semua bisa menebak, dari judulnya novel ini berkaitan dengan budaya tionghoa. benar penulisnya menuturkan sejarah urbanisasi orang guang dong ke tanjung priok.

mereka yakin, kemanapun pergi, naga  akan melindunginya. dan  yang kita tahu, memang orang china punya daya tahan survive dahsyat.

novel ini mengisahkan empat perempuan tangguh dari empat generasi yang berbeda: yang kuei fei, a sui, sui giok dan swan lin.    dari tahun 1723 sampai dengan  2001.

yang kuei fei, sebagai selir baru kaisar jia shi, merasa diabaikan. tak sabar menunggu, ia menusukkan konde di tanagn kirinya. siasatnya berhasil. selir utama tergantikan posisinya.

tak lama kaisar terbunuh, entah siapa yang meracunnya dengan semangka. menghindari tuduhan, yang kuei fei meloloskan diri  dibantu kam su, pengawalnya. hanya gelang giok naga pemberian kaisar yang bisa dibawa.

sampai disini, konflik belum memuncak sampai ia mempunyai anak a sui. batu giok  naga diwariskannya saat anak satu-satunya pergi ke negeri subur di selatan. tibalah dia di tanjung priok dan memulai usaha mebelnya. mereka hidup bahagia. belanda menyukai perabotnya yang halus.

saat belanda terusir, a sui yang banyak anak bangkrut dan suaminya meninggal.  dibelit kesusahan beruntun ia menggadaikan gelang giok naga ke a lin, rentenir kaya yang kelak menjadi besannya. anak lelaki bungsunya menghamili sui giok,     anak a sui.

perseteruan dua nenek ini digambarkan dengan lucu dan alamiah. tak jarang penulisnya, leny Helena menyajikan pernak-pernik  kebiasaan dan budaya orang tionghoa. termasuk gambang kromong yang diklaim sebagai budaya betawi, berasal dari china yang menyesuaikan dengan alat musik yang ada.

bentuk pemaparan novel ini seperti sebuah laporan perjalanan. diceritakan secara  liniear berdasarkan urutan tahun kejadian. moment kerusuhan mei 98 turut menginspirasikan helena dalam menceritakan kisah cinta swan lin dan ruli.

novel ini sanggup menyisihkan rivalnya dalam ajang sayembara mengarang sebuah majalah. lalu qanita membukukannya pertama kali tahun 2004.

membaca novel ini, tak hanya menemukan gaya cerita yang realis, tapi juga dongeng  dan tinlit, kisah cinta anak muda yang picisan.

Gong XI Fat Choi!