hidup yang singkat, mari kita rayakan
dailyApril 27, 2007 8:07 am

al kitabjumat siang, saat aku sampai lobby gedung untuk pergi ke masjid, temanku datang membawa bungkusan warna biru. penasaran, langsung aku buka. sebuah buku dengan sampul sewarna bungkusnya: al kitab perjanjian baru.

temanku yang unik ini kini rupanya "berulah" lagi. ia tahu benar aku seorang muslim, meskipun kadar keimananku layak diragukan. namun apakah ia dengan diam-diam aku terseret arus untuk mengikuti keyakinannya, aku tak yakin.

celakanya aku kok tetap mau membacanya. dan tak ada runginya memang. ada beberapa hal yang baru aku tahu setelah membaca buku mungil 407 halaman ini.

sebagian sudah sering aku dengar dari selentingan teman dan saudara kisah nabi Isa. juga dari beberapa film yang  pernah aku tonton. kisah kelahiran nabi isa sampai ia disalib di golgota.

ajaran-ajaran dia juga telahsering kau dengar dari ustad-ustad di radio atau buku-buku silam. misalnya andai memberi sedekah, janganlah  diketahui tangan kirimu, apa yang diperbuat oleh tangan tangan kananmu (matius 5:2).  

kalian mungkin juga belum tahu kan, kalau yesus ternyata dhikitan pada usia delapan hari. "ketika genap delapan hari dan ia harus disunatkan, ia diberinama yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum ia dikandung ibunya." (lukas 2:21)

selain itu, banyak hari raya umat nasrani selain hari-hari raya yang dijadikan libur nasional. alangkah indahnya andai hari-hari raya berikut dijadikan hari libur resmi oleh pemerintah: hari raya perdamaian, hari raya pentahbisan, hari raya pentakosta, hari raya pondok daun, hari raya roti yang tidak beragi.

membaca kisah nabi isa, kebayang aku ingin seperti dia. bisa menyembuhkan orang lumpuh/buta/tuli/ sakit kusta atau bisa memberi makan lima ribu orang sekaligus hanya dari lima buah roti jelai (yohanes 6:2-14). bagaimana caranya ya?

tak ada keterangan eksplisit di buku edisi kedua ini. kemana harus mencari ? 

 

dailyApril 26, 2007 12:40 pm

hari , kamis, 26 april 2006 pukul 15.00. untuk kedua kalinya aku niatkan untuk berhenti ngeblog. aku sampaikan niatan ini ke teman-teman, untuk minta "restu" agar berhasil. banyak yang menyangankan, satu yang mengaminkan.

dan pada hari yang sama, empat jam berikutnya niat itu telah berubah lagi. aku memang tak punya pendirian. lemah dan tak dapat dipercaya. (untung belum pernah ada orang lain yang merugi karena sikap keparat ini.)

begitu cepatnya moodku berubah. aku tak tahu apa yang menyebabkan.  atau memang aku sudah kecanduan ngeblog? apakah ada sesuatu yang menyebabkan otak/tubuh ini bereaksi sehingga aku merasa tak nyaman?

emang sih meskipun aku tak ngeblog, aku tak akan sampai berguling-guling dengan tubuh menggigil. otot-otot serasa lepas satu-satu nyaris tak bisa digerakkan.

aku tahu, hanya sedikit sekali bloger yang membaca tulisanku. bisa jadi tulisan itu tak memberikan informasi/ inspirasi apa-apa ke blogger lain. namun aku tetap saja menulis. kalau ngga, terasa ada sesuatu yang kurang.

seperti malam ini, ketika waktunya pulang, aku malah ngeblog. bodoh sekali aku. melakukan sesuatu yang nyaris sia-sia, tak ada manfaatnya. andai hanya untuk pemuasan diri / masturbasi,  betapa egoisnya aku! 

lalu apa yang aku cari?

entah.

aku tak tahu. tak mau tahu dan tak ingin cari tahu. 

sampai moodku berubah lagi, ingin berhenti lagi. kali ini aku akan lebih serius. aku akan buktikan. kita tunggu besok pagi, akankah ada update lagi?

dailyApril 24, 2007 11:31 am

pedagangbayangkan sebentar saja, malam mingguan di metropolitan. pasti menangkap gemerlap lampu, denting gelas dan kepul asap rokok. derai sekomunitas orang bercengkerama, gemulai perempuan berwajah menyala atau musik yang menghentak.

berbeda dengan malamku waktu kecil dulu.  yang selalu terdengar hanya suara jengekerik, gangsir, belalang, burung hantu yang magis atau pun orong-orong. sesekali suara benda jatuh dari mulut codot yang matanya buta itu.

ke dua malam di tempat yang kontras itu tak ada istimewanya memang. namun malam minggu kemarin yang aku habiskan di teras sungguh beda. sejak bakda isyak duduk, banyak pasangan berseliweran. abege, ibu-ibu dan anak kecil berjalan liar. juga bebunyian berganti-ganti.  

dalam temaram lampu  aku mendengar bebunyian itu. tik tok tik tok dari bakwan malang, tek tek tek dari tukang nasi goreng, atau dog dog dog dari mie goreng jawa timur. (mie ini unik, cara membersihkan wajannya dengan sapu lidi.) dan entah, suara lain aku tak bisa membahasakannya.

misalnya suara tet tet tet mirip terompet dari tukang roti, dan suara mirip peluit sakti dari tukang kue putu. namun yang benar-benar jelas hanya dari tukang sate (madura dan padang) yang dengan lengkingannya orang tak perlu menebak-nebak lagi.

makin malam, mereka menyurut, kecuali tukang sekoteng. dengan lampu lilinnya yang redup, pikulan yang rendah, laki-laki itu menyusuri gang di tengah malam. andai semua orang sepertiku, dagangannya pasti tak kan laku. seumur hidup aku belum pernah mencicipinya.

yang lebih "menyalak" mungkin tukang pijat keliling. ia menjajakan jasanya dengan bunyi yang menurutku mirip kaleng yang diseret. tentu saja tak nyaman di telinga. lalu aku berpikir, ketika sedang apa si pencipta bunyi menemukan ide tersebut?  apakah itu  suatu bentuk keputusasaan yang parah?

pada hal dari jarak kurang dari satu kilometer ke sebelah utara adalah istana negera. apakah pak presiden tetap nyenyak tidurnya melihat rakyatnya terpuruk, terseok-seok menghisap bau anyir ciliwung yang pekat?

tukang-tukang yang mengais rejeki di deretan petak-petak kamar ( aku tak menyebut itu rumah) sempit.  hebat mereka, punya daya tahan untuk bisa ekesis luar biasa. mungkin kalau aku, sudah menyerah. meskipun aku belum tahu bentuk penyerahannya seperti apa.

oh ya, aku akan menjadi tukang cerita saja. dalang tanpa wayang. seperti filsuf jama dulu yang mengajarkan cerita-cerita di bawah pohon dengan anak-anak berkerumun mengelilingya. bentuk sekolahan yang akhirnya menjadi seperti sekarang ini.

cuman apa yang akan kupukul-pukul agar menimbulkan bebunyian yang paling menarik? :)

filmApril 23, 2007 3:28 am

parfumesebenarnya saya enggan menonton film yang mengambil cerita dari novel. sebestseller apapun penjualan novel itu sebelumnya. nyaris sebagian besar sutradara gagal menterjemahkan alur cerita dan detail ke dalam bahasa gambar. biasanya beberapa bagian lenyap.  

namun pada film Perfume: The Story of a Murderer (2006) sungguh lain. film yang dibintangi ben whishaw, ini begitu memikat sejak awal. adegan-adegannya memang agak datar , namun penuh kejutan. ben whishaw sangat pas memerankan jean-baptiste grenouille, sesuai dalam bayanganku ketika membaca novelnya yang ditulis patrick süskind: jelek,  kurus, dekil dan ekspresinya “aneh”.

film dibuka dengan adegan grenouille yang meringkuk di penjara dengan tangan dan leher terikat. hari itu ia akan di eksekusi. lalu layar flash back ke awal dimana ia lahir di pelabuhan pasar ikan yang paling jorok di paris.

grenouillee,  manusia tak punya aroma ini, ternyata penciumannya lebih tajam dari anjing. ia sanggup membedakan bau-bauan dari segala benda hidup dan mati. bau-bauan itu dirasakannya semuanya menarik, termasuk bau bangkai tikus, belatung dalam genangan darah atau bebatuan di dasar kolam.

sehingga ia nyaman saat bekerja di pabrik penyamakan kulit, setelah ia dijual oleh pengasuh panti asuhan yang serakah. dari pekerjaan ini ia berkenalan dengan giuseppe baldini, ahli pembuat parfum dari italia yang menetap di paris.

disinilah ia belajar meracik ramuan parfum.  akhirnya ia tahu dari sepuluh ribu tangkai bunga mawar, hanya akan menghasilkan sari (essence) mawar merah satu ons.  tak puas dengan bahan biasa, ia berekspresimen mencari essence dari kaca, batu dan seekor kucing. tentu saja gagal. ia tak mendapatkan aroma dari kaca atau kucing angora yang ia rebus dalam sebuah bejana besar.

suatu hari ia ke kota, dan ia mencium bau harum yang tak terperikan. hidungnya bergerak-gerak mencari dari arah mana bau keharuman itu datang. ternyata bau  itu berasal dari seorang perawan penjual limau.

diam-diam ia mengikuti sampai ke rumahnya. dan dari sinilah petualangan  psikopatnya berawal.  ia terobsesi dengan aroma perawan. gadis itu dibunuh dan ia menciumi seluruh tubuh, rambut dan telapak kakinya. namun ia gagal mempertahankan dan mengumpulkan aroma perawan itu.

seluruh kota geger, telah sebelas gadis-gadis cantik lenyap satu satu. wali kota memerintahkan untuk melakukan operasi darurat. duganya, sang pembunuh adalah orang yang suka mengoleksi rambut. maka setiap warga kedapatan banyak wig di rumahnya di bunuh.

film yang berseting abad 18 ini begitu memikat namun cukup "menjijikkan". ini adalah film ketiga ben whishaw setelah  The Restraint of Beasts (2006).

sayang sekali, film yang disutradarai tom tykwer ini tak beredar di indonesia. sehingga kalian tak akan bisa menonton adegan orgi massal di lapangan terbuka, saat grenouillee akan  di salib lalu dipukul dua belas kali oleh dua belas algojo.  

penasarankan?

dailyApril 21, 2007 5:55 am

kawan baru selalu menyenangkan, kawan lama? saya meragukan ungkapan ini tepat. kawan lama konotasinya kok kurang nyaman. seorang kawan, tentu tak layak dipersepsikan sebagai "barang".  

di sini, di tempat kerja ini, aku telah mengalami berkali perkenalan. menyenangkan tentu saja. dan banyak juga mereka yang pergi melanjutkan "kariernya" ke tempat lain.  tempat yang sanggup mentransfer deretan digit lebih panjang ke rekeningnya.

ketika ditanya, perpisahan yang paling aku merasa kehilangan, aku bingung. aku tak kan pernah merasa berpisah dengan mereka. bukankah kita masih berada di bumi yang sama? apalagi sekarang nyaris tak ada halangan untuk komunikasi. bisa ketemu langsung, email, telepon, blog atau dengan "hati". :)

(aku yakin sebentar lagi ungkapan perpisahan dan kawan lama akan mengalami makna menyusut. tertuju hanya ke orang yang telah pergi ke alam lain, alam kubur, alam malaikat atau bisa jadi alam masa depan seperti di film-film science fiction itu.)

dengan jarak dan kuantitas komunikasi yang lebih jarang, biasanya hubungan terasa lebih dekat. bahasan pembicaraan lebih fokus, dan lebih bisa dimaksimalkan. bukan karena tak menginginkan suasana dulu, hanya keadaan saja yang memaksa untuk menyesuaikannya.

dan dari  "jauh" biasanya orang akan bisa melihat lebih objektip. oh ternyata selama ini dia telah melakukan kebaikan yang jarang kita sadari. yang sebelumnya dianggap biasa ternyata dahsyat! selain itu juga hal-hal kecil berkesan yang susah dicari gantinya.

kalau sudah begitu moment-moment itu berdesakan berlomba ingin keluar dari otak. misalnya, bagaimana dia diikuti satpam saat masuk ke gedung elit itu membawa sekarung pakaian yang akan dikirim ke aceh waktu tsunami.

atau saat menjadi kawan curhat yang sanggup "menjungkirkan" persepsi yang kuyakini selama ini.  (thx ya :) ) atau bagaimana ia harus berkeliling dari satu meja ke meja lain untuk meminta tanda tangan pengambilan uang makan

atau sekedar ceoltehan "mesum" dan ekspresi aneh saat dikerjain rame-rame. moment-moment itu yang tak mungkin berulang. dan kadang semua itu mengkristal memunculkan "kerinduan".

namun semua harus berlalu, tak ada yang sanggup menghentikan waktu. selamat kawan.., mudah-mudahan semuanya menjadi lebih baik. dan kita bertemu lagi pada kesempatan yang berbeda. gudlak.