untuk pertama kalinya aku menemui para blogger, jumat 9 maret 07.

malam itu usai dari teater kecil tim, aku menuju jalan raya, pulang. kebetulan presiden hi memindahkan jumatannya ke tim, sekalian menghadiri pengajian kiai kanjeng cak nun.

aku pikir kenapa tak sekalian menemui mereka, bangsari dan bahtiar, makhluk yang sangat banyak fans nya di lintasan kabel fiber optic.

hujan deras memaksaku minggir ke wartel di samping garasi mobil pemadam kebakaran. senyatanya kami berada di tempat yang jaraknya dekat. berempat kami bertemu. satu blogger yang aku masih asing: rohibun. kami berbasa basi basi di tengah hujan, lalu sepakat mencari tempat teduh.

kaki-kaki mereka yang setengah telanjang mengecipak memijak air. namun aku membiarkan sepatuku yang terlanjur kuyup. kami mendapatkan kehangantan pada segelas teh manis panas. selebihnya pada obrolan dan cerita-cerita mereka.

mas bahtiar, presiden hi banyak fans itu, ternyata orangnya cukup "berwibawa". kata-katanya yang terlontar sangat terpilih dan intonasi bicaranya terjaga, mirip presiden sby saat menjawab pertanyaan pers.

aku mengimbanginya, berhati-hati menahan diri, tak cengengesan, takut dianggap tak sopan :) .

berbeda dengan bangsari yang lebih “funkeh”. rupanya ia sangat lihai bagaimana berkomunikasi untuk “menguasai” lapangan. kami bertiga “tersihir”, “terpaksa” mengikuti semua pembicaraan yang ia sampaikan.

sesekali asap putih mengepul. mereka semua pecandu nikotin tingkat tinggi. ini aku saksikan dari jenis pilihan rokoknya yang kadar tarnya banyak.

memang kami hanya bertemu sebentar. namun kesan yang selama ini menganggap kopdar garing agak berubah. bangsari mengabarkan, tanggal 14 april akan ada kopdar blogger di wisma tempo di puncak.

ia memastikan akan hadir untuk bercengkerama dengan fansnya yang selama ini hanya kenal secara maya. menarik?

hujan di luar telah enyah. aku tak bisa lebih lama, harus pulang. kami berpisah di simpang kiri jalan di depan tim. mereka akan melanjutkan “ritual”nya begadang sampai pagi. seperti yang sering ia lakukan seminggu sekali.

tiba-tiba presiden hi mengatakan minta maaf? minta maaf apa?

rupanya ia sangat sibuk. tak ada waktu untuk menuliskan komentar di blog ini. namun ia meyakinkan (meskipun aku percaya) ia selalu membaca postingannya. ia merasa “tak enak”, karena aku selalu menyempatkan berkomentar di blognya.

mengharukan.

malam itu juga, aku langsung mengutak-atik template blog ini. mencari-cari bagaimana cara menghilangkan link komentar yang selalu muncul di setiap akhir tulisan. cukup sudah link itu tak megenakkan seorang presiden hi saja. namun sampai sekarang belum berhasil.