menyebut kahyangan, yang tersamar dalam gambaran temanku yakni tempat indah bersuka-cita tanpa penderitaan. dan khayangan yang berada di kampung dlepih itu memang tak jauh dari kesan itu.
kawasan wisata (spiritual) yang berada di lereng gunung di tenggara wonogiri, jateng itu memang masih alami. sepanjang kulit gunungnya tertutup hijaunya hutan perawan. kiri kanan jalan, menghampar terasering sawah hijau sejauh batas lereng.
suara gemericik air sungai yang meluncur di sela-sela bebatuan yang besar-besar, sangat melenakan. sanggup mengelupas kepenatan yang mendera. namun beberapa ada yang sengaja ke khayangan itu untuk bermohon.
jumat 18 mei 2007 siang itu, masih tampak berceceran bunga mawar, hio dan sesaji lain yang berserak di salah satu tempat pemujaan. selo payung kayaknya tempat paling favorit bagi para "peziarah". konon tempat ini dipakai untuk berdoa penembahan senopati saat ia ragu menerima tongkat kepemimpinan di mataram.
selo payung berada persis di bibir bawah tempuran (pertemuan dua aliran sungai). di sinilah konon panembahan senopati (sutawijaya) bercinta dengan ratu pantai selatan. (entah, jangan dibayangkan bentuk percintaan tubuh kasar dengan makhkuk halus yang berlainan jenis itu.)
namun, suatu saat, salah seorang penduduk memergoki pasangan itu. karena terkejut, ratu pantai selatan tanpa sengaja memutuskan tasbih yang melingkar di leher panembahan senopati. dan bebatuan itu jatuh ke dasar sungai.
sampai kini, tempat itu biasa dipakai masyarakat sekitar dan bahkan dari luar kota untuk padusan. ( ritual mandi bareng ramai-ramai cowok dan cewek sehari menjelang puasa ramadhan). dan di dasar sungai itu memang tak ada satu pun kerikil atau batu-batu lainya.
banyak orang meyakini, andai sampai menemukan batu-batuan itu mereka mendapat berkah.
namun tak perlu kecewa jika ingin memiliki batu bertuah itu. di kios eyang kakung terhampar batu-batu bermacam warna itu. misalnya batu manik toya yang keputihan, manik mlaka yang yang berwarna kuning, kecubung, nilapakja dan seabreg yang lain.
dari tiap-tiap batu itu konon mempunyai manfaat yang berbeda-beda. misalnya untuk keselamatan, kewibawaan dan lainnya. namun dari berbelas-belas yang terpampang di list, tak ada satupun yang manfaatnya menjadikan pemiliknya kaya.khayangan, menurut legenda adalah salah satu dari empat pilar kekuatan supranatural mataram selain pantai laut selatan, gunung merapi (sebelah utara), gunung lawu (sebelah timur).
untuk memasuki kawasan itu ada peraturan tak tertulis yang melarang seetiap pengunjung memakai pakaian atau aksesori berwarna hijau. namun tak jelas juga, warna hijau dari gradasi seperti apa sampai kemana yang tak dibolehkan.
dari beberapa cerita penduduk, memang pernah ada sepasang gadis yang hilang (lenyap, moksa) dikarenakan memakai celana dalam warna hijau. entah berita ini benar atau tidak, yang jelas sampai sekarang tak ada yang berani melanggar.
termasuk aku



ooo… sering pakai celana dalam hijau… [manggut-manggut]
Comment by anakperi — May 22, 2007 @ 10:47 am
saya mah minta gadis dari kahyangan aja deh mas….
ada gak disana???
Comment by Tresno — May 22, 2007 @ 10:47 am
Mandi barengnya bugil atau masih pake baju?
Comment by Hedi — May 22, 2007 @ 5:42 pm
oh…jadi kyk para pendaki yg hilang di gunung lawu itu ya, karena pake ikat kepala warna hijau.
Comment by evi — May 23, 2007 @ 1:28 am
apa enaknya bercinta dgn mahluk halus ya?
Comment by bangsari — May 23, 2007 @ 1:37 am
weleh jadi long weekend kemarin kesitu ya, oleh-oleh! di lereng gunung lawu ada pringgadani, ga usah mbayangin ada gatotkaca disitu
Comment by iway — May 23, 2007 @ 1:48 am
wonogiri, bagusan mana sama waduknya??
Comment by mei — May 23, 2007 @ 5:29 am
dodolan batu akik saiki kang?
Comment by pitik — May 23, 2007 @ 7:43 am
hahahaha hari gini masih percaya itu, coba deh buktiin pake celana dalam hijau, hilang gak? itu nggak ilmiah banget. tapi kahyangan yang kamu ceritain indah banget, like heaven, thanks ya
Comment by awi — May 23, 2007 @ 7:44 am
baru tahu ada tempat ini. bung fanabis ikutan mandi2 atau bermohon juga nggak? btw, nggak ada yg manfaatnya kaya. maksudnya, pemohon disuruh usaha sendiri, hehe..
Comment by mpokb — May 23, 2007 @ 8:32 am
pernah kungkum juga yah mas?
Comment by kenny — May 23, 2007 @ 8:35 am
pantesan klo ke paris parang tritis dlarang pake baju hijau yah..sekedar mitos ato apa?
Comment by gita — May 23, 2007 @ 9:00 am
mungkin dari sini asal legenda kolor ijo…
Comment by eur — August 15, 2007 @ 5:18 am