sebagian dari tubuh kita sebenarnya adalah kumpulan racun. setiap detik dari pagi sampai malam, dari kamar tidur sampai tempat kerja  kita menghirup, mengunyah dan melumuri tubuh kita dengan bahan beracun.

guling bergambar panda lucu yang cuddly, sebenarnya menyimpan zat kimia dari detergen, desinfektan dan zat pemutih. bahan itu mengandung senyawa yang bersifat karsinogen (memicu timbulnya kanker). tingkat keasamannya yang  tinggi, bisa menimbulkan iritasi pada kulit. kulit menjadi lebih terbuka untuk menerima zat perusak lain.

kebiasaan pengusiran nyamuk dengan menyemportkan obat serangga ke seluruh ruangan sampai kolong tempat tidur sebenarnya bisa dihindari. kita tahu belaka, efek obat nyamuk semprot/ bakar/ elektrik  bisa merontokkan syaraf. salah satu obat merek obat nyamuk bahkan mengandung dua racun utama propoxur dan transfluthrin. kejadian tragis pernah menimpa ratusan ribu orang di Bhopal India, meninggal karena senyawa ini. kelambu, pilihan lebih sehat.

bagi perempuan, risiko kena kanker kulit lebih tinggi. karena kebanyakan mereka menginginkan kulitnya lebih halus dan kinclong. mereka seperti tersihir iklan dan mengabaikan bahaya. karena nyaris semua bahan kosmetik mengandung tretinoin yang tak boleh dipakai siang hari/ terkena sinar matahari.
 
jangan terkecoh dengan wangi parfum yang harganya selangit.  asap parfum yang disemprotkan itu selain menyakitkan kulit seperti  dermatitis, alergi, saluran pernapasan dan bisa mengganggu system syaraf. terutama anak-anak dan ibu hamil. Masalahnya  mengandung bahan beracun seperti VOC, PAH, plasticizer, dan phthalat. (??)

di meja makan pagi yang tampak higienis itu, residu pestisida bersembunyi di bawah kulit buah apel dan gandum yang sudah menjadi roti.  belum lagi bahan pengawet yang diguyurkan para produsen makanan.  komplit sudah racun yang kita kunyah.

racun berikutnya yang sudah dianggap biasa adalah asap rokok. semua tahu dan pada bungkusnya pun  diterakan peringatan keras. namun para perokok sepertinya buta huruf. asap rokok mengandung lebih dari 4000 zat kimia termasuk  radioaktif (polonium-201), acetone, pencuci lantai (ammonia), ubat gegat (naphthalene), racun serangga (DDT) dan racun anai-anai (arsenic). selain racun tar, nikotin dan karbon monoksida.

hal ini diperparah oleh derasnya asap knalpot di sepanjang jalan dari mobil yang tak pernah melakukan uji emisi. asap yang menghitamkan langit itu, mau tak mau kita terpaksa memasukkannya ke paru-paru, setiap hari.

sampai di kantor yang rapi mewah pun, kita sebenarnya tak jauh dari racun: kopi. kafein yang banyak terkandung dalam minuman ini termasuk jenis alkaloida. jika minum terlau banyak, selain akan kecanduan, bisa juga mengakibatkan serangan jantung dan stroke.

masih banyak “racun” lain yang mengepung dari segala arah: radiasi sinyal hanphone, layer monitor, optical mouse dan minuman berenergi. (sengaja tak saya sebutkan dampaknya, karena capek googling dan mau cepat pulang.)

kita tak bisa menghindar. memang semua produk itu sudah melewati uji batas standar tertentu. cuman bukankah setiap orang mempunyai tingkat ketahanan yang berbeda?

jadi, gimana kalau kita pindah ke lembah baliem?