malang benar penumpang busway jalur 6 ragunan-halimun yang melintasi jalan warung buncit raya. jalurnya saat jam sibuk berubah menjadi jalan umum. tembok penyekat jalan warna kuning hitam setinggi 15 senti dianggap tak ada fungsinya.
setiap pagi dan sore saat jam pulang kantor, mobil plat hitam, kuning, merah, motor segala jenis berebut menyosor jalur lurus kosong itu. seolah pelanggaran itu dimaklumi. polisi yang berjaga dianggap tidur, karena memang hanya mematung tak bergerak.
tentu pemakai busway sangat dirugikan. apalagi sampai sekarang jumlah bus yang beroperasi belum memenuhi janji yang diikrarkan. sempurnanya masih menunggu sampai juni mendatang. penumpang harus berdesakan melebihi metromini. suhunya lebih panas dari ruang kremasi.
parahnya, banyak orang menyeberang tidak di jembatan yang tersedia. orang-orang yang melintas dengan berlari kecil itu mau gak mau ikut memperlambat laju busway. belum lagi banyaknya tanda lalu lintas yang membolehkan kendaraan putar balik.
tak aneh jika kemarin (8 maret 07) salah satu busway menabrak seorang ibu hingga tewas. sopirnya yang bernama siti, seperti yang aku baca di warta kota langsung pingsan di tempat duduknya.harapan kakek yos yang menginginkan para pemobil pribadi pindah ke busway tentu sama saja bagai rakyat indonesia yang merindukan negerinya bebas korupsi. sia sia belaka. andai aku ada bajet beli mobil, aku tak akan mengurungkannya. tetap memilih naik mobil sendiri, bukan naik busway.
waktu itu aku ke kuningan dengan menumpang busway. aku ternyata lupa, kondisi busway masih darurat. sampai di sana temanku yang menumpang kopaja lebih cepat sampai. aku yakin sampai bulan juni, banyak masyarakat yang lebih memilih menumpang bus biasa. kapok.
beruntung sampai sekarang belum terdengar kasus kriminal pencopetan atau perampokan. kecuali lamat-lamat kasus pelecehan seksual yang susah dibuktikan kebenarannya.
andai busway seperti mrt yang ada di jepun atau singapura yang sering aku dengar itu. kenyamanannya bisa membangkitkan setiap orang untuk membawa buku dan membacanya. santai tak berdesakan. hmm… aku bermimpi terlalu cepat rupanya. untuk sampai pada situasi yang seperti itu, paling ngga perlu waktu minimal dua generasi.
entah saat itu aku akan telah berreinkarnasi menjadi apa. atau telah berhanda-handai bersama bidadari-bidadari di sungai susu. atau malah meringkuk di petak sempit dalam kegelapan di hajar si malaikat cambuk api?
entah. apapun semoga saja lebih nyaman dibanding naik busway koridor 6 saat ini.



nada sinis wah… kalo begitu selamat datang di Jakarta. hehehehe
eh mas,... YM kmu apa to alamatnya? keren_aja2000? saya add ya…
Comment by syah — March 9, 2007 @ 8:29 am
klo ngojek gmn? sayang disini gak ada ojek, adanya cuma bis ama taxi aja
Comment by kenny — March 10, 2007 @ 8:17 am
8YWQgX fmfvchcygnek, [url=http://hfnprjjqmnoq.com/]hfnprjjqmnoq[/url], [link=http://oyltggoduqhk.com/]oyltggoduqhk[/link], http://pwtbziikxscw.com/
Comment by lcqxyunvq — February 25, 2011 @ 9:57 am