lagi nyari baju muslim, datanglah ke istora senayan. di event islamic book fair 2007, nyaris setengah stand bagian dalam, berserak perlengkapan muslim hingga gantungan hape dan suplemen makanan kesehatan sampai baju batik.

persis seperti bayanganku yang telah pesimis. sore itu aku ogah-ogahan datang ke istora, karena tak ada acara lain yang lebih menarik.

namun khayalanku yang selalu negatif itu kena batunya. lupakan baju, tengoklah deretan penerbit yang menyusun diskonnya rapi jali. pameran kali ini cukup menarik. semua penerbit berlomba memberikan diskon besar. paling kecil 20 persen. untuk stand yang hanya ngasih diskon 15 % aku anggap tak ngasih. mending ke laut aja deh mereka.

dari banyak penerbit yang memberikan diskon, lkis dan serambi yang paling mengagumkan. serambi menggelontorkan diskon sampai 50 persen. ini bukan diskon basa basi. bahkan ada buku yang hanya dihargai sepuluh ribu atau dua puluh ribu. tak hanya buku islam, namun juga fiksi. contohnya novel amin malof  (nama tuhan yang keseratus dan samarkand diobral dengan diskon 40 persen.

lkis juga dahsyat. semua harga bukunya di diskon beneran. karena harga yang tertampang sama persis dengan harga yang ditoko buku. mungkin baiknya belanja buku hanya pada saat pameran aja. tiga kali setahun kalau gak salah. andai kisaran diksonnya sebesar ini.

namun harus hati-hati. besaran diskon yang tak sama antar penerbit/ toko buku membuatku nyesek. harga novel the fall di sebuah stand yang di depan 64.000 dengan diskon 20 persen. namun setelah jalan ke dalam, buku karangan perempuan as itu hanya perlu uang 20 ribu untuk membawa pulang.

pameran kali ini lebih banyak acara yang disajikan. selain diskusi dan pentas musik macam snada seperti tahun lalu, ada peserta dari negeri brunei darusalam. namun sayang aku tak sempat mampir. aku lebih fokus ke al quran berwarna yang masih diimpor dari india.

dengan warna merah kuning hijau biru, anak/orang  yang baru belajar akan dimudahkan mengenali tajwid. kalau aku sih tetap aja bingung karena tak tahu juga apa itu idghom, iklab dan seterusnya. aku lebih  memilih al quran import, namun dari beirut yang cukup kecil bisa dibaca kemana-mana.

entah kenapa pengunjungnya malam itu kok sedikit. mungkin karena hari kerja, bisa jadi hari minggu akan berdesakan. jadi datanglah ke pameran buku sekarang saja. sungguh tidak garing dan murah.  

sayang aku hanya membawa pulang 5 buku. semua fiksi, tak ada hubunganya sama sekali dengan islam. :)