tangan kanan lebih bagus dibanding tangan kiri! anggapan ini mungkin pelajaran terburuk sepanjang hidup yang pernah kuterima. menyedihkan memang.
sejak belum bisa mengucap, aku diharuskan memegang tetek, empeng (dot), bersalaman dan segala kegiatan dengan tangan kanan. tangan kiri? tabu.
(bahkan di padang tak ada satu pun angkot yang mau berhenti andai kau menyetopnya dengan tangan kiri, sementara tangan kananmu secara tak sadar menenteng tas.)
diam-diam otakku merekamnya, menganggap hal itu suatu kebenaran.
sama seperti keyakinan ibu-ibu dan semua orang kebanyakan, menurut mereka tangan kanan lebih terhormat. padahal sebenarnya mereka telah mengajariku sebuah kesalahan besar.
buktinya saat aku seksama mengamati, bentuk keduanya sama.
tak yakin?
bukalah kedua telapak tanganmu lebih lebar dari orang yang sedang berdoa. kau akan mendapati warna kedua telapaknya sama. berjari lima, tiap ujungnya berkuku dan masing-masing jari beruas dua. hanya garis-garis tangan saja yang saling berhadapan terbalik seperti di cermin.
lalu dimana letak kebagusan dan kejelekan tangan-tangan itu?
sampai sekarang aku tak paham, dari mana mereka punya kesimpulan yang begitu menyesatkan. dan kenapa biji mata, daun telinga, cuping lubang hidung selamat dari kutukan ini?
sayang sekali, kesadaranku ini begitu terlambat. fungsi tangan kiriku terpinggirkan, kurang tereksplor secara maksimal. kegunaan utamanya hanya sebatas untuk membersihkan saat aku ke belakang.
andai waktu itu aku memberontak, kedua tanganku akan sama baik dan bermartabatnya. aku akan bisa menulis, melukis atau main bulu tangkis dengan tangan kiri seahli dan senyaman ketika menggunakan tangan kanan.
pasti mengasyikkan. saat tangan kanan lelah, tangan kiri yang mengambil alih begitu seterusnya. tak seperti sekarang ini, lengan tangan kananku lebih berotot dibanding kiri. ini akibat dari perbudakan persepsi itu.
pada masalah ini, kenapa keseimbangan, kesetaraan, dan keharmonisan menjadi begitu tak pentingnya? entahlah. aku belum menemukan jawabnya.
celakanya, tak ada yang pernah mempermasalahkannya.


