apakah di negeri kalian orang masih berumah diatas pohon? sebuah tanya itu menampar mukaku. temanku (imajiner) dari benua lain itu bukan tak mendengar kabar tentang indonesia. namun karena ia melihat perilaku keseharian kita yang terlingkupi nuansa magis, mistis, supranatural atau cerita dari dunia lain.
dengarlah tentang hilangnya pesawat adam air yang belum ditemukan. semua media mengeksposnya dari sisi magis. dukun cenayang, peramal, spiritualis (?) yang suka memakai nama ki… ki…. berlomba menerawang tempat terdamparnya pesawat naas itu. muncul jawaban-jawaban aneh dari hasil penglihatan “batin” mereka.
ki … (gak tahu namanya, gak merhatiin) menyebut, pesawat sekarang masih berada diatas awan. makhluk sakti lalu menyanderanya karena tak rela wilayahnya dimasuki. ki yang lain menyatakan pesawat itu nyungsep di tengah hutan berawa dan tenggelam dalam lumpur hidup. dan jawaban yang mudah, pesawat nyemplung ke laut.
aku tak yakin dengan penglihatan batin mereka, buktinya lumpur lapindo tetap memancar meski kekuatan supranatural telah mengurusnya.
menurut temanku itu, indonesia sebenarnya negeri yang maju. namun mentalnya masih tertinggal di zaman batu. masih ingat kasus menteri agama yang mengaduk-aduk situs purbakala di bogor untuk menemukan harta karun? nah dia sebenarnya tak sendiri. banyak pejabat lain yang masih suka melakukan praktek seperti itu.
tak percaya? lihatlah batu-batu berwarna yang berada di jari-jari mereka. aku menduga batu-batu itu bukan batu biasa yang gampang kita temukan di lapak-lapak pasar yang harganya kiloan.
bisa dibayangak, pejabat yang berpendidikan tinggi saja masih melakukan praktek berhala, apalagi masyarakat biasa yang pendidikannya rendah, miskin, tak sabaran, tentu praktek seperti itu lebih mengerikan.
koran, tabloid, majalah yang mengupas tentang supranatural makin bermunculan: misteri, ghoib, kismis dan entah apalagi. iklan-iklan yang menawarkan jasa konsultasi supranatural berlimpah ruah. bahkan di sebuah web, saya pernah membaca iklan yang menawarkan mantra sakti yang bisa dikirim via email. tentunya setelah membayar mahar ke nomor rekening sebuah bank.
akhir tahun, tak pernah media melewatkan acara ramal meramal. pernyataan standar yang biasa mereka lontarkan, tahun depan banyak kejadian ( pastilah, semua bisa mengatakan kalau cuman begitu). dan pemirsa sangat menikmati, buktinya acara itu di taruh di slot prime time.
masyarakat begitu menggilai sampai akal mereka tak berfungsi. jadi jangan heran ketika melihat seorang lajang urban berpendidikan dan menjabat salah satu manager di perusahaan bonafid, diam-diam menyimpan secuil kulit rusa, kulit harimau, keris atau tulisan arab yang dibungkus kain putih di dompet atau lemari pribadinya.
jangan berpikiran mereka tak punya kitab suci. mereka tampak sebagai orang-orang beriman yang taat. dan mereka sangat paham bahwa tuhan itu begitu sangat pencemburu.


