pada sebuah komunitas, kantor utamanya, selalu saja ada seorang tengil, menyebalkan. mulai dari hal yang remeh temeh over narsis sampai masalah yang menyangkut keonaran pekerjaan.
dari amatan selama ini, ada teman yang ingin sekali semua karyawan menggamparinya. sama sekali bukan membenci orangnya. namun ulahnya yang mencari “keuntungan” dengan menginjak orang lain.
bayangkan andai dia selalu memperlihatkan secara demonstratif kaca mata atau sepatu barunya. tidak dengan kata-kata memang. namun gerak mata dan ekspresi wajahnya menunjukkan kerinduan ingin dipuji. sekali dua kali mungkin menghibur. lama-lama menjijikkan bukan?
belum lagi dia suka sekali celamitan, nimbrung pada sebuah obrolan dengan atasan. lalu memuji-muji. tak sungkan ia mengadopsi mentah-menta pola pikir dan perilaku atasannya . tak berpikir lagi apakah pola pikir dan perilaku itu salah atau benar. prinsip asal bos suka sangat dia junjung tinggi. bahkan untuk urusan model sepeda motor atau kriteria isteri/suami yang baik pun mengikuti standar yang ditetapkan atasan.
yang aku kagumi, dia akan dengan sangat cepat mengadaptasi kebiasaan atasannya, sampai ke hal-hal sangat mendasar dan personal. termasuk saat atasannya suka sholat dia akan mengikutinya. sebelumnya aku tau dia ateis.
ok sampai disitu tak ada masalah, karena tak ada korban individu yang dirugikan. yang paling meng”eneg”kan, ketika dia dengan bangga memperlihatkan hasil kerja team kepada semua orang lewat milis namun diakuinya sebagai hasil kerjanya sendiri. tanpa merasa bersalah atau konsultasi dulu dengan koleganya.
oh ya dia selalu mencari muka. entah hilangnya dimana. mungkin muka itu terselip di ketiak atasan sehingga di harus menjilat nya sampai licin untuk memperolehnya kembali. tak peduli di depan teman-temannya. dia sudah tak punya rasa malu.
celakanya atasan mana saja, pasti merasa terangsang keenakan juga diperlakukan seperti itu, apalagi beda kelamin. jadi untuk urusan promosi dan gaji ukuranya tak professional lagi. suka suka mood atasan aja.
jadi jangan tanya lagi urusan kompetensi. yang penting dia cukup bisa menjadi penyambung lidah atasan. messenger, kurir. sehingga setiap dia akan melaksanakan keputusan selalu mengatasnamakan atasan. “kata pak adikara” merupakan senjata pamungkasnya.
lama-lama ia bermental budak. pura-pura bekerja, hanya kalau terlihat atasan. sehingga dia bisa bebas bertelepon, chatting atau sekedar ngerumpi dengan tetangga meja. harus waspada ngobrol dengan dia. karena diam-diam dia akan mengumpulkan data-data dari seluruh teman-teman.
dari data itu ia akan mengetahui siapa berkelompok dengan siapa. mana yang loyal, mana yang frontal. lalu dia akan melaporkan ke atasan. bangga dia menjadi seorang intel sekaligus merasa menjadi pahlawan (kesiangan). atasan yang kurang jeli, langsung menelan asupan mulut kotor ini.
andai atasan sudah bisa dikendalikan, dia akan melakukan deal-deal secara personal dengan diam-diam. yang pasti deal-deal itu hanya menguntungkan dirinya. entah tentang pinjaman, tunjangan jabatan atau pergantian kendaraan.
resikonya paling hanya tak pernah diajak bareng makan siang. dikucilkan. nyaman bukan?



diroyok aja orang ke’gitu, masukin karung buang ke laut
Comment by kenny — January 31, 2007 @ 8:55 am
hihi se7 ma jeng kenny, gak ada tempat buat penjilat sejati
bahkan harus lebih ekstrim lagi..masukin karung, injak2 baru buang k laut
Comment by mei — January 31, 2007 @ 9:04 am
hajar sajaaaaaaaaa



ajak saya kalo mau
Comment by diditjogja — January 31, 2007 @ 9:17 am
masih banyak orang baek mas, orang kayak gitu cuekin aja! anggap orang GILA
Comment by Tresno — January 31, 2007 @ 1:16 pm
Bosnya namanya Pak Adikara?
Kok Pak Adikara nggak ngeliat dia punya bawahan seperti itu?
Pernah menegur orang itu atas kelakuannya?
IMHO, sebaiknya ditegur saja. Sebab ternyata menggangu kinerja pekerjaan. Kalau tidak menggangu kinerja pekerja lainnya, nggak mungkin kan pekerja lainnya itu nulis di blognya.
Hehehe
Comment by Arif Kurniawan — January 31, 2007 @ 3:23 pm
gak usah mikirin orang kaya’ gitu mas…
buang2 energi n jadi penyakit
ekstrimnya setuju sama mbak kenny.
Comment by joni — January 31, 2007 @ 4:43 pm
Di kepalanya ada tanduknya, ndak Mas? he..he.. Eh Jangan salah orang kayak gitu bisa berguna juga lho. Jadi cermin. Cermin yang buruk, supaya kita tidak seperti dia. Lumayan kan..
Comment by DE — January 31, 2007 @ 10:36 pm
di mana-mana selalu ada yg kayak gitu. udah bawaan deh, kayaknya
Comment by venus — February 1, 2007 @ 1:44 am
Biasanya yang model begitu ada di kantor skala besar (katakanlah lebih dari 30 karyawan), soalnya kalau di kantor kecil, para bos gampang tahu tabiat karyawannya
Comment by Hedi — February 1, 2007 @ 4:45 am
...lebih baik mana dengan orang yang bisanya hanya berkoar-koar sebagai provokator dan sebenarnya dia tidak punya nyali ..!
Comment by roar — February 1, 2007 @ 10:40 am
wah ada ya yg kayak gitu?? sapa ya..
Comment by Administrator — February 2, 2007 @ 5:55 am
biarin aja mas… lama-lama kan kena batunya sendiri dia…
Comment by bagonk — February 3, 2007 @ 5:11 pm
wakkkkksssssssss tebas aja lehernya min
Comment by umi — February 5, 2007 @ 5:37 am
Mau tahu nggak masukan dari gw, masukin obat pencuci perut kedalam minumannya secara diam2 atau obat perangsang setelah itu permalukan dia didepan orang..Puasss
Comment by Sylva — February 13, 2007 @ 8:38 am