akhir-akhir ini  makin banyak media memberitakan kegiatan kemanusiaan. detik.com menulis ibu patimah yang terpaksa mengayuh becak untuk membeli obat suaminya. media lain, di sela berita-berita politik dan kuliner, tersisip sosok manusia tak berdaya melawan kemiskinannya.  

beruntung media yang menyuarakanya ke "luar". orang-orang bermurah hati tergerak mengulurkan tangan kasihnya.

seorang teman mengatakan, teman dia bertekad mulai menganggarkan sebagian penghasilannya untuk orang-orang yang membutuhkan mulai bulan depan.  ia merasa selama ini belum pernah berbuat hal  "bermanfaat" bagi orang lain.

memang sih, kata teori pareto, hanya 20 persen orang yang mau memberi dan 80 persennya lebih suka sebagai penerima.

karena memberi harus ikhlas, tentu tak perlu mengharapkan balasan. lupakan amal pahala dan sejenisnya. biarkan hal itu menjadi "misteri" yang bisa menambah memotivasi.

kalau kita lihat deretan dermawan di website tv, masih banyak orang mulia di negeri ini.  tentu tak perlu mempersoalkan jumah sumbangan mereka.  berbagi tak harus menunggu kaya raya bukan? tindakannya itu telah memberikan inspirasi kepada ribuan orang untuk melakukan hal yang sama.

jangan pedulikan koruptor. tak perlu membenci mereka. orang yang tak punya kesatriaan (dignity) itu hanya pantas dikasihani. kita lebih hebat dari mereka yang menyimpan uang sekoper dan tiga ember plastik di toilet hasil korupsinya.

nah, kalian yang ingin lebih hebat dari  mereka, pasti tak asing dengan deretan nomor-nomor  berikut. silakan dicermati:

  • jalinan kasih rcti :  bca. no rek : 128.308.8000
  • rcti peduli : bca. no rek :1283007000
  • kita peduli indosiar.  bca. no rek: 001-304-0009   
  • pundi amal sctv. bca. no rek: 0842662000    
  • yayasan dhuafa republika. bca. no rek: 237-301999-2
  • dompet antv peduli. bank mandiri cabang casablanca. a/c 124.009.601.0906
  • tpi peduli. bca. no rek : 319.302.8990

andai daftar ini kurang, masih banyak yayasan yatim piatu, rumah singgah atau panti jompo yang nanti aku bisa carikan alamat lengkapnya.

atau barang kali harus lebih jeli melihat lingkungan terdekat kita, jangan-jangan di sinilah tindakan terbaik kita paling diperlukan.

selamat!