dailyNovember 22, 2006 12:08 pm
nyala lampu belum mati
ku bergegas
menuju tugas
menyusup
berdesak di sela ketiak
di metromini yang berderak
nafas tertahan
terjebak diam jalanan
bertahun, setiap hari
akankah usai
| hidup yang singkat, mari kita rayakan |
nyala lampu belum mati
ku bergegas
menuju tugas
menyusup
berdesak di sela ketiak
di metromini yang berderak
nafas tertahan
terjebak diam jalanan
bertahun, setiap hari
akankah usai
The URI to TrackBack this entry is: http://fanabis.blogsome.com/2006/11/22/pagi-anjing/trackback/
RSS feed for comments on this post.
Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>
puisi yang bagus. setiap pagi aku merasakan situasi absurd seperti itu dan dah lama pengen menuliskannya dalam puisi. kau sudah mendahuluinya dengan sangat baik. ayo terus berpuisi agar kita tetap bisa menjaga kepekaan kemanusiaan kita di tengah jakarta yang makin tak manusiawi ini hiks hiks hiks
seorang ibu gemuk, putih turun dari angkot. saat itu brosnya ( hiasan yang didada sebelah kiri berwujud bunga, warna kuning jatuh. aku memberitahu ke ibu yang tampak terburu-buru itu. lalu dengan berbegas ia memungut miliknya dan naik ke angkot berikutnya. tanpa menoleh semiringpun kepadaku. hmmm….
esok paginya, di tempat yang sama. kali ini aku mengira dia tukang ojek. karena dia membawa helm cadangan. karena banyaknya kerumunan dia mengendarai motornya pelan-pelan. saat tepat di depanku, bungkusan dia yang berada di plastik warna hitam jatuh. aku sengaja teriak keras, memanggilnya dan menunjukkan barangnya yang jatuh. sengaja memang, aku ingin membuktikan apakah orang kota sudah benar-benar tak manusiawi? benar…. dia berhenti, mengambil plastik lalu pergi.
Comment by mumu — November 23, 2006 @ 10:04 am
waaaaaaaa…...........sammaaa dunkkkk….
aku berpikir, apa aku beli motor dan naik motor saja seperti Kokom? (aku bakal cepet sampe kantor, tapi mesti konsentrasi, nggak bisa baca sambil duduk, dan wajah penuh debu hehehehe..)
belum lagi, pengendara motor yang super tak disiplin, zig zag dan tak sabaran. dan parahnya aku belum masuk asuransi
Comment by kucingku — November 23, 2006 @ 11:47 am
this is a very nice poem.. i like to read it
Comment by Anang — November 23, 2006 @ 5:00 pm
weeee.. bener kan, kamu emang bisa berpuisi, tinggal sedikit sentuhan saja, puisi-puisimu pasti bisa bagus, lebih dari aku.. hehehehe…
Ayo, bung! berpuisi!
Comment by adi — November 26, 2006 @ 10:14 am