papanya vokaboler bahasa Indonesia! untuk menyebut “penis” saja tak ada kosa kata di bahasa kita. mungkin dulu orang tabu membincangkan seks?
sampai sekarang bahasa indonesia masih banyak “meminjam” kata asing atau kata dari bahasa daerah untuk melisankan kotoran mata di waktu pagi, upil, ereksi, cullingnus, felatio, thresome, orgy, incest dan sperma/semen contohnya.
sebenarnya siapa yang berhak menetapkan bahasa asing/daerah menjadi bahasa indonesia? pusat bahasa atau diserahkan sepenuhnya ke masyarakat pemakai bahasa? entah.
selain itu banyak kegiatan yang tak ada padanan katanya dalam bahasa Indonesia, sehingga menyulitkan para sastrawan, wartawan, copywriter dan penulis pidato. misalnya aktifitas mengeluarkan dahak dari tenggorokan, merangkus ingus dengan memencet ujung hidung dengan jari atau mandi kering.
dan masih melimpah lagi.
juga para translator, terutama ketika menerjemahkan istilah teknis informasi teknologi yang bersebaran. yang beredar di buku-buku tutorial terma itu menjadi lucu, aneh dan membingungkan. mungkin lebih baik dibiarkan sesuai kata orisinalnya.
“tikusan” untuk mouse, “pemindai” untuk scanner, “cakram padat” untuk compact disk salah tiganya. apa terjemahan microchip? kerupuk kecil! nah lo!
aktifitas menyedot file dari sebuah server (mendownload) dipakai istilah mengunduh. hanya saja sampai sekarang belum ada padanan untuk kata “upload”, browser, attach, debug, compile, hacking, cracking, phising dan lainnya.
bahkan, pada bahasa nasional kita itu, tak satupun tersedia kosa kata yang memakai huruf abjad kedua puluh empat, x. sementara huruf abjad q hanya dipakai sekali untuk kata quran. *
celakanya kebanyakan orang lebih berkenan memakai leksikon bahasa asing. meskipun padanan katanya jelas-jelas ada. mereka berasumsi orang lain akan menganggapnya lebih “smart” andai makin banyak istilah asing yang dipakai.
perangai ini menyebabkan banyak glosari bahasa Indonesia nyaris terabai. ini diperparah dengan segannya pemakai bahasa menggali perbendaharaan kata yang telah kita punyai. cangkuk, candik, bergulut, terlanjau atau MIRIAPOD, macis, dan serdak misalnya.**
tidak tahu maknanya kan? sama.
beruntung eko endarmoko menulis tesaurus bahasa Indonesia, yang dibukukan gramedia. sehingga kita bisa memilih lebih banyak peristilahan yang unik, tak basi dan bernas. oh ya penis sudah masuk dalam entri tesaurus yang tebalnya 736 ini, juga vagina.
* di tesaurus bahasa Indonesia eko ini, qoran tak dimasukkan dalam entry
**ikan asin, permen (isteri muda), tergesa-gesa, tergelar( terhampar) atau SI KAKI SERIBU, korek api dan debu.


