dalam sebuah piring datar oval itu tampak juga sekerat jahe warna pink dan sambal warna hijau. bersebelahan ada secawan cairan coklat pekat.
hmm… penasaran juga. utamanya daging segar yang konon dulu hanya kaum bangsawan yang bisa menyediakannya. namun gimana cara makanya yang "benar"?
ternyata, sambal warna hijau mesti dicampurkan ke dalam cawan yang berisi kecap beralkohol. lalu untuk menemukan citarasa alami, mesti mengunyah jahe pink tiap akan menyantap yang lainnya.
sehingga citarasa masing-masing akan terasakan bedanya. nyam-nyam nyam.. rasanya unik. nasinya mirip beras yang tercampur ketan, agak liat. dan daging salmon segar tak "seburuk" yang aku kira. rasanya kenyal, mirip kelapa muda.
(ndeso banget yakkk! emang)
asyik juga. sensasinya ceria, meskipun lampu dalam lampion-lampion itu terangnya buram. apalagi kelebatan orang-orang menambah tempat itu semarak.
sekitar lima menit, tak ada yang bisa di sumpit. nambah lagi …
beruntung sekali aku malam itu. terimakasih teman baikku. mmuaaachh….
/>
selinting nasi, sekerat daging bening segar melapisi di atasnya. sekumpulan bentuk unik lain melingkunginya. namun dengan toping yang berbeda, ikan tuna, salmon, cumi, udang dan sejumput telur salmon keemasan terbalut nori.


wohoho…bar oleh traktiran tah mas??asyikkk..mantheb tenan!!
sushi???bukan makanan yang enak..*halah padune ilatku seng ndeso yakk* hihi
Comment by mei — May 2, 2007 @ 6:01 am
Aku makan sushi cuma sekali, itu karena ga suka dan kayanya ribet. Tapi alasan utamanya sih cuma satu, mahal
Comment by Hedi — May 2, 2007 @ 6:17 am
weleh aku nganti bosen mas…
Comment by gita — May 2, 2007 @ 10:09 am
waduh belum rasain sushi nih.. tapi denger2 ada penyakitnya ya akibat daging ikan yang tidak dimasak..
NGomong2 soal sushi sebenernya sushi itu asalnya dari Indonesia bukan dari Jepang… ga percaya..? Tanya ajah sama Alan Budi KUsuma suami sushi… kekekekekek…
Comment by Joomblo — May 3, 2007 @ 7:05 am
kalo lagi ngikutin bos di hotel, makanan penjajah ini selalu melimpah dihidangkan. tapi kok aku malah pengin muntah tiap kali memakannya ya?
Comment by bangsari — May 3, 2007 @ 8:37 am
nek arep mangan “sushi” yang lain, dicelupke nang sambel disik ra pak..
Comment by shemut — May 3, 2007 @ 9:27 am
lha…kalo gratisan, ad yg nraktir, aku juga mau, mas..hehehe..
Comment by venus — May 3, 2007 @ 10:36 am
emang yummyyyyyyy…..tp klo yg mentah2…pamitttt
Comment by kenny — May 4, 2007 @ 2:44 am
Wasabi sebaiknya jangan dicampur dengan kecap asin. Seharusnay wasabi itu diambil sedikit, lalu digosok2 pada langit2 mulut. Rasanya enak banget. Hidung rasanya seperti lokomotif.
Comment by Herman Saksono — May 5, 2007 @ 4:12 am
chuka wakame paling enakk.. glekk
coba deh ke sushi tei besok mas. ajak yak
Comment by didi — May 6, 2007 @ 12:50 pm
Hehehe enak betul yo puna banya temen bisa makan gratis haahah
Comment by Gunawan — May 7, 2007 @ 10:21 am
I received my first loans when I was not very old and this supported my business a lot. Nevertheless, I require the secured loan once more time.
Comment by MINERVABUCKNER35 — July 3, 2010 @ 7:41 am