sejak jumat kemarin, aku mulai belajar memotret. bukan ding namun belajar menggunakan kamera. kamera digital yang mereknya tak terdengar disini
.
sebenarnya aku tak suka menyimpan kenangan. apalagi yang sedih. peristiwa yang sudah terjadi, tak akan bisa diubah lagi kan?. yang terjadi terjadilah. cukup diingat agar peristiwa yang menyebabkan kesedihan itu tak terulang.
aku lebih suka membuat "kenangan" untuk orang lain. dengan kamera baru ini, aku berharap bisa menangkap moment menarik yang bisa menerbitkan "rasa". (terserah rasa apa, tergantung persepsi orang yang melihatnya.)
kamera ini cukup menarik. bentuknya sederhana dan pas segenggaman tangan. ada webcamnya lagi. kalau pengen nyimpen mp3 juga bisa. kamera warna silver ini bisa menyimpan sampai 16 mega. kira-kira setara 250 an jepretan, tergantung setingan besaran gambarnya.
kalau ingin lebih banyak memotret, sediakan saja card memori yang banyak. jika yang terpsang sudah penuh, tinggal ganti aja. begitu sampai persediaan habis.
cara menggunakannya pun mudah. begitu dinyalain, tinggal pilih mode "foto" atau "video" sebelum memotret. lalu arahkan lensa ke objek. klik klik klik hasilnya bisa langsung dicek. kalau bagus simpan, tak sesuai perasaan tinggal delete.
hanya saja, sampai sekarang aku belum menemukan setingan untuk memotret malam hari. memang ada lampu blitznya sih, cuman objek tidak tampak, hanya warna gelap.
aku jadi bersemangat ingin melakukan "perjalanan" ke tempat-tempat aneh. mungkin di seputar jakarta dulu. dan kalau ada bajet baru ke luar kota jakarta. pengennya jadi freelencer photograper
di bandingkan kamera digital lain, tak ada istimewanya. aku menginginkan kamera yang bisa memotret benda-benda yang berada di balik baju atau kuman-kuman yang bercanda di bibir-bibir gelas tukang es cendol. kalau bisa malah yang mampu memotret jalan pikiran seseorang. sehingga kalau ada orang jahat bisa lebih cepat menghindar.
gambar bocah cowok berumur 8 bulan yang tampak disini hasil potretanku. gambar dari peristiwa lain, nanti menyusul hehehehheh



wah kudune syukuran…
aku sampai sekarang masih agak bingung mas. sebenernya bersyukur itu seperti gimana? apakah makan-makan misalnya, itu salah satu bentuk terapan dari orang yang bersyukur?
Comment by aaa — November 15, 2006 @ 8:52 am
makasih udah ngomentarin blog aku
aku add blog kamu ya…
:) sama sama. aku tautkan juga blog kamu dari sini ya. salam kenal
Comment by syah — November 15, 2006 @ 3:06 pm
whew… fotonya keren… lucu banget…
anak siapa tuh?
keknya anda memang berbakat dalam urusan potret-memotret ini mas…
itu anaknya kerabatku mas, persisnya anaknya adikku
thx eniwe
Comment by bagonk — November 16, 2006 @ 12:23 am
Tips: Untuk motret obyek2 dibalik baju, sementara belum punya kamera yang bisa nembus, cari saja obyek yang mau menyingkapnya dengan sukarela. Jangan lupa upload dan bagi linknya dengan kita-kita. serius
Lihat kameranya sepertinya mantap, mahal tidak? Dalam rupiah berapa ya? Garansinya gimana? Memakainya Lebih banyak gembira atau kecewa?
wah gak mau. gak berani tepatnya. kameranya cukup menghibur juga. harganya relatip kali ye. setelah aku gogling 179 euro mas. banyak sukanya tentu saja. wong gratis abis. tentang agransinya, entah.
Comment by wadehel — November 16, 2006 @ 5:14 am