di suatu waktu nanti, kau menjadi salah satu tokoh creme de la creme, orang yang mampu membeli semua kesenangan dunia, apa yang akan kau lakukan?

dengan pesawat jet pribadi aku menyusuri ceruk-ceruk dunia yang mashyur keindahan alam dan budayanya. menyantap sup sarang burung wallet, sate si kaki seribu atau swieke di 360 kafe, macau. melihat salju dan harimau becanda di puncak "bunda semesta" everest atau ke klub klub di paris yang membolehkan seks bebas di kamar-kamarnya.

aku akan melewatkan malam di hotel termewah di dunia Burj Al-Arab di dubai yang bentuknya seperti layar kapal. tak perlu kerja seperti sekarang ini, cukup bermalas-malasan di kamar yang bernuansa putih. dan tentu saja malamnya telah mengencani supermodel niki taylor.

siangnya ke pulau phiphi, bangkok. menyelam dan berenang dengan hiu-hiu ganas sambil berpegangan pada ekor ikan pari yang seperti payung. memelototi warna-warna karang dan main petak umpet dengan nemo-nemo yang tubuhnya berwana belang lalu mengajaknya pulang.

oh ya saya lupa kalau aku tak punya rumah. dan memang tak terlintas membelinya. aku tak mau terbebani pengurusan surat-surat, pajak yang ribet. tak perlu basa basi menyapa tetangga. dan yang lebih tak perlu lagi adalah pulang. aku telah menghilangkan kosa kata itu di kamus kesadaran otakku. bukankah hidup adalah sebuah perjalanan yang tak mengenal kata pulang?

lalu aku akan suka membuat ulah. karena aku tahu, paparazzi akan senang  mengekspose perilakuku. sengaja aku akan mencitrakan diri sebagai pribadi yang sangat buruk. aku akan membongkar cerita busuk di balik gemerlap orang-orang sukses. andai para selebritas ngamuk dan merasa ditelanjangi, berarti tercapai tujuanku.

kenapa aku tak  perlu citra baik? karena aku tak perlu pengakuan lagi.

aku akan menjadi nara sumber yang paling diincar wartawan. aku dibenci banyak orang, tapi semua orang diam-diam menunggu apa yang akan aku lakukan selanjutnya. dan aku makin haus melakukan hal-hal yang tak pernah dipikirkan banyak orang. (ingat, aku kan bisa membeli semua kesenangan yang dijual di planet ini)

lalu setelahnya apa?

dokter terbaik di negeri tempat aku mampir ini mengharuskan aku terapi mental.

ia mengajakku ke tempat yang ternyata belum sempat aku kunjungi. ke padepokan para rahib di tibet, ke lembah baliem (papua) yang masyarakatnya masih memakai koteka, alami belum tersentuh peradaban dan bersama-sama anak-anak jogja yang polos membangun sekolahan sd yang tercerai- berai karena gempa.

saatnya kini aku merenung….