kelak kalau aku mati, aku tak ingin punya kuburan. aku ingin banyak orang selalu melihat dan mengamatiku lekat. aku tak mau jasadku terbenam dalam tanah merah musnah dimangsa cacing.
aku ingin menyerahkan jasadku ke fakultas kedokteran. ide ini mungkin agak kurang waras dan asing. masih sangat sedikit orang yang mau mendonorkan jasadnya. juga keluarga kemungkinan tak mengijinkannya.
konon saat ini adik-adik mahasiswa kedokteran masih kesulitan mencari jasad untuk belajar memahami anatomi tubuh manusia. selama ini mereka mengandalkan jasad mr x sebagai sarana belajarnya. entah dari mana mendapatkannya.
jumlah mr xmakin hari makin menyusut. sehingga para mahasiswa harus berjejalan saat belajar. di sebuah universitas di jatim, satu mayat dipakai 20 mahasiswa selama 3 semester.
sayangnya aku belum pernah mendengar sosialisasi mengenai donor jasad ini. bagaimana prosedur untuk mendaftarkan diri, kemana dan apa syaratnya. tak seperti donor darah, mata atau ginjal yang sudah tersedia di beberapa tempat
dari bisik-bisik yang aku dengar, cukup mudah dan sederhana prosedurnya. cukup datang ke fakultas kedokteran di kota anda, isi form dan perjanjian dengan notaris yang harus di teken oleh pendonor dan keluarga. ya sesederhana itu.
yang menjadi masalah, bagaimana aku akan menyampaikan keinginan ke keluarga, terutama orang tua? apakah kira-kira anggota keluarga tega/rela tubuh anggota keluarganya disayat dan dimasuki formalin?
lalu di kuliti terus di rendam dalam cairan pengawet di aquarium tembus pandang. apalagi kalau sampai melihat bagian-bagian detail daging, otot serta saraf-sarafnya dengan jelas?
aku meragukan anggota keluarga mau meneken akta perjanjian dengan notaris itu. mengingat selama ini mereka selalu menziarahi kuburan untuk menabur bunga. menganggap ruang sempit 1×2 meter itu sebagai tempat peristirahatan terakhir.
andai persepsi ituh benar, beruntungnya aku. aku tak perlu berada di ruang sempit gelap dan dingin. tak perlu menerima deraan malaikat cambuk api bermata merah. dan bagi anggota keluarga, mereka tak perlu repot-repot mermperpanjang sewa atau memengumpulkan tulang belulang ketika akan dipindah.
nah dari pada ribet, kenapa tidak menjadi donor saja, itu sangat membantu kepentingan kemanusiaan.
*ide ini terinspirasi dari tulisan mata:mamat di sunat



kang.
bukan berarti kalau jasad kita masuk meja praktikum dokter trus malaikat ngga menanyai atau nyiksa kita.
kalau kasusnya begitu beruntung banget orang yang cacat ngga punya tangan atau kaki. sebab kalau ditanya waktu hidup tangan digunakan untuk apa. trus yang jawab siapa ? mulut ? lha yang ditanya tangan.
trus kang. hubungannya ama si mamat anak pak camat tetanggaku apa ?
yang ada kan hanya siksa kubur, tak ada siksa akuarium.
hubungan dengan mamat: kematian. ]
Comment by mata — June 26, 2007 @ 1:59 pm
mendonorkan jasad
harommmmmmmm
summon yang jadi pak kyai
btw, rajin amat posting
gleg
Comment by Luthfi — June 26, 2007 @ 3:04 pm
Andaikan makna azab kubur memang begitu pasti semuanya pengen donorkan jasadnya….terhindar dari siksa kubur…:)
Btw blognya bagus….kalimatnya mengalir indah…topiknya menarik…unik…dan berisi..:)
Comment by ulin — June 26, 2007 @ 3:25 pm
manungso iku sadermo nglakoni, kadyo wayang saumpamane..
Comment by sayur — June 26, 2007 @ 5:32 pm
jalma tan kena kiniro kinaya apa
hari ini sampeyan maunya begitu, bisa jadi besok lain
Comment by iway — June 27, 2007 @ 9:02 am
Seandainya mayat-mayat itu bercerita tentang apa yang dialami…
Comment by PnC — June 27, 2007 @ 9:09 am
postingmu horor
ga komen aku
Comment by pitik — June 27, 2007 @ 9:50 am
Medeni, mas…
Mungkin keluarga bakal tidak setuju. Nggak tega. Wong katanya meski udah jadi mayat harus tetap diperlakukan dengan lemah lembut. Ya, mungkin kecuali untuk ilmu pengetahuan.
Tapi kalo masih ada mr X , nggak usah mas KW deh
Comment by Bening — June 27, 2007 @ 10:15 am
abot.. men.. postingane..
MRINDINGS..
Comment by omith — June 27, 2007 @ 12:36 pm
harusnya para politisi negeri kita mendonorkan jasadnya untuk ujicoba di lab lab kedokteran.. setuju ora mas?
Comment by akangaziz — June 27, 2007 @ 5:51 pm
um… selain pengen jadi single parent dengan bayi hasil dari bank sperma, waktu saya masih pake putih-abu saya juga punya ide untuk jadi donor mayat. alasannya sama: ga usah bayar sewa dan lebih bermanfaat secara ekonomis (?) setelah saya mati. waktu tak omongin ke ibuk yah… hasilnya sama si sama waktu wadul pen jadi single parent itu: di’nyanyikan’ lagu wajib nasional dari pagi sampe malem, dikasi buku-buku psikologi dan agama, dan diancam mau dibawa ke psikiater.
ibu yang aneh…
Comment by mPitzky — June 27, 2007 @ 7:28 pm
wedew…marai gak napsu mangan
Comment by de — June 27, 2007 @ 11:22 pm
kok medeni to mas…gak wani mbayangke,seandainya yg disayat2 itu org yg kusayang
Comment by langit — June 28, 2007 @ 5:46 am
Jangan salah, orang dikubur itu nikmat. buktinya ndak pada balik lagi tuh!
Comment by Menteri keuangan BH — June 29, 2007 @ 4:22 am
RI4Ejr tvpbgcehgsrf, [url=http://jhwmzwozhogd.com/]jhwmzwozhogd[/url], [link=http://lfjeqxsphwia.com/]lfjeqxsphwia[/link], http://vwivzylcsjhq.com/
Comment by thrsei — February 24, 2011 @ 7:25 pm
health insurance providers 97109 car insurance quotes =-O gulf life insurance mpkdw no exam life insurance %)
Comment by palmthree — March 13, 2011 @ 5:43 pm
auto insurance 357 cheap auto insurance 724 home insurance
O
Comment by anabellez — March 17, 2011 @ 11:04 pm
american home insurance 1685 pa health insurance %[ equitable life insurance
P auto insurance quotes :-[[
Comment by ashelaxxx — March 19, 2011 @ 12:53 pm