sebenarnya saya enggan menonton film yang mengambil cerita dari novel. sebestseller apapun penjualan novel itu sebelumnya. nyaris sebagian besar sutradara gagal menterjemahkan alur cerita dan detail ke dalam bahasa gambar. biasanya beberapa bagian lenyap.
namun pada film Perfume: The Story of a Murderer (2006) sungguh lain. film yang dibintangi ben whishaw, ini begitu memikat sejak awal. adegan-adegannya memang agak datar , namun penuh kejutan. ben whishaw sangat pas memerankan jean-baptiste grenouille, sesuai dalam bayanganku ketika membaca novelnya yang ditulis patrick süskind: jelek, kurus, dekil dan ekspresinya “aneh”.
film dibuka dengan adegan grenouille yang meringkuk di penjara dengan tangan dan leher terikat. hari itu ia akan di eksekusi. lalu layar flash back ke awal dimana ia lahir di pelabuhan pasar ikan yang paling jorok di paris.
grenouillee, manusia tak punya aroma ini, ternyata penciumannya lebih tajam dari anjing. ia sanggup membedakan bau-bauan dari segala benda hidup dan mati. bau-bauan itu dirasakannya semuanya menarik, termasuk bau bangkai tikus, belatung dalam genangan darah atau bebatuan di dasar kolam.
sehingga ia nyaman saat bekerja di pabrik penyamakan kulit, setelah ia dijual oleh pengasuh panti asuhan yang serakah. dari pekerjaan ini ia berkenalan dengan giuseppe baldini, ahli pembuat parfum dari italia yang menetap di paris.
disinilah ia belajar meracik ramuan parfum. akhirnya ia tahu dari sepuluh ribu tangkai bunga mawar, hanya akan menghasilkan sari (essence) mawar merah satu ons. tak puas dengan bahan biasa, ia berekspresimen mencari essence dari kaca, batu dan seekor kucing. tentu saja gagal. ia tak mendapatkan aroma dari kaca atau kucing angora yang ia rebus dalam sebuah bejana besar.
suatu hari ia ke kota, dan ia mencium bau harum yang tak terperikan. hidungnya bergerak-gerak mencari dari arah mana bau keharuman itu datang. ternyata bau itu berasal dari seorang perawan penjual limau.
diam-diam ia mengikuti sampai ke rumahnya. dan dari sinilah petualangan psikopatnya berawal. ia terobsesi dengan aroma perawan. gadis itu dibunuh dan ia menciumi seluruh tubuh, rambut dan telapak kakinya. namun ia gagal mempertahankan dan mengumpulkan aroma perawan itu.
seluruh kota geger, telah sebelas gadis-gadis cantik lenyap satu satu. wali kota memerintahkan untuk melakukan operasi darurat. duganya, sang pembunuh adalah orang yang suka mengoleksi rambut. maka setiap warga kedapatan banyak wig di rumahnya di bunuh.
film yang berseting abad 18 ini begitu memikat namun cukup "menjijikkan". ini adalah film ketiga ben whishaw setelah The Restraint of Beasts (2006).
sayang sekali, film yang disutradarai tom tykwer ini tak beredar di indonesia. sehingga kalian tak akan bisa menonton adegan orgi massal di lapangan terbuka, saat grenouillee akan di salib lalu dipukul dua belas kali oleh dua belas algojo.
penasarankan?


