phobia lovecinta itu semanis strawberi, kata lirik sebuah lagu. benarkah?

cerita tentang cinta, biasanya klise. persis seperti pada film korea yang berdurasi 160 menit ini. perkenalan ari dan jo kang bermula saat mereka berangkat sekolah sd. jo kang yang membonceng sepeda menghadap  ke belakang , melihat ari , gadis kecil berjas hujan kuning menyala berjalan digandeng seorang rahib.

benar, gampang sekali ditebak, keduanya lalu berteman dan akrab. namun penggambaran keakraban mereka tak biasa. bahkan cenderung puitis.

mereka pulang pergi dari/ke sekolah selalu bersama-sama. oh ya ari suka menyimpan cicak di sakunya. saat cicak itu lepas dari saku, jo kang memburu sampai berlumur lumpur. gagal, jo kang menggantinya dengan  cicak kayu hasil pahatannya.

jo kang mempercayai semua yang dikatakan ari. termasuk bahwa dia kena kutukan. setiap orang yang menyentuhnya akan celaka. dan memang benar, guru sekolahnya celaka sehabis melarang keduanya duduk berduaan. juga neneknya meninggal saat menyiapkan makan.

film ini tak hanya romantis abis. namun ada juga kelucuan-kelucuan yang dilakukan ari dan jo kang. setelah berpisah selama sepuluh tahun, keduanya berjanji bertemu. ari mengira tempat ketemuan di sebuah taman yang dilewati bus. jo kang menduga mereka akan bertemu di sebuah stasiun kereta api. namanya juga film, tak menyebtukan alasan jelas kenapa mereka sampai misunderstanding. untung keduanya dipertemukan di sebuah jalan di tengah sawah.

film ini sangat romantis, namun tidak vulgar. sepanjang film hanya ada satu adegan ciuman bibir. saat itu jo kang membawakan sushi ke tepi danau  dimana ari sudah menunggu. setelah "main petak umpet" layaknya film india terjadilah apa yang mereka inginkan.

cinta mereka yang mulai berkembang tentu tak seru kalau sutradara kang jie-eun tak memberikan rintangan yang harus dilalui kedua tokohnya. ari ternyata mengidaps aids karena kesalahan dokter yang mentransfusi darah ke tubuhnya. pada saat masih kecil ia dan kedua orang tuanya tabrakan. ari luka parah, kedua orang tuanya meninggal. lalu ari diasuh pamannya yang menjadi rahib.

nah makin menarik kan? cerita film ini mengharukan namun tak cengeng. kang hye-jeong  (ari) dan jo seung-woo (jo kang) bermain natural. tak ada kesan adegan yang dipaksakan.  film ini tetap layak tonton. endingnya sangat mengejutkan dan tak terduga.

akankah cinta mereka akan berbuah manis atau sebaliknya? dengan menontonya semua akan terjawab.