kecelakaan sering melenyapkan orang yang kita sayangi. rasa kehilangan itu tentu tak tergantikan oleh apapun. apalagi dengan sejumlah uang, berapa pun deretan digitnya.
andai peristiwa tak diingikan itu menimpa, kita hanya bisa pasrah, menyerah, meratapi dan berusaha menerima dengan ikhlas.
seperti keluarga penumpang adam air yang masih hilang itu. mereka shock pastinya. mereka takkan pernah bisa menjumpainya lagi. kecuali lewat kilasan-kilasan kenangan.
adam air akan menyerahkan santunan rp 500 juta ke setiap penumpang kepada ahli warisnya. tentu adam tak bermaksud menggantikan nyawa orang-orang malang itu dengan uang. itu hanyalah sekedar tanda simpati.
andai kalian salah satu ahli waris mereka, apa yang kau rasakan sekarang? senang? sedih? senang bercampur sedih? sedih berbaur senang? seberapa sedih? sebanyak apa senang?
ada dilema moral di sini.
kutanyakan hal itu ke teman-teman, jawabannya beragam. ada yang benar-benar menolak tak mau jawab. bahkan untuk sekedar berandai-andai pun ia tak berani. ada yang masih bingung, gimana ya?
mayoritas menjawab sedih. namun diam-diam mereka akan segera melupakan. buktinya uang yang diterima akan dibelanjakan rumah dan mobil.
respon unik dari teman sebelah meja. warisan itu akan ia manfaatkan sebaik-baiknya. tak hanya untuk dirinya, namun untuk orang-orang yang memang benar-benar membutuhkan pertolongan. dengan begitu ia berharap almarhum akan lapang di tempat barunya.
kenapa tak dipakai foya-foya aja? bagaimana bisa, jawabnya? membayangkan mereka saat meregang nyawa aja tak tega. bagaimana perasaan mereka saat ia tahu sedang jatuh bebas menuju dasar laut? bagaimana ia berusaha melepaskan diri dari sabuk pengaman, bertindhan dengan penumpang dalam ruang sempit, menggapai pintu pesawat yang terkunci? bagaimana ia meronta tak bisa bernafas sampai lemas?
dilema memang sering terjadi dalam keseharian kita.
di tangerang, saat rasa lapar menyerang bu sumi, sementara ia tak cukup uang, ia harus makan nasi aking / beras jrangking (nasi basi yang dikumpulkan dari sisa-sisa makanan yang bercampur sambal, duri ikan atau lauk lain dan air ludah. setelah dibersihkan dijemur. sebelum kering, nasi ini menjadi media paling efektif berkembangnya kuman-kuman)
di tempat lain, seorang suami harus merelakan isterinya melacur demi menebus obat untuk kesembuhan sakitnya. aku sendiri sering masalah-masalah dilematis. entah sesesak dan seriang apa andai aku salah satu dari mereka.


