novel ini pernah di gugat sendiri oleh masyarakat bali, tempat lahir I wayan artika yang dijadikan seting cerita. lalu dihentikan publikasinya. yang lebih dramatik penulisnya diadili warga dengan keputusan yang sangat mengenaskan: diusir dari desa adat dan dilarang bersembahyang di pura selama lima tahun.
alasannya, novel ini isinya melecehkan adat desa setempat. pengarangnya memakai teknik etnografi, sehingga penggambaran peristiwa berdasar pada fakta dan realitas di desa tersebut. sangat filmis dan detail.
natal 2003, I wayan harus mempertanggungjawabkan tulisannya di depan para tokoh modern, pemuka adat, tokoh tradisional adat di balai desa. namun terlalu lebar salah paham antara I wayan dengan masyarakat. sehingga keluarlah vonis itu.
novel ini mengisahkan suami isteri nyoman sika dan ketut artini yang melahirkan sepasang bayi kembar buncing, laki-laki dan perempuan.
menurut adat, peristiwa itu merupakan aib besar bagi desa. bayi dan keluarga muda itu harus menjalani hukuman, dibuang di suatu tempat terpencil dan tinggal di gubuk darurat tanpa boleh dijenguk oleh kerabat dan siapa pun selama tiga bulan.
orang-orang lalu mengkait-kaitkan aib itu dikarenakan kakeknya pernah mencongkel permata pura dalem dan mungkin juga karena kakeknya komunis.
masa pembuangan usai. namun pasangan muda itu harus menjalani upacara untuk membersihkan desa dari aib: malik sumpah.
tengah malam, di tengah kerumumnan warga yang membentuk lingkaran, nyoman sika dilolosi pakaiannya. dari keremangan cahaya bulan, dua pasang mata menatap tajam. seorang perempuan cantik penari joged bumbung dan pemuda tampan yang dikenalnya di pemandian umum. dua orang yang kecewa karena cintanya kepada nyoman sika tak terbalas.
penderitaan itu belum berakhir rupanya. orang tua muda itu harus rela melepas salah satu bayinya. bayi kembar itu harus dipisahkan sehingga kelak saat dewasa mereka tak pernah tahu bahwa mereka adalah saudara kandung, sedarah.
diam-diam warga diminta oleh peraturan adat untuk merahasiakannya.
pada akhirnya, agenda adat ini adalah mengawinkan keduanya menjadi sepasang kekasih abadi. warga yakin, mereka telah dijodohkan sejak dalam rahim. akankah usaha adat itu berhasil mewujudkannya?
novel yang judulnya incest ini pernah memenangi lomba yang diadakan koran bali post. ini adalah novel kedua I wayan artika yang dosen ikip negeri singaraja. diterbitkan oleh pinus.



menarik kayaknya jalan ceritanya, sampe sini gak yah novelnya?
Comment by kenny — February 15, 2007 @ 3:23 am
mungkin karena alasan keamanan itulah makanya setting tempat di novel Burned Alive juga disamarkan
Comment by de — February 15, 2007 @ 4:11 am
mungkin untuk melindungi korban nama mereka disamarkan, misalnya mawar, bunga, gadis.
Comment by jt — February 15, 2007 @ 4:53 am
duh, buku baru lagi? yang ‘cantik itu luka’ aku blm dapet. di inibuku.com lagi kosong
Comment by venus — February 15, 2007 @ 6:35 am
sepertinya menarik, setting bali selalu menrik untuk d baca..mungkin karena kemesteriusannya ya..
hunting buku pinjaman lagi nihh..hihi
Comment by mei — February 15, 2007 @ 7:24 am
Kasihan, korban adat!
Comment by Julia — February 15, 2007 @ 8:14 am
Lama-lama, minat minim saya terhadap novel bisa berubah. Soalnya, ada kecenderungan novel sekarang justru mengambil setting yang nyata
Comment by Hedi — February 15, 2007 @ 2:58 pm
Mereka dari desa Munduk? Koq sepertinya pernah dengar cerita ini?
Comment by Julia — February 15, 2007 @ 3:32 pm
Jadi, kembar buncing itu aib di bali ya?
itu ceritanya bisa dikatakan diangkat dari kisah nyata mas?
Comment by joni — February 15, 2007 @ 9:02 pm
Ini mungkin ada kaitannya sama penyakit genetik kulit bersisik di Bali akibat perkawinan sedarah
Comment by irwan — February 16, 2007 @ 7:00 am
dUh ….
noVel na keran banget..
saya sampai baca 3x lho dr sya beli..
keren abis deh…
saya kaya ikut terbawa ke dalam suasana di desa dalam novel tersebut…
Comment by adhika putri — November 18, 2007 @ 9:01 am
weLL, sy negh org baLi memang..
pi sy gk abieZ piKir knp pristiwa mcam kembar bUncing kyk gtu musTi nrima sanksi adat yaitu diasingkan/dikucilKan…
tRuz, knp cewe yang hamiL di Luar nikah (misalnya) dianggap pristiwa yg biasa2 ajah..
knp gk diasingkan jg ?????
hamiL diluar nikah kan bikin aib juga…
mncemarkan nama lingkungan/daerah juga…
ENGGAAAAK ADIIILLLL …..



emank apa saLahnya sich kLo ada anak2 Lahir kembar buncing…????
sy pikir tu sah2 ajah..
mereka en kLuarganya kan gk bikin dOsa..
saya rasa ada banyak peristiwa yg muzti Lebih dikaji uLang di tengah masyarakat..
biar gk jd pOLemik yg terus2an mpe gk ada ujungnya en pada akhirnya akan menjadi masaLah kLasik yg gk prnah kTemu pnyeLesaiannya…
ayoooo doooonkzzzzz….
ini udah tahun 2007 ..
masa masih brpikiran dangkaL kyk gitu sich..?!
APA KATA DUNIA …... ?????????
Comment by Lesi — November 18, 2007 @ 6:08 pm
Hari gini.

!
Comment by toEcH0u — September 17, 2008 @ 2:04 pm
aku udah baca novel ini..aku jadi pengen ketemu ma PAk ARtika SendirI,,aKu Bener2 PenGen TaU KenaPa Dia MEsTi DIaDiLI..HaNYA KaRenA DIa MEmaKai NaMa DeSaNYa???aTaU MemAnG SoSok DarI NYOMan Sika Ma KeTUt aRtiNI ITu ada…DaN kaLaU aDa aKu PEnGEN bAnGEt DEngEr DaRI NYoMan SiKa ItU SeNdIrI enTaH NamA Itu BENEr aTau HaNYA SaMaRaN…
Gag aDiL BanGEt KaYAna BUaT PaK aRTiKa Itu seNdiRi,,eManGnYa KEnAPA KalO KiTa BeneR@ MEnGGaMBaRKan KEaDaaN DEsA KiTA SENdIRi,,KALO emAnG KEnYaTaaNNya EmanG DESA KiTa KaYA GiTU KEnAPa Gag TerIma aJA..
OKey WaJaR KiTa MaRaH TAPi Apa ItU aDIL,,,???
KiTa EmANG WaJIb UNTuK MenJAGA Ke AjEgAn BaLi aTAu DEsa KiTa SenDIRi TaPI ITu BuKan SEsUatU YanG DiJaDIKan AlAsaN UnTUk MELaRaNG ORanG BErSeMBaHYang Kan ???emAng BETAra DISaNa MELaRaNG aRTiKa UnTUK semBaHYanG???
HARGa DiRi KiTa MEmAnG PeNTiNg UnTuk DiJaGA ,,TaPI Gag Da SaLahNYa Kan KaLO KiTA NyoBa UnTUK MiKIr TErBUKa..aPA BEnR aTAu GaK YanG DIKaTAKAn..KaLO emAnG Gag BenEr KEnAPA MESti AmBiL PUsiNG..TaPI MUnGkiN JuGa Ini SemUA KaRenA KoLOtNYa PikIran ORaNG DESa YanG TiDaK PeRNah MaU MenERIMa KEnYaTAaN TEnTanG semUa YanG TErJaDI sEbeNARnYa…
aKU RaSa LaRaNGAn UnTUk BeRSemBaHYanG KemBaLI Itu SaLah BanGEt..HaK MaNUSia DoNG UnTUk BerIBaDah..DaN akU RaSa sEsUwUNan DISaNa GAg PErNAh MELARanG UMaTnYa UntUK semBaHYang…
MenGUngKaPKaN apa YanG TerJaDI sebENErNYa BUKan AiB Kan..MelAinkAn DAPT DiJaDIKaN PeDoMan UNTUk MEnILai DiRi KiTa..TerUTaMa DESa ITu…
Gag PeRLu MEnGaTAsNamAkaN aDaT seHaRUSNYa UnTuK MENGaDiLI ORanG..Hak MErEKa DonG sebaGaI WaRGa DesA UntUk MenYaLuRKan PikIraN MEreKa TEnTanG DESa MEreKa..
KalO GiTU KenApA ORanG MEmITRa ,,,MasIh Gag DiKElUarin DaRI DeSa…?????????
TRs ORaNG YanG NGeLeaK..???yanG MunGKin LebIh MEmBahayaKan KEtiMBanG ORaNG YanG MeNGuNGkaPkan FaKTa SebEnarnYa…
TRUs ORaNg YaNG SEKS DilUaR NIKah..KEnaPA Gag Da Yang LaRaNG MerKa Ke PURa???
KenAPA…???KaREnA Gag Da YaNG Tau KaN..??
SeHaRUsnYa MereKA lEbih Tau MaNA YanG PerLU DIKelUarKan DaRI DeSa DaN dILaRaNG semBaHYaNG..ORaNG2 YanG gag BerMORaL ITU,,atAu ORanG YanG HaNYa BerKReaTiFiTas…
Comment by gadis — February 1, 2009 @ 11:04 am
Saya punya kembar buncing, saya org bali dan saya keturunan raja (anak agung) awalnya memang ada yg menyuruh u dipisah,tapi menurut adat kalo dari lingkungan istana ini adl rejeki yg tak ternilai.mkg u org ‘biasa (putu,wayan,ketut) hal ini aib krn hanya ling istana yg boleh pny keturunan buncing,tapi itu kan Tuhan yg mutuskan.kalo pun mereka dikawinkan ada kemungkinan nanti kturunannya cacat krn memang secara teori kawin sedarah tidak boleh!orang tua mana yg tega pisah sama anaknya??let it flow aja..klo memang mereka cinta kita bisa apa lg?hope for the best aja..sy setujudgn Gadis,opininya bagus sekali!
Comment by ira — September 18, 2009 @ 9:22 am