hari kelima banjir masih melumpuhkan jakarta. ada usulan dari politisi agar ibu kota negara pindah ke subang atau daerah lain. menarik, meskipun cukup asal.
andai benar, lalu mau dijadikan apa kota jakarta? usulanku, bagaimana kalau kota ini dijadikan pusat prostitusi terbejad di planet ini?
tentu tak susah. lihatlah sekarang, tempat-tempat permesuman bersebaran di setiap ruas jalan, taman, mall, diskotik, hotel dan semua tempat yang memungkinkan. dari yang legal, tak legal sampai yang “liar”.
untuk sampai ke tujuan itu, harus dimulai dari sekarang. mumpung momennya pas. caranya gampang. pindahkan seluruh orang-orang “baik” (kiai, pendeta, bikshu)yang menolak prostitusi, dunia malam, dan semua yang berhubungan dengan kesenangan dunia ke luar. tak ada lagi daerah pemukiman penduduk, rt, rw, keluarahan.
lalu sterilkan jakarta dari bangunan tempat peribadatan, pesantren, sekolahan, dan perkantoran yang tak ada hubunganya dengan perjudian, permesuman dan segala perayaan yang mengumbar syahwat.
undang semua pelacur dan pebisnis esek-esek ke jakarta. sehingga mereka merasa nyaman dan aman karena tak ada organisasi, kelompok berbaju putih yang mensweping mereka.
mereka tak lagi disebut sebagai penyakit masyarakat. karena mereka menyumbankan banyak kas ke negara. dengan uang itu pemerintah bisa membangun jakarta yang bebas banjir.
tentu saja dengan prmosi yang gencar ke semua negeri, jakarta menjadi satu-satunya tujuan turis asing yang akan banyak menghasilkan devisa. selainbisa memuaskan shawat, mereka akan bebas menikmati makanan, minuman dan permainan terbusuk yang pernah ada. sepuasnya.
mereka tak lagi ke las vegas atau cyman island untuk berjudi. atau ke macau untuk menikmati sup otak munyuk dan babi panggang. tersedia juga sampanye melimpah dari reims yang kelas dunia itu.
aku yakin, dalam waktu yang singkat, masyarakat akan lebih makmur, aman dan sama-sama enak. sekolah, rumah sakit dan telepon, listrik gratis. yahuuu…!



setuju
jadikan saja para DPR licik para germo nya!
pastilah bangsa ini jadi makmur!!
Comment by provokator — February 6, 2007 @ 5:12 am
sekolah juga bisa gratis yah
Comment by bu guru — February 6, 2007 @ 7:24 am
waduh…boleh juga tuh*hihi
Comment by mei — February 6, 2007 @ 7:35 am
buset dah…
apatis benerrr… hehehe…
tetep semangat aja kaliiii yah
Comment by Hannie — February 6, 2007 @ 8:42 am
yg gratis2 setuju!!
Comment by kenny — February 6, 2007 @ 10:07 am
emang enak lagi ngos2an diserbu banjir…anjiiiirrr!!
Comment by passya — February 6, 2007 @ 11:18 am
Jakarta ini makin ruwet karena tamak, mau jadi pusat dari segalanya, sejak pusat pemerintahan sampai pusat hiburan.
Comment by Paman Tyo — February 6, 2007 @ 1:10 pm
wekekeke…kok marah-marah? disyukuri aja lah. ‘cuma’ banjir iniii…’cuma’ 5 taun sekali iniii
Comment by venus — February 6, 2007 @ 2:06 pm
sabar mas sabar…
Klise ya kalo kita selalu ngomong ini adalah karena kesalahan dan ketamakan kita juga…
jakarta emang terlalu rakus
Btw, duka cita yg dalam utk semua korban banjir, semoga Allah memberi kn dalam bencana ini
Comment by elly.s — February 6, 2007 @ 2:46 pm
Cuma wacana kok, di negeri kita ini pas ada sesuatu yang menarik perhatian massal, langsung muncul wacana baru. Btw, gedung DPR/MPR jangan ikut dipindahin
Comment by Hedi — February 6, 2007 @ 3:37 pm
setuju kalo ibukota dipindahin, biar gak ruwet.
tidak setuju kalo pelacuran dikembangkan, disuburkan, digalakkan.
sebenarnya kita sendiri tidak mau kalo ibu, adek, bibi, kakak, ponakan, cucu atau siapapun dari perempuan2 yang ada di keluarga kita melakukan perzinahan. tak jarang kita malah marah2 (minimal miris) dengan kelakuan keluarga kita itu.
kita tidak mau keluarga kita berzina malah kita sendiri yang melakukannya ….. kan aneh ????
Comment by adipati kademangan — February 7, 2007 @ 1:45 am
apa Bang Ali harus jadi gubernur lagi ?
Comment by iman brotoseno — February 7, 2007 @ 8:49 am
buat negara sendiri aja di jakarta, ntar mas jadi presiden nya, aku daftar deh jadi menteri.
Comment by Tresno — February 7, 2007 @ 3:09 pm
aku ndak setuju kalo pusat prostitusi di pindah ke jakarta. Lha usahaku nang Dolly, jadi kukut laan….:))
Comment by DE — February 7, 2007 @ 10:52 pm
hihihi… idenya agak radikal mas… tapi bisa diterapkan koq… kirim aja proposalnya yak… wekekeke…
Comment by bagonk — February 8, 2007 @ 2:21 pm
hehe.. setuju.
Jakarta memang kota yang sumpek, jadi biar sekalian sumpek.
Comment by joni — February 9, 2007 @ 2:36 am
According to my monitoring, billions of people in the world receive the home loans at different creditors. So, there is good possibilities to find a short term loan in every country.
Comment by HaleNora19 — March 30, 2010 @ 12:41 am