membaca (buku panduan/tutorial) tak sepastinya meraup “pencerahan”. bisa saja kebalikannya.
tulisan keny yang ceria menyambut mertuanya, menginpirasiku mencomot buku “jurus merebut hati mertua” tulisan lie charlie. penting saya kira tahu karakter orang tua, bagaimana memperlakukan dan hal-hal yang disukai atau dibenci. saya ingin menghimpun amunisi agar hubungan dengan orang tua/mertua (kelak) tak bentrok.
harapan itu pupus bersamaan usainya lembar terakhir buku setebal 124 ini. isinya melawan apa yang kubayangkan. oh ya saya tak bisa mengintip isinya di gramedia, karena buku itu di bungkus plastik bening.rupanya maksud penulisnya merebut hati mertua itu tujuannya menguasai harta. sehingga sah-sah saja mengenyahkan menantu lain yang dianggap pesaing/lawan dengan siasat terbusuk. dia mengadopsi seluruh jurus ajaran sun tzu.
seluruh tip yang dibeberkan berusaha mengobarkan kebencian kepada pesaing. lie mengibaratkan merebut hati mertua itu sama dengan memenangkan pertempuran dan menguasai rampasan perang setelahnya.
aku yakin hanya sedikit orang yang berpikiran seperti lie ini. berikut beberapa saran dia yang perlu ditolak:
- jika pesaing anda pemarah, godalah supaya naik darah di depan mertua. mertua jelas mendiskreditkan menantu yang emosional.
- saat menantu lain kumpul, nimbrunglah atau sebarkanlah gosip yang membuat mereka saling mencurigai.
- kalau di undang pesta keluarga di rumah mertua berpura-puralah tak mampu menyumbang namun kemudian bangkitlah sebagai bintang acara dengan mengatur dan menentukan banyak hal
- perdayai semua menantu lain dengan mengabari mereka info palsu. andai mertua berpesan ngumpul jam 19, sampaikan ke mereka jam sembilan malam.
- usahakan memberi hadiah yang disuka mertua pada hari istimewanya. sebaiknya yang berguna, misalnya perhiasan emas yang nilainya meningkat, sebab pemberian itu akan dia miliki kembali kelak.
- carilah sekutu. pilihlah sekutu diantara para ipar berdasarkan kedekatan hubungan suami/isteri anda. jadikan pembantu sebagai mata-mata.
- manfaatkan kelemahan yang biasa dimiliki mertua yang sudah berusia lanjut. misalnya gagap teknologi, sudah tak memegang uang kecil, memiliki rasa khawatir dan curiga yang berlebihan. buatlah mertua berketergantungan. temanilah ke bank sehingga tahu rahasia finansial mereka termasuk nomor pin dan pastikan nama anda telah tercantum pada kolom ahli waris dalam helai dokumennya.
- jangan mengasari pesaing dengan manuver yang membahayakan jiwa, seperti menabrak atau meracuni.
dan masih banyak lainnya.
memang, dalam pengantarnya buku terbitan nexx media bandung ini, lie menyarankan untuk membaca buku ini dengan riang gembira, tidak dengan niat menantang mertua atau mengusung hasrat menghabisi pesaing sekejamnya.
namun tetap saja membaca buku ini, tak penting bangettt!



wah tumben nih pertama…. ntar ya mas.. aku absen dulu. komennya ntar hehehe
apa kok santai dan bebas – bebas aja. tak perlu merasa harus kirim komen . cuman terimakasih ya udah ngasih komen. senang juga sih diamdiam.Comment by syah — February 13, 2007 @ 2:26 am
dari sadurannya aja udah kliatan..tak penting banget
menambah minus, iya!!
Comment by mei — February 13, 2007 @ 3:42 am
booming buku belakangan ini emang gak banyak membantu. berlindung di balik apologi yang sok-bijak—”semua orang bisa menulis”—ternyata sungguh basi. toko2 buku sekarang ini hanya menimpun sampah.
Comment by mumu — February 13, 2007 @ 6:10 am
punya mantu/ipar kayak gitu…ta’ siram air keras…
Comment by passya — February 13, 2007 @ 6:27 am
hehe.. buku itu mengajak berfikir terbalik?
Comment by joni — February 13, 2007 @ 7:17 am
kog laku yah buku ke’ gitu, jelas2 udah gak bener gitu isinya.
(mo nya ngambil hati).
Klo menurut aku ketemu calon mertua/mertua gak usah dibuat-buat, tetep aja tunjukin diri sendiri yg penting tunjukkan sikap hormat. Gak usah memaksakan diri untuk menjadi sesuatu yg beliau inginkan.
Tapi memang kadang susah apalagi klo masih status calon mertua
Comment by kenny — February 13, 2007 @ 8:11 am
Huahahaha..menurut aku itu mungkin hanya buku “Komedi” aja. Dan hanya orang yg “Kurang Pintar” yang mengikuti saran dalam buku itu. Masalah penting atau tidaknya kita membaca buku itu tergantung keadaan.
Comment by Sylva — February 13, 2007 @ 8:23 am
lha mas…. kalo ga penting, ngapain di posting? hehehehe…
memang, pada saat2 seperti ini, kita dituntut untuk lebih selektif dalam membeli buku. salah2 malah nyesel ntar
Comment by syah — February 13, 2007 @ 12:20 pm
saya belum ada niat jadi menantu mas…:)
Comment by Tresno — February 13, 2007 @ 1:20 pm
lha aku jadi mantu kesayangan malah karena nggak pernah memperlihatkan ketertarikan pada harta mertua, nggak pernah njilat mertua n akor sama ipar2.
Buku itu harganya pasti cuma Rp.8.900 kan?
Comment by elly.s — February 13, 2007 @ 1:46 pm
wuahahahaha
saya dan esteri ndak pengen punyanya ortu. bole sombong, biarpun hutang kanan-kiri, pinjem duit temen, dari nikah sampai sekarang ndak ngeropoti orang tua. udah sering ngeropoti orang tua, sekarang kita yang mestinya mbales.
Comment by jt — February 15, 2007 @ 1:31 am
hhmmm…dicoret dari daftar belanjaan bulan depan. siap!!
Comment by venus — February 15, 2007 @ 6:50 am