
dua setengah harian di rumah ( rumah orang tua tepatnya) aku seperti ayam pedaging. makan-tidur-bercengkerama-makan. meskipun sebenarnya banyak pekerjaan kalau mau melakukan, karena kini orang-orang sekampung fokus pada sawah. musim panen tlah tiba.
aku sengaja memilih bercengkerama dengan bapak yang telah “pensiun” ke sawah. ia telah renta, tak sanggup lagi mempertahankan tubuhnya sebugar pikiran dan keinginan-keinginannya.
sesekali ia jadi “peninjau”, melihat-lihat, mengkritik dan mengomentari tetangga-tetangga yang membantunya pekerjaanya. mengikat atau mengusung bulir-bulir padi untuk di rontokkan. (dulu waktu seperti ini aku suka bermain lumpur mencari belut. )
sekarang ini aku agak kesulitan berbincang dengannya. pendengarannya makin jauh melemah. aku harus berbicara lebih pelan dengan gerak bibir lebih jelas, sehingga ia bisa membacanya. andai berkali-kali belum paham juga, aku terpaksa mengambil buku gambar dan spidol warna hitam. aku akan menuliskan kata-kata yang aku maksudkan.
soal semangat, ia masih seperti dulu: menyala-nyala, meskipun redup. ia mengeluhkan tulang belakangnya yang kian tak kuat menahan beban tubuhnya. duduk seharian membuatnya tak nyaman juga. beruntung, ada beberapa anak kecil yang suka bermain ke rumah. ia tak begitu kesepian.
oh ya, ia masih memperlakukanku seperti dulu, sebagai anak kecilnya. tetap "menyuruh” ke sawah untuk ikut membantunyabekerja. namun aku yakin ia tak sungguh-sungguh. buktinya ketika aku tak mengacuhkannya, ia tak marah.
bapak memang orangnya agak tak acuh kepadaku. (mungkin bapak-bapak yang lain juga bersikap begitu?). namun aku yakin ia mencintaiku, hanya aku tak bisa membacanya. ada yang bilang, untuk tahu bagaimana perasaan cinta seorang ayah, caranya hanya dengan menjadi ayah.
seingatku ia tak pernah membentak atau memarahiku. caranya menyuruh sangat simpatik dan simbolik. sehingga kalau aku mau “mikir” aku akan merasa bersalah dan tanpa diperintah lagi mentaati permintaanya.
ia juga tak begitu ekspresif menyayangiku, memeluk atau mengatakan secara verbal misalnya. kerja keras setiap harinya itu adalah bentuk sayangnya kepadaku. bisa jadi.
sebagian besar anak mengalami sepertiku. karena aku lihat banyak dari mereka memperlakukan orang tuanya seperti sebatas teman smu. say hello… ngobrol sana-sini, lalu ditinggalkan. tak lebih dari itu….
image diambil dari http://www.bigfoto.com


