apa sih sebenarnya definisi wayang? dan apa bedanya dengan boneka? kenapa kartun tak bisa disebut wayang?
pertanyaan itulah yang mengemuka pada pertunjukan wayang kampung sebelah dari solo pada pembukaan festival wayang internasional.
sampai pertunjukan yang terdiri dari tiga babak selesai, dalang jlitheng suparno lewat tokoh "pak sidik" tak memberikan penjelasan.
mirip dengan wayang kulit kebanyakan, hanya saja okoh-tokoh wayangnya tidak sebanyak wayang konvensional, hanya 14 an. ceritanya tak mengambil dari mahabarata atau ramayana sehingga tokoh-tokohnya pun orang biasa yang bernama mbah sidik, silvi, dan karyo.
bertempat di depan museum jakarta, pembukaan festival wayang internasional pada jumat 10 nop 2006 berlangsung meriah. hadir ratusan orang yang 60 persennya bule. di depan hadirin goenawan muhamad selaku direktur festival mengatakan, "meskipun jakarta bukan tempat paling indah di dunia, jakarta adalah kota yang layak di kunjungi. tak ada teror dan festival wayang ini adalah bukti kegiatan intelektual di sini masih berkembang.
beruntung sekali saya menyempatkan datang malam itu. sebelum acara di mulai panitia membagikan buku "living together" kepada setiap undangan. sebuah penghargaan yang mewah. buku itu berisi tulisan satrawan baik dari indonesia dan negara lain.
dibawah langit jakarta yang cerah, pembukaan itu diawali dengan pertunjukan wayang air oleh dalang slamet gundono. seperti wayang suket yang pernah ditampilkan beberapa tahun lalu, wayang air tak kalah uniknya.
di atas panggung melintang sebuah pralon yang telah dilubangi di sepanjang pipa itu. air mengalir seperti hujan. di sebelah kiri panggung, truk tangki dari dinas pertamanan dki siap mensuplai air untuk keperluan pertunjukan. tampak bath up berisi penuh air, closet, ember-ember yang di tumpuk dan gayung.
seorang gadis cantik berambut lurus sepinggang menari perlahan dengan membawa gong menuju kebawah "pancuran".
aku tidak tahu, adegan apa yang dimaksudkan sang penari. slamet gundono lalu mendalang. laki-laki tambun bersuara indah ini menuju ke tengah panggung sambil menari. ia menceritakan terjadinya huru-hara di sebuah negeri karena seorang dewi melakukan peribadatan dengan telanjang bulat.
dewa-dewa kalang kabut, karena terpesona kecantikan dewi dan melalaikan tugasnya. dicarilah sebab kenapa dewi yang cantiknya tak kalah dengan nadine ( slamet mendalang dengan humor dan canda) itu melakukan peribadatan dengan telanjang?
slamet gundono menggunakan daun jati, gayung, pemukul gong dan telunjuknya sendiri sebagai wayangnya ketika tak ada benda lain disekitarnya.
hmm wayang air, baru tahu seperti itu. wayang-wayang lain bisa dinikmati di geothe dan tim sampai tanggal aduh kok lupa ya
kuakui, dua minggu ini, berita-berita yang lalu lalang di tv, koran, website "resmi" terasa membosankan. beritanya selalu mengobarkan isu negatif. ( bad news is good news bukan?). dan telah dua minggu pula aku tak pernah mengakses situs media online yang konon paling keren, tempat dimana aku bekerja 

