hidup yang singkat, mari kita rayakan
dailyFebruary 28, 2007 10:51 am

28 februari. akhir bulan, serasa orgasme! lega.

sepanjang deretan angka pada selembar kalender, aku  nguplek di depan monitor. sampai mata serasa mau mencelat dari liangnya. saatnya sekarang menumpahkan isi seluruh kepala. memanjakan diri, sepuas hati.

bulan maret  ini ada beberapa "event" yang layak ditengok :

  • nonton the lost city. denger denger bagus
  • ke pameran dvd film (bokep) bajakan di glodok. sudah bertahun-tahun tak kesana. adakah sesuatu yang mengejutkan?
  • datang ke pameran distro di gedung deprin. rencana cari "sweater" pasti harga "miring. karena puluhan distro dari berbagai daerah nampang di gedung milik pemerintah yang buka  hanya sampai jam 17. ( pns identik dengan pemalas?)
  • pameran buku (islam) 3 – 11 maret di istora senayan. biasanya ini agak basi. diskonya kecil dan buku barunya sedikit. banyak juga yang jualan jilbab di area ini. tapi tetap layak dikunjungi
  • launching buku galigi gunawan maryanto, di warung apresiasi 2 maret pukul 19.00
  • oh ya, membunuh tagihan rutin. menyebalkan, tapi tetap ini sebuah pilihan yang menarik diantara yang mencekik.

masih ada sisa bajet? kayaknya masih. ngopi. menikmati suasana, menonton (dan ditonton) mata-mata yang menyimpan sepalung kesepian. orang-orang yang datang ke warung ini saya yakin ingin mencari kebebasannya di tengah keterasingan di kota kusut ini.

namun apa yang didapat? mereka hanya menuju ke sebuah keterasingan yang lebih dalam. meski mereka dalam satu kerumunan yang sama, masing-masing sibuk dengan pikirannya sendiri. seperti kumpulan coklat yang terbungkus rapat alumunium foil dalam toples kaca. dan ada yang menggerakannya sehingga isinya bergoyang bersama tanpa lumer.

mereka juga mengalami keterasingan terhadap lingkungan rumah/kost, tempat kerja, bahkan dengan diri sendiri. di tempat kost mereka abai dengan tetangga yang tak punya air. di tempat kerja, ikut membuat ngecor pondasi, tapi tak punya akses setelah gedung megah menjulang. dan tak sedikit yang melukai dirinya sendiri dengan jarum karena begitu tak mengenalnya.

untung aku tak sampai segitu.

aku masih pengen nonton jami cullum di java jazz. sayang tak cukup bajet. namun aku masih bisa mampir ke toko buku. sekedar liat buku baru. sekalian mampir liat tshirt bergaris. terus berjalan, terus… terus… sampai saldo rekening negatif

maap, aku tak bermaksud ngomongin soal suka belanja atau banyaknya uang yang kumiliki. namun bukankah salah satu ciri urban komuniti itu belanja? semakin sering dan banyak belanja semakin "eksis" dia di kota yang sibuk ini.

tak terasa.. hidup terlalu singkat. mari kita rayakan. ha ha

dailyFebruary 26, 2007 2:37 am

peristiwa besar dalam kehidupan seseorang mungkin sebuah pernikahan, setelah kelahiran dan kematian.

layaknya perperistiwa besar, semua orang sangat acuh, konsern, fokus mempersiapkan dan merayakan.  yang belum berjodoh, kadang sampai harus melakukan "perburuan".

kemarin aku bertemu teman lama, persis seperti teman lain dia menanyakan kapan aku akan menikah. klise, basi banget dan tak kreatip! . pertanyaan senada itu kini sudah sampai pada taraf yang menjengkelkan bagiku.

andai yang bertanya orang tua-orang tua kampungku di pelosok sana, aku akan tetap menjawab dengan senyum.  mungkin mereka mengganggap begitu menderitanya diriku belum berpasangan.  aku masih bisa memaklumi.

namun ketika yang bertanya itu seorang yang mengaku eksekutip metropolitan, aku jadi bertanya-tanya. kenapa mereka hanya berpikir, kebahagiaan hanya bisa dicapai dengan jalan menikah?  bahkan seorang ustadz/ konsultan manajemen ngetop  pun berpendapat sama. “surga bagai lajang adalah ketika dia menemukan pasangan dan menikah”.

memang bermilyar orang telah melakukannya. dan mereka tak salah. namun dari sekelompok kecil yang memutuskan belum/ tidak menikah saya kira sama tak salahnya.

banyak alasan orang belum/ tak menikah. kemungkinannya bisa saja dia ( laki-laki) frigid, impotent, gay, merasa terbebani, menolak monogami, menolak perselingkuhan atau ia mencintai objek yang berbeda: benda-benda atau bahkah Tuhan.

dalam beberapa literalur (yg salah?) seseorang yang tak menikah malah disebutnya sebagai orang yang istimewa. dan ada yang mengatakan seks itu bukan kebutuhan vital seperti makan dan minum. karena tanpa makan dan minum orang bisa mati. orang tanpa seks, mungkin bisa sampai pada puncak pemahaman tentang dirinya sendiri.

sebagai orang dewasa yang waras, tentu seseorang yang belum/ tak menikah mempunyai pertimbangan yang sangat personal dan tak bisa digeneneralisir seperti teman saya yang berusaha mencomblangi meskipun secara tak langsung.

mungkin niatnya baik, namun dia lupa. secara tak sadar ia telah merendahkan insting kemanusiaan seseorang menjadi lebih rendah dari  seekor serangga yang rela mati setelah bercinta dengan pasangannya. :)

dailyFebruary 21, 2007 7:44 am

aku terjebak. serasa di kemacetan jalan tol padalarang yang terputus.  maju, nabrak. mundur, mentok. tak mungkin geser ke samping. akhirnya tak bisa bergerak kemana-mana. begitulah otakku dua hari terkahir ini: tak ada ide.

konon semua penulis pernah mengalami hal yang sama. istilahnya kebuntuan penulis (writers block). kecuali ( yang aku dengar) budi darma yang nulis olenka, orang-orang blomington dll.

aku tahu, andai menulis hanya mengandalkan mood itu sama dengan bunuh diri. saat tak ada ide, sebenarnya otakku tak berarti kosong melompong. aku hanya perlu rangsangan yang pas agar otak lebih kreatif sehingga ide-idenya muncrat.

maklum calon penulis blog (pemula). aku kagum sama mereka yang telah menulis berjilid-jlid novel.seolah idenya mengalir terus tanpa henti.  

aku pernah diajarin untuk memecah kebekuan otak itu di jakarta school. teknik yang bisa dilakukan  dengan:

  • free writing

menulislah sebebasnya. tumpahkan semua isi kepala. memang tulisan itu tak akan bermakna, karena mirip racauan, ngelantur. yang perlu disadari, ini hanyalah sarana untuk menemukan subjek yang menarik

  • ayam mengerami telur bebek

pilih kalimat pertama dari penulis keren. lanjutkan kalimat itu menjadi sebuah karangan bebas. saat sudah kelar, buang kalimat pinjaman yang berada di paling awal tulisan.

  • utak-atik

mengutak-atik beberapa hal/ premis agar terlihat kaitannya ( ini belum tentu cara berlogika yang benar). pilih kata secara acak: helm seks dan comberan misalnya. lalu gunakan kata2 itu dalam kalimat anda.

  • clustering.

kita seperti menggambar peta dari berbagai ingatan, pengalaman, pengetahuan dan angan-angan kita yang saling terkait.  misalnya yang terlintas diotak adalah tki, kaitakn karta itu dengan kata lain yang anda maui.

ralat gambar: mestinya ada garis menghubungkan tki-malaysia.

  • ngobrol dengan siapapun via apapun. termasuk berbincang dengan diri sendiri. dijamin akan banyak ide yang tak terduga. menurutku cara ini yang paling enak, aku selalu memakainya.

dan yang tak kalah pentingnya adalah selau berlatih. klise tapi memang hanya itu yang bisa dilakukan calon penulis hebat.

walah, sampai saat ini aku sendiri aja belum punya ide kok malah ngasih tips. gimana ini? :)

dailyFebruary 19, 2007 1:45 am

mungkin kalian akan murka, memergoki pasangan selingkuh. namun telat! secara tak sadar, diam-diam persemaian perselingkuhan telah tersedia begitu ikatan cinta tumbuh. takkan ada selingkuh, tanpa ada ikatan cinta.

nyaris semua orang akan mempertahankan habis-habisan hubungan cinta yang dibina sejak lama. banyak buku membahas cara memesrakan dan mengharmoniskan hubungan. namun ketika cinta lain datang, siapa bisa menolak? 

naluri setiap orang cenderung menyukai dan penasaran dengan hal baru. yang lama, saat semua terkuak, tak menarik lagi, membosankan!. puncaknya mulailah ia lebih “kreatif”. mencari sesuatu yang meng “excited” kan lagi. seperti saat jatuh cinta pertama kali.

tamsil yang mengatakan, tiap hari makan sayur asem, lama-lama juga terasa hambar sangat pas untuk mengibaratkan situasi ini.

penyelewengan tak bisa dihindari. dalam tingkat minimal, membayangkan orang lain saat bercinta dengan pasangan atau sekedar memegang tetek/ titit saat lembur di kantor misalnya. sampai yang paling fatal, jarang pulang ke rumah.

kepada yang sedang, telah dan akan jatuh cinta, bersiaplah untuk menerima kenyataan: pasangan anda berselingkuh. ini hanyalah soal waktu. tentu dengan seribu satu alasan pembenaran.

di film, selingkuh membuat cerita lebih dramatis dan menarik. di dunia nyata akan menjadi neraka. mereka yang berselingkuh harus berbohong dan berbohong lagi untuk menutupi kebohongan sebelumnya.

lalu kemana janji yang terucap di sebuah kafe malam valentine lima tahun lalu, di bawah temaram lampu yang terbungkus lampion putih? di mana kesaksian untuk selalu bersama dalam suka dan duka di depan kitab suci?

semuanya menyingkir, hilang. tersapu kedahsyatan cinta baru. begitu seterusnya, selalu berulang. lalu apa lagi yang dipertahankan dalam sebuah hubungan yang mengikat?

entah.

teman jauhku malah bangga memamerkan kesuksesannya menyelingkuhi teman-teman perempuannya. “bagaimana kau bisa ngatur waktunya? justru itu tantangannya, jawabnya dengan derai tawa.

teman lain mengatakan, sekarang ia kembali bekerja karena malu harus mengongkosi selingkuhannya dengan uang suaminya. namun aku tak menanyakan apakah ia menganut “filosopi” sebuah  botol: isi boleh tumpah kemana-nama asal botolnya kembali.

bukuFebruary 16, 2007 9:45 am

semua bisa menebak, dari judulnya novel ini berkaitan dengan budaya tionghoa. benar penulisnya menuturkan sejarah urbanisasi orang guang dong ke tanjung priok.

mereka yakin, kemanapun pergi, naga  akan melindunginya. dan  yang kita tahu, memang orang china punya daya tahan survive dahsyat.

novel ini mengisahkan empat perempuan tangguh dari empat generasi yang berbeda: yang kuei fei, a sui, sui giok dan swan lin.    dari tahun 1723 sampai dengan  2001.

yang kuei fei, sebagai selir baru kaisar jia shi, merasa diabaikan. tak sabar menunggu, ia menusukkan konde di tanagn kirinya. siasatnya berhasil. selir utama tergantikan posisinya.

tak lama kaisar terbunuh, entah siapa yang meracunnya dengan semangka. menghindari tuduhan, yang kuei fei meloloskan diri  dibantu kam su, pengawalnya. hanya gelang giok naga pemberian kaisar yang bisa dibawa.

sampai disini, konflik belum memuncak sampai ia mempunyai anak a sui. batu giok  naga diwariskannya saat anak satu-satunya pergi ke negeri subur di selatan. tibalah dia di tanjung priok dan memulai usaha mebelnya. mereka hidup bahagia. belanda menyukai perabotnya yang halus.

saat belanda terusir, a sui yang banyak anak bangkrut dan suaminya meninggal.  dibelit kesusahan beruntun ia menggadaikan gelang giok naga ke a lin, rentenir kaya yang kelak menjadi besannya. anak lelaki bungsunya menghamili sui giok,     anak a sui.

perseteruan dua nenek ini digambarkan dengan lucu dan alamiah. tak jarang penulisnya, leny Helena menyajikan pernak-pernik  kebiasaan dan budaya orang tionghoa. termasuk gambang kromong yang diklaim sebagai budaya betawi, berasal dari china yang menyesuaikan dengan alat musik yang ada.

bentuk pemaparan novel ini seperti sebuah laporan perjalanan. diceritakan secara  liniear berdasarkan urutan tahun kejadian. moment kerusuhan mei 98 turut menginspirasikan helena dalam menceritakan kisah cinta swan lin dan ruli.

novel ini sanggup menyisihkan rivalnya dalam ajang sayembara mengarang sebuah majalah. lalu qanita membukukannya pertama kali tahun 2004.

membaca novel ini, tak hanya menemukan gaya cerita yang realis, tapi juga dongeng  dan tinlit, kisah cinta anak muda yang picisan.

Gong XI Fat Choi!