kejenuhan sedang merayapi kelompok pekerja. dari blog, chat dan curhat kebanyakan kejenuhannya sudah pada taraf tak terperikan. ada yang merasa eneg dengan belantara informasi yang melingkunginya. ada yang disebabkan pekerjaan.
seminggu lima kali harus menjalani neraka rutinitas tak terelakkan. bagai mendengar lengkingan peluit, mereka pergi dan pulang pada jam yang sama. hidup sepertinya sebuah keseragaman.
apakah kita bekerja itu memang sudah seharusnya?
untuk mendapati jawabannya, akan kusampaikan cerita yang pernah kudengar: tentang Tuhan yang kesepian.
konon, kesendirianNya itu memunculkan ide untuk membuat permainan. dari ketiadaan Ia mencipta ruang di hari pertama. sampai hari ke tujuh, kawasan itu diisinya dengan planet, galaksi, gugusan bintang, bulan dan matahari yang berputar.
untuk mengaturnya agar tak saling menabrak, Ia membuat system yang sampai sekarang belum dipahami makhluknya.
rupanya pergerakan benda-benda tak membuat jumlahnya banyak. lalu ia membentuk makhluk hidup yang bisa berkembang biak. diciptalah manusia, iblis dan malaikat dengan segala peripheral pendukungnya.
iblis dengan kesempurnaan jahatnya, malaikat dengan kesempurnaan patuhnya. manusia diberikan rasa khusus, gabungan dari kedua kesempurnaan itu. rupanya Tuhan paling menyukai manusia, maka diberikanlah bonus kemampuan khusus yang melebihi kemampuan iblis dan malaikat.
tapi bonus itu tidak gratis. manusia diberi tugas untuk merawat lingkungan yang dihuninya. dimana sudah tersedia tumbuhan, hewan melimpah sebagai makanannya.
Tuhan lalu membuat skenario.
setiap ciptaannya mempunyai tugas yang berlainan. iblis diskenariokan bermusuhan dengan manusia. dengan sigap ia menyiapkan perangkat. ia gemar menghembuskan-hembusan kebejatan ke setiap celah kelemahan manusia melewati mata, telinga sampai ke urat darah.
karena pengaruhnya, manusia lalu menciptakan persepsi yang nyaris melupakan tugas dan penciptanya. mulailah ketakutan menghinggapi. takut kehabisan bahan makanan, takut tak bisa membahagiakan anaknya dan seterusnya.
banyaknya manusia yang lahir, bertolak belakang dengan tersedianya bahan makanan yang tersedia. sejak itulah manusia serakah, saling cakar berebut tak peduli lingkungannya hancur. mereka mengumpulkan, menyimpan dan terus memperbanyak jarahannya.
tak ada lagi yang gratis. untuk mendapatkan makanan harus menanam dan bersabar menunggu hasilnya. begitu seterusnya. andai manusia tak terpedaya iblis laknat……..



... dan andai manusia akhirnya tidak bersekutu dengan iblis
Comment by Gabrielle — January 25, 2007 @ 1:50 pm
...jalan-jalan ke bali yuks,.. liat-liat, “iblis” disana yang berkeliaran dgn membawa sebotol minuman, membuka aurat dengan bebasnya, dan sebagainya….
Comment by roar — January 25, 2007 @ 2:17 pm
skenario penciptaan dunia, manusia dibuat berkuasa atas apa yg ada di muka bumi ini, caranya? yah hrus pandai2 mengelola. salah satunya dgn bekerja. itu mgkin yg bisa sdikit saya tangkap, maaf klo salah
Comment by bu guru — January 25, 2007 @ 4:22 pm
Dunia jadi ngga menarik, monoton. (maksudnya…jadi ngga ada tempat buat saya hihihi..)
Comment by DE — January 25, 2007 @ 10:58 pm
salam kenal juga. suka prosa? menulis karya kreatif juga kah?
Comment by Nazmi — January 26, 2007 @ 1:42 am
perlu makan nggak? klo perlu…brati perlu kerja dunk.
perlu beli sandang nggak? klo perlu, tambah lagi kerjanya..
perlu seneng2 nggak? klo iya…genjot kerjanya..
semua adalah pilihan.
Comment by kenny — January 26, 2007 @ 2:06 am
kalau ngomongin jenuh kerja..udah seperti makanan sehari2…tapi gak ada pilihan lain, manusia hidup sudah ada jalannya, lahir, besar, sekolah, kerja, menikah, besarin anak, dan mati.
begitulah kira2…
Comment by mei — January 26, 2007 @ 3:06 am
Bekerja katanya ibadah, tapi apa iya bekerja yang dibayar itu termasuk ibadah….belum paham saya. Tapi cerita sampeyan ini keren kalo diangkat jadi pelem hehehe
Comment by Hedi — January 26, 2007 @ 3:26 am
weks… jenuh dengan pekerjaan lagi? hehehe
Comment by bagonk — January 26, 2007 @ 11:12 am
entry terbagus selama saya berlangganan feed blog anda.
membaca entry ini, seolah-olah andalah Tuhannya hehehehe.
perkara untuk dibikin film, aku setuju aja. tapi siap ndak menghadapi somasi dari orang2 yang berkacamata kuda itu? hehehehehe
salut… sambil melakukan applause n standing ovation
Comment by syah — January 26, 2007 @ 1:48 pm
ceritanya keren..
btw, anak jakarta school juga kah? kelas apa? kayaknya pernah liat blognya di milis
Comment by Fany — January 26, 2007 @ 1:49 pm
entry terbagus selama saya berlangganan RSS feed blog anda.
membaca entry ini, seolah andalah Tuhan itu sendiri.
hehehehee
Comment by syah — January 26, 2007 @ 1:58 pm
cintailah pekerjaanmu, maka bila kita sudah cinta, kita akan ikhlas dan gak ada unsur keterpaksaan…
bener juga kata Hedi, bekerja itu ibadah
maksudnya: kita bekerja kan untuk menghidupi keluarga dengan catatan tanpa korupsi
ya, kalo memang sudah ‘eneg’, gak betah… gimana lagi, keluar aja daripada stress
heheh.. mau dapet uang tanpa kerja ya??
kalo gak kerja pengen dapet uang sama dengan judi
ortu pernah nasehatin begitu
bekerja itu ibadah, aku kok ngga yakin ya? bukankah ibadah itu harus ikhlas, ikhlas itu tak berharap? sementara kerja kan kalau bisa minta imbalan yang gede banget….......
sebenarnya saya tetap ingin kerja kok mas. bikin novel yang best seller. hehehhehehhe
Comment by joni — January 26, 2007 @ 6:36 pm
wah, postingan nya udah banyak!!
life is complicated, kadang harus kejam!! hehhe
Comment by Tresno — January 26, 2007 @ 7:32 pm
bekerja itu ibadah…
Comment by Anang — January 26, 2007 @ 8:15 pm
jadi, posting yang ini karena kamu bosen dan kesepian juga?
Comment by venus — January 27, 2007 @ 1:31 am
kerja..kerja..kerja…
Comment by passya — January 28, 2007 @ 12:24 pm
Kejenuhan pada rutinitas yang ada termasuk kerja mungkin kerjaan iblis juga mas
Tapi aku ada satu motifasi juga :
Bekerjalah tuk duniamu Seolah-olah kamu hidup tuk selama lamanya dan beribadah lah tuk akhirat mu seoalah olah kamu akan mati besok.
so untuk kejenuhan itu mesti ada keseimbangan di antara keduanya kebutuhan fisik dan pikiran. sehingga terciptalah cinta dan harapan yang memupus kejenuhan.
Bekerja = ibadah dan ibadah=bekerja nikmatilah. Aku yakin akan tercipta keseimbangan dalam hidup.Kalo saja gitu semuanya Bumi aman tentram.Karena gak ada kerakusan … gak ada ketakutan..gak kan ada kelaparan ..kalo kerja = ibadah dan ibadah=kerja
yang kacau malah iblis ikut ikutan bisikinn duhh Capekkk deehhh …Bete dehh gini gini ajah tiap hari …Ayoo ambil tali gantung diri di pintu (gitu kata iblisnya bukan kataku lho )
heheh maaf maaf kalo ada salah ketik…soalnya keyboard nya dah mo minta pensiun
Ini menurut aku lho …!!
cuman aku belum yakin kerja itu ibadah
Comment by Unsecure — January 28, 2007 @ 7:09 pm
aku juga lagi bosan…
Comment by jt — January 29, 2007 @ 3:48 am
Selamat
Kebosanan itu suatu bukti bahwa anda masih manusia normal
Comment by wadehel — February 4, 2007 @ 1:45 am
Have no enough cash to buy some real estate? Don’t worry, just because it is possible to get the loans to solve all the problems. Therefore take a small business loan to buy all you require.
Comment by BRIDGETT34Navarro — April 14, 2010 @ 5:01 pm