naik delman
pada hari minggu ku turut ayah ke kota
naik delman istimewa ku duduk di muka
di samping pak kusir yang sedang bekerja
mengendali kuda supaya baik jalannya
tuk-tik-tak-tik-tuk tik-tak-tik-tuk tik-tak-tik-tuk
tuk-tik-tak-tik-tuk tik-tak suara s’patu kuda
seminggu ini, seharian aku mendengarkan lagu-lagu anak. hujan, naik delman, pelangi, naik-naik ke puncak gunung dan lainnya. bukan kebetulan aku memutarnya. lagu-lagu yang selama ini aku dengarkan terasa tak lagi nyaman di telinga. di hati juga.
entah, akhir akhir ini hari terasa aneh. tak ada kejadian atau beban masalah yang berat sebenarnya. semua rutinitas harian berjalan normal, namun sepertinya ada sesuatu yang kurang. aku merasa tak penuh. kadang muncul perasaan marah, namun kepada siapa? kadang ingin menangis meskipun tak tahu apakah aku sedih atau bahagia.
sambil kerja, aku mencoba mengelabuinya dengan mendengarkan lagu-lagu snada yang menyentuh, josh groban yang “megah” dan the elegance of pachelbel yang damai. namun gagal.
lalu searchinglah aku lagu-lagu anak. aku mendengarkan nada-nada dan lirik riangnya. ingatanku memutar kenangan lama sewaktu di taman kanak-kanak: bermain dengan warna-warna, beranggap Tuhan tuli dengan berdoa keras-keras atau bangganya mempunyai jegrekan ( stapler) hasil curian.
aku menikmatinya. aku ingin mengulanginya. namun sayang aku hanya bisa melompat dari kiri ke kanan, bukan dari hari ini ke esok atau kemarin.
karena keasyikan dengerin lagu itu, aku tuli. tak mengacuhkan panggilan teman sebelah. tanpa kutahu ia melepas kabel headpon. menolehlah orang-orang ke mejaku mendengar lagu naik delman dari komputerku.
mereka menganggapku sakit jiwa kronis. apalagi menurut mereka selama ini aku agak "aneh". benarkah?
mungkin. aku belum sempat periksa dan konsultasi ke psikiater. namun aku ragu aku sakit jiwa. meskipun hampir pasti setiap orang yang jiwanya sakit merasa dirinya baik-baik saja.
buktinya aku masih rajin mandi dua kali sehari, pagi dan sore. dan sampai detik ini, aku belum punya keinginan untuk membunuh seseorang. sama sekali!
SELAMAT MERAYAKAN NYEPI
atau
MARI BERLIBUR



hiiii
Comment by Administrator — March 21, 2007 @ 6:19 am
Thanks God, selama ini saya pikir cuma saya yang sering mengenang & “melakoni” kembali keceriaan masa kecil saya, tapi emang sich menurut temen saya yang psikiater, sifat kekanak-kanakan lebih lama terpendam pada seorang laki-laki, maka dari itu wanita lebih cepat “mendewasakan” diri mereka (itu kata temen saya loh…) = Salam kenal =
Comment by Abner — March 30, 2007 @ 6:52 am