womansebenarnya  ingin aku membagi pengalaman ini sejak pertama kali ngeblog. namun selalu tertunda, tak nyaman membicarakan seseorang. setelah mengendap beberapa tahun, pikiranku berubah, aku harus mengabarkannya  ke semua orang. semoga saja bisa memberikan inspirasi terang.

menurutku dia orang baik yang pernah kutahu.

 pertama kali ketemu, sepuluh tahun lalu. perempuan itu sangat elok dengan riasan sederhana. dia akan menyambut ramah, tak peduli siapa pun kau. datanglah ke rumahnya kapan saja, pintunya selalu terbuka. tiap saat lalu lalang orang datang ke situ entah untuk keperluan apa.

 rumah yang ditempati itu milik kerabatnya. rumah itu sangat sederhana untuk ukuran dia yang seorang professional. doktor lulusan sorbone perancis itu membuka jasa konsultan hukum perdagangan internasional. omongan dia sangat mahal. denger-denger konsultasi sama dia,  150 us $ per jamnya.

dan sampai sekarang pun dia belum punya rumah. darinya pernah aku mendengar, dia juga tak mempunyai tabungan sama sekali,

 “buat apa, numpuk-numpuk harta, tak ada manfaatnya”. lebih baik buat orang-orang yang memerlukan, begitu alasannya.

 pertama kali mendegarnya aku heran. ditengah kerennya orang-orang memuja materi, masih ada orang unik di jakarta ini.

 tiap bulan, selain membayar “karyawan” di rumahnya, ia juga harus membiayai berbelas-belas anak-anak yang tak bisa sekolah, memberi sumbangan dari yayasan yatim piatu, yayasan ini dan itu.

masih ada  tukang pijet, tukang sayur dan beberapa perempuan tua yang tinggal di sekitar rumanhya mendapatkan “jatah.

di tempat kerja, tak ada yang tak segan dengannya.  aku belum pernah mendengar ada orang yang sakit hati karena ucapan atau tindakannya. 

di rumah“pembantunya” banyak. bagian dapur ada tiga,  bagian seterika satu, bagian ngepel dan tukang kebon masing-masing satu orang. satpamnya dua orang. jangan bayangkan mereka tinggal di rumah besar yang mewah dan kinclong sehingga banyak pekerjaan yang harus diselesaikan.  ada selorohan, rumah ini mirip panti sosial.

rumah itu begitu sederhana. tampak pada ruang tamu yang sempit, hanya ada satu pesawat tv yang biasa ditonton rame-rame. salah satu koleganya yang datang terheran-heran saat perempuan itu menonton teve bareng-bareng  dengan pembantunya.

perempuan itu  mempunyai hobi menampung orang.  terakhir, dia memungut anak laki-laki dari cianjur. ceritanya, bocah laki-laki yang belum 15 tahun itu bekerja di rumah sebelah. suatu hari ia kelaparan. keadaan ini sampai ke bu ketelinga perempuan itu. dugaan anda betul, anak itu langsung disuruh tinggal di rumahnya. sekarang di sekolahkan smu. dan tiap bulan masih mendapatkan gaji.

setiap merayakan ulang tahun,  tak ada pesta makan-makan. biasanya hanya ada tumpeng nasi kuning dan lauk sederhana, ayam goreng dan lalap. namun seminggu sebelumnya dia telah membuat ratusan “paket sembako” untuk dibagi-bagikan ke daerah terpencil yang tak terjangkau kamera tipi. 

begitu juga ketika ulang tahun suami dan dua anaknya yang kini telah bekerja.

hari raya idul adha yang akan datang ini, pasti dia telah menyiapkan puluhan kambing. kambing-kambing itu juga diperuntukkan orang-orang pelosok yang saya pun tak pernah menduga dia mengetahui daerah miskin yang layak menerima.

begitu juga ketika bulan puasa, dia selalu membuka rumahnya untuk semua orang agar bisa berbuka. selain itu juga membuat kolak dan nasi bungkus yang dibagikan kepada pengendara yang lewat di depan rumahnya. kebetulan arus jalan itu selalu macet di petang hari.

menceritakan kebaikan dia, nyaris tak ada habisnya. mungkin kalian meragukan cerita saya, namun ini fakta. saya mengalami, mengetahui  dan menyaksikan sendiri , sampai sekarang ini. dan aku masih belum bisa memahami.