jumat siang, saat aku sampai lobby gedung untuk pergi ke masjid, temanku datang membawa bungkusan warna biru. penasaran, langsung aku buka. sebuah buku dengan sampul sewarna bungkusnya: al kitab perjanjian baru.
temanku yang unik ini kini rupanya "berulah" lagi. ia tahu benar aku seorang muslim, meskipun kadar keimananku layak diragukan. namun apakah ia dengan diam-diam aku terseret arus untuk mengikuti keyakinannya, aku tak yakin.
celakanya aku kok tetap mau membacanya. dan tak ada runginya memang. ada beberapa hal yang baru aku tahu setelah membaca buku mungil 407 halaman ini.
sebagian sudah sering aku dengar dari selentingan teman dan saudara kisah nabi Isa. juga dari beberapa film yang pernah aku tonton. kisah kelahiran nabi isa sampai ia disalib di golgota.
ajaran-ajaran dia juga telahsering kau dengar dari ustad-ustad di radio atau buku-buku silam. misalnya andai memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu, apa yang diperbuat oleh tangan tangan kananmu (matius 5:2).
kalian mungkin juga belum tahu kan, kalau yesus ternyata dhikitan pada usia delapan hari. "ketika genap delapan hari dan ia harus disunatkan, ia diberinama yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum ia dikandung ibunya." (lukas 2:21)
selain itu, banyak hari raya umat nasrani selain hari-hari raya yang dijadikan libur nasional. alangkah indahnya andai hari-hari raya berikut dijadikan hari libur resmi oleh pemerintah: hari raya perdamaian, hari raya pentahbisan, hari raya pentakosta, hari raya pondok daun, hari raya roti yang tidak beragi.
membaca kisah nabi isa, kebayang aku ingin seperti dia. bisa menyembuhkan orang lumpuh/buta/tuli/ sakit kusta atau bisa memberi makan lima ribu orang sekaligus hanya dari lima buah roti jelai (yohanes 6:2-14). bagaimana caranya ya?
tak ada keterangan eksplisit di buku edisi kedua ini. kemana harus mencari ?
bayangkan sebentar saja, malam mingguan di metropolitan. pasti menangkap gemerlap lampu, denting gelas dan kepul asap rokok. derai sekomunitas orang bercengkerama, gemulai perempuan berwajah menyala atau musik yang menghentak.
sebenarnya saya enggan menonton film yang mengambil cerita dari novel. sebestseller apapun penjualan novel itu sebelumnya. nyaris sebagian besar sutradara gagal menterjemahkan alur cerita dan detail ke dalam bahasa gambar. biasanya beberapa bagian lenyap.
kawan baru selalu menyenangkan, kawan lama? saya meragukan ungkapan ini tepat. kawan lama konotasinya kok kurang nyaman. seorang kawan, tentu tak layak dipersepsikan sebagai "barang". 

