ndeso, katrok! apa salahnya? bukan orang indonesia kalau ngga ndeso!
libur tiga hari ini menjadi hari suci bagi orang urban. kesempatan melewatkan waktu untuk pulang. ya pulang ke kampung halaman. klise, basi dan tak elit memang. namun sejujurnya, nyaris sebagian besar orang melakukannya.
buktinya, sejak h minus dua, tiket kereta api di gambir habis terpesan. bus-bus di lebak bulus tak kalah sibuknya melayani antrian berjubel calon penumpang.
sampai kapan pun, kampung halaman tak akan pernah pudar daya gugahnya, menyeret orang-orang yang selama ini (sok) sibuk dengan segala aktivitas pekerjaan dan gaul untuk kembali ke masa "asal".
begitulah resiko terlahir di zaman yang serba berlari. ( anthony giddens, menyebutnya "run away world). tiap detik otak terperas mencari cara untuk selalu menambah dan menambah lagi perolehan agar bisa tetap berada di puncak. tak ada jeda waktu untuk rehat.
perlahan-lahan jiwa-jiwa tergerus. kosa kata yang dimiliki semakin menyusut dan sederhana: hitam-putih, untung-rugi, ya dan tidak. diam-diam mereka menjadi robot. dan suasana kampung yang hijau, alami dan tulus bisa "mengubah" kembali menjadi manusia.:)
ayo kita pulang……:)
selamat merayakan paskah
mari kita libur, jangan kerja terus


