jumat sore itu, jam 15:00 waktu warung buncit. bercokol di kantor yang sejuk pun jam terasa berjalan lebih pelan. kalau bisa ingin secepatnya menenggelamkan matahari. menyerak menuju ke ruang-ruang transparan mencari “getaran”.
menelusur ke petak-petak maya yang menyembulkan imaji telah tak menggiurkan lagi. hari ini waktunya keinginan yang terperap di kepala seminggu mewujud.
orang-orang sekelilingku pun mulai berkeletah seperti cacing kepanasan. mereka main game, conference di ym membahas topik yang sangat tak penting atau sekedar nyanyi kecil. seseorang malah telah menerakan status di ym nya: “sudah gajian, ayo kita habiskan!”. entah itu bentuk ekspresi kecongkaan atau sebuah ironi yang menusuk.
satu persatu mereka meninggalkan ruangan. mereka ingin segera kepenatan dan rutinitas yang makin menggila lenyap. dikejar deadline, dihantui target-target, atau berharap-harap cemas karena proposal yang belum juga di approve.
tempat tujuan menjadi tak begitu penting, utamanya mereka bisa “keluar”. alessandro nanini, edwin galeri, bloob distro, dragon fly, gramedia, warung apresiasi atau tempat lain dimana mereka berharap bisa mendapat kelapangan.
jumat akhir bulan ini aku yakin tempat-tempat hang out akan lebih hingar bingar dan meriah. diskon bertebaran dengan waktu pelayanan lebih lama. apalagi kalau ingin ajeb-ajeb, makin malam, musik makin menghentak. keremangan lampu sanggup memudarkan status sosial, jabatan dan intelektualitas seseorang.
mereka melolosi topeng dan atribut yang melekati. kepolosan dan keasliannya muncul. tak ada jaim, tak ada basa basi. yang ada hanya kesepakatan merayakan malam. bersulang dan berjingkrak bersama sampai subuh.
“jalan”, apalagi malam, kerap memunculkan getaran-getaran yang memberikan suasana beda, aneh dan surprise yang tak terduga. melihat perempuan-perempuan setengah telanjang berkulit pualam, bayi merah tergeletak di jembatan penyeberangan dengan kaleng susu bekas di sampingnya atau mendengarkan perdebatan panjang yang membahas awalan me.
masukan-masukan itu sanggup menghapus kepenatan. kadang malah mengusik kesadaran. hidup menjadi seperti pelangi. tak sekedar baik buruk, halal haram atau sedih dan riang.
pagi perlahan merayap menggantikan malam, orang-orang menggeliat pulang. dalam hati mereka “berteriak” entah untuk menyongsong pagi atau malah menyesali perginya malam.
namun diam-diam aku ingin membunuh! membunuh tagihan bulanan telepon, kredit kepemilikan dan kartu-kartu plastik. tak boleh terlambat sehari pun. karena penerbit kartu itu adalah lintah yang haus. ia akan menyesap darah dompet kita sekering-keringnya.
begitulah akhir bulan selalu berulang.



wakakakakkkk… dsp (derita seorang pegawai) & k3 (korban kartu kredit) juga ternyata.. :p
Comment by Administrator — January 29, 2007 @ 3:59 am
berarti termasuk pembunuh kambuhan yah?(kambuh tiap akhir bulan
)
Comment by kenny — January 29, 2007 @ 5:02 am
weks. apa sampeyan baru bisa merasakan dunia saat gajian saja?
Comment by bangsari — January 29, 2007 @ 5:34 am
Ndak masalah, Dik. Namanya juga masih muda. Lha kerja buat apa cba, kalo ndak buat seneng2? Duit, duit sendiri kan?
Comment by Paman Tyo — January 29, 2007 @ 5:51 am
hehehe… memang… repot juga kalo ga punya tabungan.
jangan terlalu larut pabila menjelang gajian
Comment by syah — January 29, 2007 @ 9:15 am
gajian…hmmm..selamat menikmati bagi yang bisa menikmati..
Comment by roar — January 29, 2007 @ 1:06 pm
susah mau ngabur ya..debt colectornya serem serem . ha ha
Comment by iman brotoseno — January 29, 2007 @ 5:01 pm
Sudah tau lintah, masih juga diakrabi hi..hi..
Comment by de — January 30, 2007 @ 12:35 am
akhir bulan=gajian
tengah bulan=mot2an..
hihi, hidup khok seperti itu terus ya…
Comment by mei — January 30, 2007 @ 7:02 am
sekarang udah reloaded dong amunisinya…
Comment by passya — January 30, 2007 @ 9:57 am
hayooo, nabuuung…nabung pangkal kaya, katanya
btw, aku udah pindah rumah (halah ga ditanya juga, hehehe…)
Comment by venus — January 30, 2007 @ 10:28 am
hahaha.. gali lobang tutup lobang gak???
Comment by joni — January 30, 2007 @ 1:22 pm
ehem… gajian bulan depan masih lama yak…
Comment by bagonk — February 3, 2007 @ 5:20 pm