menghadap pak kiai. sosok ini bukan ingin berguru namun berniat sharing info. tentu saja pak kiai menyambut hangat.

keduanya lalu berangkat ke masjid dan mereka berbincang. dari situlah pak kiai paham, tamunya ini bukan orang sembarangan. sholat dan wiridnya tidak berhenti berhari hari. pak kiai takjub.

ia lalu menanyakan bagaimana caranya agar punya kemampuan beribadah terus menerus seperti itu, hidup hanya untuk Tuhan?

tamunya memberikan beberapa tips.

oh ya, ndoro menteri yang berkisah via ym sempat tersendat. sebabnya keyboardnya angel tenan, atos katanya. (komputer pabrik percetakan uang kok elek pol?). ternyata ia meminjam kepunyaan opisboi.

tips-tipsnya aneh dan tak terduga sama sekali. tamu itu mengatakan,  untuk bisa memiliki motivasi kuat dalam beribadah, perlu pemicu. ia lalu menceritakan perjalanan hidupnya yang telah melakukan dosa besar secara total. sebelum akhirnya bertobat seperti sekarang ini.

dosa besar yang dimaksudnya adalah membunuh, berzina dan mabuk. tentu saja sang kiai menolak. (si tamu cerdik itu lalu membuat analogi pemrosesan air pam. keruh adalah proses menuju jerniih.)

sang kiai bisa menerima alasan yang memang masuk akal itu. malam itulah pertama kalinya sang kiai mabuk, limbung tak bisa menguasai diri. melihat perempuan penjual minuman yang berkulit kuning semampai ia horny. dan terjadilah apa yang seharusnya terjadi.

sadar dirinya telah meniduri perempuan bukan muhrimnya, ia malu. dan ia menginginkan perbuatannya tak diketahui orang banyak. ide jahat muncul. ia membunuh perempuan kencannya semalam.

sayang, kesalahan yang ia simpan itu tercium juga. masyarakat beramai-ramai menangkap kiai cabul itu. dan sesuai hukum di negerinya ia dirajam.

saat itulah tamunya mendatangi. dan ternyata dia adalah sesosok iblis yang menyamar.

cerita belum selesai sebenarnya, keburu tukang ceritanya keluar mencari makan malam.  dia menyarankan untuk memposting. aku menolak, namun aku pikir tak ada salahnya juga. toh ide menulis tema lain masih belum keluar meskipun otakku telah terangsang. :)  

bukuJuly 27, 2007 3:54 am

pijamassebagai pemenang cbi bisto book of  the year award 2007 buku ini memang cukup bisa memaksa pembaca untuk segera buru-buru menyelesaikannya. aku hanya perlu waktu kurang lebih 4 jam diselingi chating, pulang naik angkot dan makan malam.

penulisnya piawai mengungkapkan kisahnya. ia seolah berbisik, tak meledak-ledak, hanya dengan ungkapan atau ekspresi yang sederhana. namun justru itulah kejernihan cerita mudah ditangkap.

buku setebal  231 (edisi bahasa indonesia ini) ini berkisah mengenai persahabatan dua bocah berusia 9 tahun. apa yang kau  lakukan seusia mereka? bermain sepanjang siang, berimaji sebagai petualang?. kedua bocah itu terjebak dalam suatu tempat dan waktu yang salah.

banyak sudah  buku / film yang mengusung tema tentang kekejaman nazi. namun jhon boyne, penulisnya jeli mengungkap kisah dua bocah berbeda bangsa itu dengan plot yang nyaris linier.

tak ada penyiksaan di kamp kamp, tak ada suara bedil atau bom. namun ada hal yang lebih memilukan dari itu semua.

di sampul belakang, di review-review taka da ringkasan atau pun bocorannya sedikit pun. jadi aku pun tak akan membuat "spoiler" yang mungkin menghilangkan kepenasaran yang belum membaca.

buku ini keren, sangat layak dibaca. saat sampai di endingnya, kau akan memekik!