heboh poligami. orang merasa prihatin, memaklumi dan menghujat. aku pilih menolak. alasan poligamer biasanya klise, selalu mengutip baris kitab suci. hanya alasan pembenaran belaka sebenarnya.
penafsiran kalimat pada surat an-nisa baris ketiga( kalau gak salah) rupanya yang dipakai untuk “main-main” para lelaki untuk memperisteri banyak perempuan meskipun dengan syarat: adil.
tak ada manusia yang bisa berlaku adil. memang materi bisa dihitung, diukur ditakar sehingga pembagian bisa sama. bagaimana membagi kasih sayang, cinta dan seks?
andai pada saat yang sama, kedua isteri sama-sama menginginkan seks, isteri
mana yang akan dia “gauli” lebih dulu? isteri tua atau isteri muda? aku menduga lebih memilih isteri muda. bukankah sesuatu yang baru itu lebih menarik? apalagi seorang perempuan.
sementara itu, di tempat lain, isteri pertama menunggu kepulangan suaminya dari rumah/ kamar madunya. perasaanya mendapatkan jatah “ronde” kedua? sangat tak nyaman!
aku yakin ( meskipun aku belum pernah bersetubuh dengan dua perempuan pada jeda waktu yang sebentar) kondisi laki-laki sehabis orgasme pasti sudah letoy. meskipun rajin berolah raga dan minum vitamin/irex/pil biru atau jamu-jamu tradisional macam cula badak atau tangkur buaya. sehingga kondisinya tak memungkinkan bisa melakukan “tugas” seperti sebelumnya kepada isteri berikutnya. apalagi pada usia diatas empat puluh tahun!
apakah keadilan itu yang seperti ini?
dengan ayat dalam kitab itu, sebenarnya Tuhan telah dengan lembut mengingatkan umatnya, agar tak melakukan perbuatan berlebihan itu. tak ada yang bisa berlaku adil seperti Dia.
pembenaran lain mengatakan, naluri lelaki pada dasarnya ingin poligami. “software” dari sananya memang begitu. saya bisa menerima. hanya saja ketika naluri itu tak di manaj dengan baik, apa bedanya dengan anjing yang tak berakal?
yang terlihat sekarang ini, motivasi poligamer adalah seks semata. pasti itu. untuk menghindari zina, mengangkat harkat derajat kaum perempuan seperti yang dilakukan nabi, bohong besar. lihat saja isteri-isteri kedua mereka, lebih muda, lebih cantik, fresh.
bagi perempuan yang bisa merasa ikhlas dimadu, sikap itu memberi pesan bahwa perempuan itu tidak mandiri, begitu tergantung pada suami. “tak semua yang menyakitkan itu membawa keburukan”, katanya. lalu kenapa tak memilih berpisah yang sama-sama sakit namun mencerahkan?
kekekkekekek

ini yang punya blog sama ma yang alamatnya http://.kelabu.blogspot.com ya??iya atau nggak mas??
lam kenal aja deh..seneng baca2nya
aa lagi ya??no komeng dehh..imannya emang sebesar sarung khan..hehe
Comment by mei — December 6, 2006 @ 8:30 am
wah…kedisikan jeng mei, kelaut aja yah jeng klo si ‘aa , si ‘aa gak ada msalah kayaknya, cuma masalah sarungnya…hihihihi
Comment by kenny — December 6, 2006 @ 9:01 am
aa gym, namanya diganti menjadi aa jin di surat nikah nya
Comment by Abianto — December 6, 2006 @ 9:16 am
wah, kamu blm ngerti ya teknisnya orang berpoligami. Sebagaimana yg dicontohin Nabi & shahabatnya, yaitu dengan membagi hari utk bermalam. Jadi ada jatahnya, hari ini ke istri yang mana. Jadi bukan dalam satu malam ada beberapa istri.
Kalo memang yg dimaksud di ayat itu bahwa tidak ada yg bisa/melakukan poligami, kenapa hal itu dilakukan Nabi & para shahabatnya? Berarti bukan begitu maksudnya.
Comment by dodo — December 6, 2006 @ 9:27 am
alhamdulillah…ternyata masih banyak yang menentang poligami.
Comment by mumu — December 6, 2006 @ 9:31 am
lagian kalau semalam dengan 2 perempuan kaya kuat aja si aa. hue hue hue
Comment by Abianto — December 6, 2006 @ 9:47 am
Astagfirullah…. berbagi titit???
AA… itu teh jamunya apah?
Btw, pak, itu fotonya bagus, kok ga ada keterangannya sama sekali sih?
keterangannya sesuai di situsnya: aduh kok lama ngeloadnya ya. besok deh aku tambahin
Comment by wadehel — December 6, 2006 @ 10:10 am
t-h-r-e-e-s-o-m-e
Comment by passya — December 6, 2006 @ 10:23 am
wah … manuk-ku kapan payu yoo …
Comment by bahtiar — December 6, 2006 @ 11:52 am
Jagalah TITIT, jangan kau nodai, jagalah TITIT jangan kau kotori, jagalah TITIT jangan kau nodai, Jagalah TITIT dengan kawin siri….. Bila TITIT tak terkendali, ambillah istri satu lagi, …bila nafsu tak terkendali cepat-cepatlah kawin lagi…..
piss ya A’
Comment by shemut — December 6, 2006 @ 12:39 pm
mas yg ku tau kita (laki2) dulu pernah berbagi, dengan tukang sunat….....ada juga yg dijadiin dompet….
Comment by brrr — December 6, 2006 @ 1:05 pm
gimana yang jomblo mau dapat jodoh kalo yang sudah punya nambah lagi?
Comment by bangsari — December 7, 2006 @ 1:48 am
AKU GAK SETUJU POLIGAMI. tapi melihat adanya usulan untuk membuat uu yang “melarang” poligami. saya menyaranken teman-teman untuk segera berpoligami sebelum poligami dilarang. beda dengan jajan meki/titit. bisa kita lakukan nanti-nanti saja, karna sepertinya hal ini masih diterima. malah bila perlu, nanti pas jajan meki/atau jajan titit kita rekam trus diedarkan. syukur bisa dapet seorang figur publik, dipastikan kita akan jadi kesayangan bangsa. simpati akan datang kepada kita.
Comment by jt — December 7, 2006 @ 2:16 am
Astaghfirullah, bawa mengucap dong…
Jangan emosi…
fikir baek2..dari pada maen video porno kayak si YZ itu?
N gara2 doi DPR singkatannya jadi Dewan Porno Ruar biasa?
Tak ada yg datangnya dari Allah itu salah. itu dulu yg patut difahami…
Kasian…..
Comment by elly.s — December 8, 2006 @ 3:58 pm
HAHAHA .. rame!
INDAHNYA jika istri kita mengijinkan kita menikah lagi dan keduanya mau …
THREESOME!
Comment by preaxz — December 11, 2006 @ 8:54 am
siapa sih yang ngga capek ngejomblo? makanya visit hitmansystem.com : solusi anti jomblo yang kamu tunggu-tunggu…
Comment by cowok — February 20, 2007 @ 3:41 am
hehehhe tulisane vulgar men mas, tp gpp mas lanjut post good post )
Comment by mbahjadol — April 18, 2008 @ 2:34 am