pada sebuah pagi, aku melewati jalan kampung menuju trayek angkot 14 merah. berada di samping kiriku, rumah setengah jadi yang belum selesai dibangun.
pagar seng setinggi orang dewasa menunjuk langit masih tertancap rapi. di samping kananku, tanah kosong yang dianggap lapangan sepakbola.
seorang striker menendang bola ke arah gawang lawan. sayang tendangan ngawur itu bablas sampai terdengar suara prang……. kecepatan bola terbentur dinding seng. aku terkejut sambil mengindari bola yang berlumpur itu. lebih kaget lagi, dari balik pagar seng itu muncul teriakan keras, pejuoooooh!!
ekspresif dan penuh tekanan.
aku tak bisa mendeteksi dari daerah jawa mana orang yang baru saja memekik itu. yang kutahu setiap daerah memiliki ekspresi melepas ketegangan dengan kosa kata sendiri: ndiamput, dancuk, bajilak, bajindul, kampret, keparat, bakhero, shitt, fuck.
kosa kata yang aneh, tak terdaftar di sebuah tesaurus.
yang paling “global” tentu nama-nama binatang yang sudah akrab: anjing, babi, monyet. kenapa binatang itu yang terpilih? atau bagian tubuh daerah sekitar selangkangan (aku tak mau memberi contoh, karena jumlahnya sangat terbatas, pasti sudah tahu ?
).
andai kata itu diganti dengan emprit, kuda atau kecebong? kata-kata ini pasti mempunyai muatan yang beda. pasti akan terdengar lucu. dan bisa jadi dikira melawak.
memang sih, orang yang lagi marah/kesal lebih lucu dari pelawak pemula. perhatikan ekspresi wajahnya: bibir lebih menjulang, mata lebih menonjol dan wajahnya seperti udang rebus.
konon marah sangat memerlukan energi yang besar. padahal kadang penyebabnya sesuatu yang remeh. kesalahpahaman yang tak disengaja atau beda mempersepsikan sesuatu.
konon mengekspresikan apa yang kita rasakan itu lebih sehat. kalau memang benar kenapa dianggap tak sopan? atau ada ga ekspresi misuh yang sopan?



di sinyalir marah2 itu karena energi yang overload karena energi yang overload itu mkanya kalau marah2 lebih bagus energinya d buang dengan cara yang sehat
ninju sansak misal..
misuh, ngebantu juga sih, cuman apakah sehat??tak tau aku..hehe
Comment by mei — June 4, 2007 @ 8:37 am
bung, tulisannya lucu sekali, sumpah. lucuuuu….
Comment by mumu — June 4, 2007 @ 8:42 am
weh…
Comment by pitik — June 4, 2007 @ 9:05 am
coba misuhnya diganti pake nama sayuran
ato sekalian pake bhs latin
biar seru
Comment by Luthfi — June 4, 2007 @ 9:18 am
Jadi inget umpatan khasnya Bang Mail (OB)
”
“CUMI
Comment by cintabening — June 4, 2007 @ 9:40 am
huahahahaha….
Comment by anakperi — June 4, 2007 @ 9:57 am
nek neng solo kui, misuhe apik loh
” panjenengan niku, nek kulo ngarani rai ne jenengan supadhos genjik”
nek aku yo alon-alon wae tho, singkat, padat, mantep
“sugokthe”
Comment by balibul — June 4, 2007 @ 10:32 am
trus kenapa orang misuh mesti kok suaranya kenceng yow mas, hehehehe, aku klo lg pengin misuh2 ama mas sipit malah pelan pelan ngomongnya cuman bisa bilang telo
Comment by gita — June 4, 2007 @ 11:10 am
misuh….? kayaknya enak tuh, sebagai wujud dari kekesalan. tapi ya kira2, jgn semua penghuni kebun binatang disebutin.
kalo aku cukup bilang, “siaaalaaannn”!!
Comment by evi — June 5, 2007 @ 12:10 am
hehehe ra mudeng yo mas, aku yo lagi ngawur kok ,
sing penting misuh kui, alon wae rasah banter2 ndak marai doso
nek iso nganggo boso alus…bar kui istighfar yo to
Comment by balibul — June 5, 2007 @ 1:21 am
nambahi : jahanam, bedebah, bajingan, khianat, terkutuk, laknat …. masih banyak ini
Comment by Mbilung — June 5, 2007 @ 2:50 am
ga ikut2
Comment by Anang — June 5, 2007 @ 3:43 am
na, itu dia pentingnya HI. soale di kantor ngga bisa misah misuh. kita
tepatnya sayaterkungkung oleh corporate image yang tidak bisa dihindari. di HI, aturan itu hilang…Comment by bangsari — June 5, 2007 @ 4:54 am
jancuuuuuokkkk..
(
aku mesoh mesoh.. :p
puasss..
loro ati aku
Comment by omith — June 5, 2007 @ 5:21 am
maksud hati pengin misuh, tp selalunya gak bisa kluar dari mulut, mesti dibiasakan kali yah
Comment by kenny — June 5, 2007 @ 1:00 pm
hahahahaha ekspresi misuh mana ada yang sopan! kalo lagi marah, lupa ama yang namanya kesopanan
yang penting puas meluapkan emosi.
Comment by awi — June 5, 2007 @ 2:01 pm
mit, kowe misuhi sopo?
nek kowe misuh2 trus foto trisum mbek mas bah+luthfi
tak publish loh…
ora pareng yo cah wedhok misuh2
Comment by balibul — June 6, 2007 @ 6:43 am
dasar kampreeeettttt berbulu
! “misuh dengan manis”
kok nggak pernah dikirimi buku yo karo si mbok …jan tega tenan
makasih udah mampir:D
Comment by Blanthik Ayu — June 6, 2007 @ 8:11 am
@ iqbal : awas yo, tak kethak kowe
Comment by Luthfi — June 8, 2007 @ 3:40 am
whuakakakaka..ngakak guling-guling aku baca umpatan “pejuuooohh!!”
jan kuasar tenan..:))
kalo aku lagi coba mengumpat dengan agak dilembutkan
misal: “son of a bitch” menjadi “sana naik bis” :p
Comment by phoenixfly — June 9, 2007 @ 4:36 am
di depan ibukku pisuhanku sehat penuh vitamin dan protein. misalnya: dasar paya bangkok! sapi perah! kambing guling! jambu klutuk! semangka kuning! duren monthong!
depan temen-temenku… kamu udah tau kan?
xixi..
Comment by mPitzky — June 26, 2007 @ 11:22 am