pagi terlalu panjang sabtu hari ini. aku melewatkan libur di kantor. temanku malam itu malah terpaksa menginap. seolah tanpa kontrol dia "menyalak", "semua hiruk pikuk dunia ini tujuannya hanya satu: seks".

benarkah?

aku pikir-pikir tak sepenuhnya salah, untuk lajang khususnya. secara tak sadar seluruh kegiatan dari pagi ke malam buta, puncaknya bermuara pada aktifitas seksual. (cepat atau lambat)

lihatlah keberisikan di sekitar. sejak awal pagi orang-orang memperganteng/cantik diri, menyantap roti serat gandum dan jus jeruk atau jogging sampai berpeluh-peluh agar bentuk badan tak cepat melar.

seharian rela bekerja sekedar untuk bisa "eksis", menjadi bagian dari sebuah komunitas. dan mendapatkan uang untuk berburu dan menemukan pangeran/puteri impian.

kampus, kantor, kafe, mall dan  kantin sebagai ruang bebas untuk "mengiklankan" diri. mereka berlomba menjadi yang ter"eye cathing" pada penampilan maupun prestasi. dengan begitu ia akan bisa melakuakn aktifitas  seksual sesukanya.

beruntung yang punya koneksi internet, punya ruang lebih bebas untuk menjelaskan dirinya menjadi lebih indah dari aslinya. blog, friendster, ym, aol, mirc, icq langsung atau tidak akan menggiring mereka menuju ke sebuah ruangan tempat mengekspresikan naluri purbanya. 

bagi yang sudah memperoleh seks tetap, tugasnya tinggal menuai hasil semua tindakannya. ke klinik secara berkala untuk memastikan janinnya tumbuh normal, membersihkan puting ketika akan menyusui atau mengirimkan bunga untuk mertua yang berulang tahun.

yang tak puas, mereka merasa perlu berselingkuh dengan orang lain atau objek yang berbeda. mereka memfokuskan seluruh pikiran, tindakan untuk mengejar kepuasan entah sampai kemana. tak terbersit rencana secuil pun untuk meringankan beban orang-orang yang kurang beruntung.
 
memang tak ada bentuk yang lebih menarik di dunia ini bagi laki-laki selain tubuh perempuan*.  begitu juga sebaliknya. ( bagaimana dengan kelompok homoseksual, hayo?). seks, pesonanya begitu membuai.

agar tak begitu berpikiran mesum ketika melihat lawan (sesama) jenis, ada yang mengatakan, sebaiknya kita harus bisa melihat "objek" melampaui kulit luarnya.

kita akan mendapati bahwa kita semua hanyalah makhluk hidup yang sama-sama mencari kebahagiaan, sekaligus menyimpan iman yang sempurna di dalam. hal ini akan mendatangkan rasa hormat dan damai, bukan gairah atau nafsu liar*.

andai manusia tak perlu seks seperti komodo atau cacing yang hermaprodit,  betapa sunyinya dunia? lalu hidup untuk apa?

*dicontek dari cerah setiap hari, shen shian, ehipassiko collection.