buku ini menjadi salah satu korban kekecewaanku di indonesia book fair yang berakhir minggu lalu. harapanku saat itu mungkin berlebihan, ingin mendapatkan banyak pilihan buku fiksi berdiskon besar.
klise, kenyataan tak sebaik harapan. buku yang kucari tak ada satu pun. standnya kebanyakan penerbit buku agama. atau toko buku yang pindah. diskon nya pun basa-basi belaka. (mana ada yang mau rugi bung?)
bau dupa menyeruak ke sela-sela stand yang berjajar. oh dari stand penerbit karaniya rupanya. aku berhenti dan melihat-lihat buku yang dipajang. tak hanya menjual buku, tampak di atas meja dipajang hiasan patung, stupa batu dan semacam tasbih.
aku memilih membeli buku: be happy, cerah setiap hari, hidup sesuai damma dan riwayat hidup milerpa. sebelumnya tak ada rencana untuk membeli buku "spiritual" seperti ini.
be happy menyajikan tutorial bagaimana caranya menjadi bahagia. buku yang ditulis Dr k sri dhamananda nayaka mahathera J.S.M Phd.d.Litt ini mengatakan, orang merasa cemas karena kehadiran konsep "aku" yang memunculkan gagasan "milikku" yang diikuti kemelekatan, nafsu keinginan dan hasrat mementingkan diri, tipu muslihat, keangkuhan dan pemikiran buruk lainnya.
ada anggapan semua keinginan harus dipuaskan agar bahagia. rasa takut tak bisa memenuhi keinginnanya itu yang akan mendatangkan kecemasan. rasa cemas tidak lain adalah keadaan pikiran negatif dari kemelekatan terhadap kesenangan duniawi.
hmmm.. susah kan untuk tak "tertarik" pada kesenangan duniawi? dalam buku setebal 296 halaman ini juga menambahkan, kesenangan duniawi bukanlah kebahagiaan yang sebenarnya.
untuk bahagia, seseorang harus bisa memenangkan pertentangan dalam dirinya. caranya dengan melatih "pikiran" untuk selalu berada dalam keadaan "baik". apa yang kau lihat’ itu yang dirasakan. apa yang dirasakan, itu yang dipikirkan apa yang dipikirkan, itu yang diinginkan. apa yang diinginka, itu yang dilakukan.
kebanyakan orang, kebahagiaan adalah sesuatu yang akan terjadi, sesuatu yang akan datang. untuk orang yang kurang beruntung ini kebahagiaan seolah berada di ujung pelangi. seumur hidup mereka seolah mengejar bayangan sendiri. mereka tak akan menemukannya di luar. karena kebahagiaan itu sesungguhnya berada di dalam.
kebahagiaan ada di dalam perjalanan bukan di tempat tujuan. jadi jika ingin bahagia, punyalah cita-cita luhur dan mulia. perkaya kehidupan orang-orang disekitarnya, biarkan orang lain hidup dalam kedamaian, sumbangkan sesuatu untuk membuat dunia menjadi tempat yang lebih indah untuk ditinggali, berkaryalah dengan cinta kasih, juga bisa mengasihi orang lain.
hmm cukup mengacak persepsi kita bukan?
*foto diambil dari :http://www.aphotojourney.com/


