marilah berimajinasi, sebebasnya! aku yakin khayalan kalian tak seliar apa yang ditulis eka kurniawan dalam novelnya canti itu luka.
novel setebal 539 ini (cetakan versi gramedia) dengan indah dan mewah menuturkan sebuah biiografi keluarga (besar) yang begitu bejad moralnya.
persetubuhan terlarang, horror dan brutal yang dilakukan secara incest, antar sepupu, menantu dan mertua, kakak dan adik ipar dan bibi dengan keponakannya berlangsung dari awal sampai akhir novel. narasinya sangat padat dan detail, meskipun ada sub plot yang menurutku tak mendukung isi cerita. hanya tempelan belaka. yakni kedatangan sepasang turis tua belanda.
dengan setting di sebuah kota entah berantah, halimunda, novel ini menceritakan penemuan bayi merah di depan pintu. kedua orang tua bayi itu minggat ke belanda karena mereka tak direstui. tentu saja, keduanya kakak adik sedarah lain ibu.
dewi ayu, gadis kecil itu kelak dipaksa menjadi pelacur setelah pasukan jepang merazia semua orang belanda. kecantikan yang bule menjadikannya pelacur paling popular di rumah pelacuran mama kalong. semua laki-laki bermimpi bisa menidurinya, termasuk kedua orang yang kelak menjadi menantunya.
eka kurniawan yang filsuf itu menuangkan semua data-data yang tersimpan di otaknya dengan deras. ia begitu memahami sebuah era pada akhir penjajahan belanda dan awal kedatangan jepang di Indonesia dan menjadikannya background novelnya.
dengan gaya realis magis (ini aku comot dari tulisan orang-orang)eka memainkan tokohnya bertindak diluar akal waras. dewi ayu yang emngingikan kematiannya sendiri dan bangkit setelah terkubur 21 tahun, seekor anjing yang memperkosa cucunya di toilet sekolah misalnya.
novel ini banyak mendapat pujiajn dari kritikus. “horison” menyebut-nyebut novel ini berkelas dunia. dan saya kira itu tak berlebihan, karena novel yang pernah diterbitkan oleh jendela ini sudah beredar di jepang dengan judul bi wa kizu. konon sekarang sedang dalam proses penerjemahan ke bahasa inggris oleh mikael johani.
membaca novel ini, serasa mengalami sebuah petualangan yang menegangkan, menjijikkan dan mengerikan. saya telat membacanya karena enggan beli setelah melihat kovernya yang berupa lukisan perempuan yang berdarah-darah.



waduh…baca ulasannya aja dah bikin mrinding, bisa jg cantik itu menjijik kan yah
Comment by kenny — February 9, 2007 @ 6:57 am
mas, mbok aku d pinjemi..hehe, fakultas bahasa indon menghilangkannya..jadinya aku gak bisa baca..hiks..baru akan mereka cari*dan entah ketemu atau tidak
Comment by mei — February 9, 2007 @ 8:36 am
wah kok seru ngunu critane. Liarrrrr. Sik-sik, 539 halaman kui podo karo Sam Poo Kong e Remy Sylado po?
Comment by de — February 9, 2007 @ 8:37 am
hmmm jadi tertarik. Aku kebetulan ga terlalu suka novel, tapi kalo imajinasi pengarangnya “gila” seperti itu, jadi kesengsem ya.
Comment by Hedi — February 9, 2007 @ 12:04 pm
wah, harus pinjam ke siapa ya, pengen baca nih
Ada yang mau meminjamkannya secara digital?
Comment by wadehel — February 9, 2007 @ 12:52 pm
Menjijikan ?? hayyoo… ada unsur parno nya yack.
Comment by ' — February 10, 2007 @ 6:47 am
bakalan sempet ga yah baca bukunya?? pr kurikulum menumpuk sigh
Comment by bu guru — February 10, 2007 @ 12:40 pm
Seru nih keliatannya, tp paling klo dah pulang indo baru nyari, lam kenal yah
Comment by hErY — February 10, 2007 @ 2:59 pm
wuih tebel banget.. berapa jam biar tuntas bacanya?
tapi mungkin menarik juga informasinya.. secara fikiran/khayalan kita gak segila pengarangnya, jadi penasaran deh.
Comment by joni — February 10, 2007 @ 11:16 pm
ke gramedia aaahhh…
thx infonya
Comment by venus — February 11, 2007 @ 4:05 am
kadang2 gw salut sama orang2 berimajinasi tidak umum kayak eka k itu….
pssstttt….kayak 17tahun.com gak…. bletak
Comment by passya — February 11, 2007 @ 8:52 am
Cantik itu luka….oleh: Eka Kurniawan….katanya berkelas dunia…sepertinya harus di baca nih…thank you
Comment by ulin — February 11, 2007 @ 10:53 am
sama dengan budhe kenny. kok seyem bener ya. film aja aku ndak suka yang seyem seyem ama horor. maunya yang komedi romantis.
Comment by jt — February 12, 2007 @ 4:52 am
iyahh buku lama (=bukan baru saja direlease) dan menarik, yah klo buku tebel gitu bukunya, antri di daftar belanjaan dulu he hee
jd blm baca bukunya, but yes, cantik itu juga bisa menjadi sumber luka kita
apalagi klo jelek yah, luka banget
Comment by Vita — February 12, 2007 @ 4:57 am
hmm..Cantik itu Luka tapi terkadang dengan cantik itu pula dapat melukakan..
Comment by annoying — February 12, 2007 @ 12:28 pm
ngomong-ngomong, sepasang turis tua itu kalo gak salah bukan subplot. mereka kan orang tua-nya Dewi Ayu, yang meninggalkan Dewi Ayu saat bayi di depan pintu rumah terus kabur ke Belanda? (nggak diterangin sih, tapi ketaun dari nama mereka).
Comment by uswatunww — February 19, 2007 @ 8:06 am
waaahhh.. aku belum baca tuh, punya sih punya, dulu ngebet banget pingin beli, eh pas beli.. males bacanya.. tuebel, keburu ada buku yang lain. eh, ujung2nya dipinjem orang dan sampe sekarang belum kembali.
Comment by aditoha — February 21, 2007 @ 10:16 am
I opine that to get the business loans from banks you ought to present a firm motivation. Nevertheless, once I have got a consolidation loan, just because I wanted to buy a bike.
Comment by RitaWilliam30 — August 16, 2011 @ 4:16 pm