tak selalu hidup di metropolitan itu harus berbiaya mahal. tinggi rendah pengeluaran itu hanyalah masalah pilihan sikap/ gaya belaka.
ingin terus berhemat saat makan, datanglah ke de cost. restoran ini berada di pusat jajanan di Jakarta selatan, tepatnya kemang. konsepnya melawan arus yang konon daerah selatan tak sensitip masalah harga.
motonya mutu bintang lima, harga kaki lima memang bukan iklan. de cost mulai mematok harga paling murah yakni rp 250; untuk segelas teh manis. pengen nambah gratis.
tentu mahal di ongkos untuk yang berumah di tempat jauh dari kemang. namun tak sulit juga menemukan warung sederhana dengan harga yang sangat irit. warung tegal, warung solo yang berserak merupakan pilihan menarik.
untuk menu nasi putih, sayur, tempe, tahu dan teh hangat, cukup mengeluarkan uang rp 2.500;. untuk ukuranku nasinya cukup setengah saja, sehingga hanya membayar rp 2.000.
atau sekali-sekali makan malam di gulai tikus di perempatan jalan mahakam. suasananya yang funky dan nyaman itu hanya menghauskan kita membayar rp 3.500 untuk seporsi.
ok. sekarang andai ingin mencari baju dan perlengkapan lain dengan harga miring kota ini lebih menawarkan banyak pilihan.
sogo jongkok, daerah poncol senen, pasar ular adalah tempat popular para pencari barang bagus dengan harga murah. konon di daerah senen ada distro yang menjual baju bekas impor yang kini makin populer.
jangan khawatir andai kantong setipis silet untuk menuju tempat yang mungkin jauh itu. kita (aku) bisa menumpang metromini/ kopaja atau angkot lain.
metropolitan yang tampak egoistis dan garang, tak sepenuhnya benar. kejujuran dimana-mana masih dihormati. dari sepuluh kali aku minta ijin menumpang angkot ke keneknya, hanya sekali yang menolak. selebihnya welcome dan selebihnya sedikit cemberut.
jika nyali kecil, liriklah ke pasar jumat di deket rumah, pasar yang adanya di depan masjid. pasar kaget itu mengobral barang dengan harga tolong menolong (istilah mereka). bahkan ada lapak yang menjual barang “branded” dengan harga kaki lima. (mungkin barang bs atau entah sebab lain).
yang lebih penting tentu memasang telinga dan mata lebih awas untuk selalu update info tentang diskon atau sale. cuman harus hati-hati, sale disini kadang menjual barang sisa yang menumpuk di gudang. atau harga telah dinaikkan sebelumnya.
menarik bukan?
untuk menambah ilmu pun tak perlu membayar, tinggal bergabung dengan komunitas yang sesuai minat. anggotanya dengan senang berbagi info/ ilmu. mereka itu orang-orang baik yang mungkin tak pernah terduga sebelumnya.
untung aku tak merokok, aku tak menemukan rokok dengan harga murah. karena semua produk pabrikan. juga tempat kost. makin dekat dengan akses informasi makin mahal. kalau mau harus minggir ke luar jakarta yang tentu masih terjangakau.



tes aja. he he he he. sekarang udah bisa komen lagi. silakan.
Comment by Administrator — March 21, 2007 @ 6:17 am
heheheh..sogo jongkok sgala, klo sini emang ada reject shop barang yg gak lolos QC, klo pinter dan sabar milih dijamin dpt bagus, brand bagus pulak. Tiap ada perayaan pasti ada sale hebat biasanya menjelang perayaan idul fitri, imlek, depavali, klo libur sekolah sale nya biasa2 aja.
Comment by kenny — March 21, 2007 @ 6:46 am
enakan sale srikaya or coklat..bisa dinikmati dan dirasakan
Comment by anoying — March 21, 2007 @ 11:29 am
kancaku banyak yang ngomong dari mulut ke mulut tentang sogo jongkok, aku pgn ksana euy..cuman kata presideh BH adanya cuman hari minggu…mungkin patut d coba
pasar ular, aku dapat jam tangan merk seiko cuman seharga 80rb. tapi saiki dah ilang, d ilangin adhiku..hiks*lah malah curhat=)
Comment by mei — March 22, 2007 @ 3:53 am
Sogo jongkok mah, aku udah tahu dr dulu. kalo mo balik ke prancis, aku selalu mampir utk beli baju anak-anak cewek yg harganya 20ribuan. Buat oleh-oleh cukup pantes, krn orang kira baju-baju itu seharga 10 euros(inipun harga obralan), ada yg berpikir hrgnya 20 euro.
Wakaka…tertipu mereka…
Comment by Julia — March 22, 2007 @ 4:07 pm
yaaah, kalo mu hidup sederhana semua yg murah n meriah tetep bisa kita temukan. Susahnya kita semua kadang lebih suka hidup besar pasak dari pada tiang.
Comment by elly.s — March 22, 2007 @ 5:26 pm
ho’oh mas, kalo pinter-pinter ngatur bisa dapet yang heboh. kalo suka nunggu diskonan mas…hehehe
Comment by jt — March 23, 2007 @ 1:48 am
terjamin ga kesehatannya tuh?
Comment by aVank — March 23, 2007 @ 9:03 am
baguslah anda tidak merokok mas
Comment by bu guru — March 24, 2007 @ 3:48 am
pa-ul barangnya sudah lama tidak berbeda dengan mester, tanah abang bahkan blok m kok…barang dari kapal terakhir yang aku dapat…dulu banget pas musim sepatu doc mart…kesini makin biasa saja barang²nya
Comment by oon — March 24, 2007 @ 5:11 am
smoga kalau udah cukup uang gak terlalu irit lagi; sebab ekonomi perlu digerakkan. salam.
Comment by aroengbinang — March 24, 2007 @ 12:03 pm
kebayang baju bekas orang panuan….
Comment by passya — March 25, 2007 @ 6:55 am
untungnya saya gak doyan blanja-blanji
Comment by venus — March 26, 2007 @ 5:59 am
when shoppin’ is morethan just a habit, adalah fenomena yg gw rasa blakangan ini, cape, seru, norak, happy, maruk, hematttt jadi gambaran petualangan demi mendapatkan great stuffs with great price
Comment by lia- — March 30, 2007 @ 7:36 am
ngmongin sogo jongkok tak pernah habisnya, sekarang walaupun produknya masih terbatas, seperti laptop, alat laboratrium, furnitur, sudah dibuka sogojongkok online. anda bisa lihat disini http://sogojongkok.blogspot.com
Comment by Dang Au — June 29, 2007 @ 4:34 am