peristiwa besar dalam kehidupan seseorang mungkin sebuah pernikahan, setelah kelahiran dan kematian.

layaknya perperistiwa besar, semua orang sangat acuh, konsern, fokus mempersiapkan dan merayakan.  yang belum berjodoh, kadang sampai harus melakukan "perburuan".

kemarin aku bertemu teman lama, persis seperti teman lain dia menanyakan kapan aku akan menikah. klise, basi banget dan tak kreatip! . pertanyaan senada itu kini sudah sampai pada taraf yang menjengkelkan bagiku.

andai yang bertanya orang tua-orang tua kampungku di pelosok sana, aku akan tetap menjawab dengan senyum.  mungkin mereka mengganggap begitu menderitanya diriku belum berpasangan.  aku masih bisa memaklumi.

namun ketika yang bertanya itu seorang yang mengaku eksekutip metropolitan, aku jadi bertanya-tanya. kenapa mereka hanya berpikir, kebahagiaan hanya bisa dicapai dengan jalan menikah?  bahkan seorang ustadz/ konsultan manajemen ngetop  pun berpendapat sama. “surga bagai lajang adalah ketika dia menemukan pasangan dan menikah”.

memang bermilyar orang telah melakukannya. dan mereka tak salah. namun dari sekelompok kecil yang memutuskan belum/ tidak menikah saya kira sama tak salahnya.

banyak alasan orang belum/ tak menikah. kemungkinannya bisa saja dia ( laki-laki) frigid, impotent, gay, merasa terbebani, menolak monogami, menolak perselingkuhan atau ia mencintai objek yang berbeda: benda-benda atau bahkah Tuhan.

dalam beberapa literalur (yg salah?) seseorang yang tak menikah malah disebutnya sebagai orang yang istimewa. dan ada yang mengatakan seks itu bukan kebutuhan vital seperti makan dan minum. karena tanpa makan dan minum orang bisa mati. orang tanpa seks, mungkin bisa sampai pada puncak pemahaman tentang dirinya sendiri.

sebagai orang dewasa yang waras, tentu seseorang yang belum/ tak menikah mempunyai pertimbangan yang sangat personal dan tak bisa digeneneralisir seperti teman saya yang berusaha mencomblangi meskipun secara tak langsung.

mungkin niatnya baik, namun dia lupa. secara tak sadar ia telah merendahkan insting kemanusiaan seseorang menjadi lebih rendah dari  seekor serangga yang rela mati setelah bercinta dengan pasangannya. :)