lari pagi itu seperti sebelumnya, selalu hanya kakek-kakek dan nenek-nenek yang aku papasi di jalan yang mengitari tanah berbentuk bujursangkar itu. menariknya tanah kosong itu ditanami bermacam kacang dan pisang.
diam-diam dari belakang ada yang menguntitku. bukan. ia tak mengikutiku namun sama sepertiku, lari pagi. tampaknya mereka berteman akrab. aku tertarik dengan salah satunya. namun aku enggan berbincang dengannya.
perawakannya kekar. kakinya berotot melangkah bebas. matanya berbentuk buah almon yang menyipit di ujung. ini perjumpaanku pertama kalinya denganya. aku mencoba mencari tahu lewat temannya. akhirnya kutahu, ia bernama kimu.
ekspresi paras mukanya cool and clean. ketika aku tanyakan ke temannya, dia membenarkan. selain makanan yang harus dijaga, dia harus melakukan perawatan semiggu sekali. dan sebulan sekali ia chek up kesehatan di sebuah klinik khusus.
sedikit tahu tentang dia, semakin aku penasaran. namun aku masih enggan ngobrol langsung dengan kimu. akhirnya aku tahu, dia bersal dari kota kecil yang bernama dah let di provinsi kwan tung, china.
orang-orang mengenalinya sebagai chinese sharpei. di negeri asalnya ia dikenal sebagai petarung. namun sempat dibenci dan dimusnahkan karena ia sangat rakus. saat itu di china sedang mengalami kekurangan makan.
beruntung matgo law yang dari Hongkong menyelamatkan shar-pei dari kepunahan. keberhasilannya ini disambut gegap gempita di seluruh dunia. karena kelompok ras ini selain terkenal kesetiaanya, percaya dirinya tinggi, independen, tenang dan sangat menjaga kebersihan.
sayang dia kurang mudah bergaul. keunikan lainnya, ia mempunyai banyak kerutan di tubuhnya dan memiliki moncong tebal/ tumpul mirip kuda nil.
temannya itu, sambil berlari berjejeran ia menceritakan kimu dengan bangga. setiap pagi ia harus mengepel bulunya dengan handuk yang telah dibasahi dengan air yang dicampur anti kuman. lalu berjemur dibawah matahari.
lalu mereka makan pagi. menunya selalu sama pedigree kaleng (basah) atau kadang kering. sore hari kimu menyantap snack /biskuit berbentuk tulang. sesekali kimu mendapatkan vitamin. ritual lainnya adalah mandi di salon dua minggu sekali.
kimu ternyata buta warna dan rabun jauh. ini bukan penderitaan, karena memang semua anjing begitu. agar pintar, ia harus mengikuti beberapa pelatihan kepatuhan, keangkasan dan pelacakan.
teman kimu mengakhiri ceritanya setelah tukang ketupat sayur lewat dan aku menyetopnya. menu makan pagi yang kimu tak akan pernah mau mengendusnya.



wealah…. kirain kimu siapa.
btw kimu tu anjing jenis apa? golden retriever?
Comment by syah — March 15, 2007 @ 7:05 am
walah, untung bacanya sampe abis. Tadi malah sempet mau nitip salam ha..ha..ha..
Comment by de — March 15, 2007 @ 11:15 pm
halah masss..hehe, kirik to
hehe tak pikir lak don juan ala chino..wes jan sampean ki=)
Comment by mei — March 16, 2007 @ 3:04 am
Nyaris
Ga taunya anjing, dasar anjing
Comment by Hedi — March 16, 2007 @ 3:57 pm
walah, kirain nama orang
Comment by venus — March 17, 2007 @ 12:59 am
untung masih inget lontong sayurnya….kirain trus jadi tertarik ama pedigree nya si kimu
Comment by kenny — March 18, 2007 @ 12:30 am