putih memburam. serupa kuntum-kuntum brokoli langit pagi jakarta. mengingatkan bekal makan siang yang tertinggal. setup sayuran : boncis, wortel, kentang dan kembang kol. tanpa penambah rasa, vetsin dan semacamnya. hanya garam dan sediit mentega
wuekk…! tapi lama-lama terbiasa juga.
selama dua minggu penuh kemarin menu lebaran yang serba daging tentu sangat melelahkan lambung. menyebabkan kolesterol dalam darah meningkat belum lagi makan yang selalu over kuota. (hmm… mumpung ada kesempatan kali?)
konon mengurangi makan daging bisa lebih sehat. apalagi kalau bisa bisa mengikuti jejak kaum vegan yang tak mau memakan makhluk hidup: daging, unggas, ikan, ataupun produk sampingannya. menurutnya banyak alasan kenapa mereka menolak memakan makhluk hidup.
salah satunya alasan etika. bukankah bintang juga makhluk Tuhan yang berhak hidup yang sama seperti kita. binatang bukanlah property, atau barang kegunaan, atau sumber daya, atau komoditi yang diperuntukkan manusia. (Pdt. Andrew Linzey). mereka mempunyai kebebasaanya masing-masing. memiliki rasa sedih berpisah dengan kerabat dan seterusnya.
lainnnya mengurani bencana kelaparan. karena sebagian tanaman/ biji-bijian yang diproduksi dipakai untuk keperluan peternakan. andai tak ada peternakan, tentu ada banyak makanan berlipat-lipat yang bisa mengenyangkan lebih banyak orang.
dan seabrek alasan lain yang berkaitan dengan penyiksaan bintang di peternakan untuk keperluan fashion. menjadi vegan, berarti menyelamatkan kehidupan.
sampai sekarang ini aku tak sampai sejauh itu. hanya ingin mengurangi saja. namun apabial kelak menjadi vegetarian, siapa tahu?
tak ada ruginya. kesulitannya, masih belum ada warung makan khusus untuk kaum vegetarian. masih sebatas restoran mahal. namun andai bisa masak sendiri, banyak tumbuhan yang bisa dibeli di pasar. bisa lebih hemat dan hiegenis.
untuk orang seumuran aku yang sudah aki-aki
, tentu selain daging juga karbohidrat. dulu ketika menjadi anak kost, biasanya kalau makan, nasinya banyak, lauknya sedikit. saat awal-awal kerja dan mendapatkan gaji, kebiasaan makan lebih banyak, baik nasi dan lauknya. nah sekarang saat yang tepat untuk mengurangi keduanya.
dan itu sudah aku mulai seminggu yang lalu. dan sejak itu, perut terasa lebih ringan dan nyaman, tidak sakit. soalnya aku kalau makan kadang ukuranya hanya capek, sampai kekenyangan. andai aku jadi vegan beneran, aku berharap seperti para spiritualis krisnamurti dan anand krishna. atau para penulis top: V.S Naipaul, Tolstoy atau Plato
makan siang ini aku hanya menghabiskan roti dan rujak. aku tak ingin kecanduan nasi lagi.



aku males makan sayur. aku nggak suka hidup sehat. capek ah mau makan aja musti mikir ini-itu. aku mau yg asik-asik aja. makan snack yg penuh micin sambil minum vodka murahan hehehe
boleh-boleh aja. kunyah semua makanan ayng telah disediakan Tuhan. kalau sakit dirasain sendiri ini. sop otak munyuk, sate kobra, atau menelan chindil ( anak tikus yang masih merah belum berbulu) atau daging babi yang yummi dengan arak putih juga kombinasi yang “menggugah” kok. kekekekekkek
Comment by mumu — November 13, 2006 @ 9:28 am
lho, nasi dan vegetarian nyambungnya dimana yak?
aku emang suka bikin judul yang tak ada hubungannya dengan isi kok kekekkek
Comment by bangsari — November 13, 2006 @ 12:19 pm
nah… silakan dicoba menu saya (postingan hari ini)
aku sudah sering mas makan tempe penyet. dimakan panas2 plus lalap yang komplit memang “menggairahkan”.
Comment by rambo perantauan — November 14, 2006 @ 9:59 am
bagi kita umay Islam isi alam semesta ini diciptakan Allah untuk kesejahteraan kita.
tapi janganlah bermegah2 dan berlebihan…
Sesungguhnya segala sesuatu yg berllebihan adalah pekerjaan setan.
So nasi dikit…sayur dikit…daging dikit ok2 aja…
iya mbak. saya lagi mencoba mengurangi. namun susahnya minta ampun. sebenarnya saya suka puasa kaerna perut menjadi tidak terasa “penuh”. kalau gak puasa bawaannya makan ters sampai kekenyangan kekekekkek
Comment by elly.s — November 14, 2006 @ 10:32 am
setudjuuu… masak sendiri… murah, sehat dan (moga-moga lezat)...
Comment by bagonk — November 16, 2006 @ 12:26 am