waitingcinta tak sesederhana mengucapkannya. dan perkawinan meruapakan awal padamnya bara cinta, karena telah terungkap semua rahasia. apakah kau meyakinnya?

novel yang memenangi tiga penghargaan ini menceritakan kerumitan cinta yang dialami lin kong dengan isteri pilihan ibunya. lin kong yang seorang dokter perwira militer harus menikahi shuyu liu, perempuan kampung yang seumuran bibinya.

alasanya shuyu rajin dan mau merawat kedua orang tua link kong yang tinggal di kampung. tak ingin mengecewakan orang tuanya, lin yang bertugas di rumah sakit kota menerima permintaan ibunya.

sejak kelahiran puteri pertamanya, hua, lin kong menolak tidur dengan isterinya. dan isterinya tidak pernah menuntut. shuyu orang yang sabar dan setuju apa pun yang dikehendaki lin kong. termasuk ketika lin akan menceraikannya.

sejak menikah, lin tak pernah membawa isterinya ke kota. ia merasa malu karena kaki isterinya yang "diikat" sehingga jalannya terpincang-pincang.  waktu lahir, wajah shuyu dianggap tak rupawan. ia harus mengalami kaki diikat, sebagai kesempatan kedua agar mendapatkan suami yang baik.

memang lin tak pernah mengucap katak kasar padanya. dan selalu mencukupi kebutuhan rumah tangga dan hidupnya. selain itu lin orang yang sabar juga.

diam-diam lin merajut cinta dengan manna wu, kepala perawat di rumah sakit tempat kerjanya. selama bertahun-tahun mereka berpacaran hanya disebatas dalam kompleks.  sesuai peraturan,  laki-laki dan perempuan dilarang pergi berduaan. apalagi berhubungan seks. andai ketahuan mereka akan diberi sanksi. dipindahkan ke luar kota atau di pecat.

lin hanya pulang setiap musin panas untuk menceraikan shuyu. namun keinginan itu selalu gagal karena ben sheng, adik iparnya yang serakah selalu membelanya di pengadilan. kejadian itu berlangsung selama 18 tahun, sesuai lama masa dinasnya di kemiliteran.

peraturan kemileteran menyebutkan, setelah 18 tahun masa tugas, seorang perwira dibolehkan menceraikan isterinya dengan alasan apa pun. kali ini lin berhasil. lalu menikahlah ia dengan manna wu. pada perkawinan keduanya ini, lin ternyata tak mendapatkan kebahagiaan seperti yang diangankannya.

manna wu yang masih muda terllau menuntut untuk selalu ml tiap malam. selain itu lin kong tak menginginkan anak lagi.  konflik lebih rumit menimpa saat manna wu hamil. ia semakin galak dan selalu curiga, benarkah lin masih mencintainya?

ha jin, menulis landskap pedesaan china pada awal abad 20 dengan detail, termasuk budayanya. utamanya makanan yang nyaris semua menunya berasal dari daging babi. bisa jadi sebagian pembaca akan merasa tak nyaman, eneg bahkan muntah.

hanya saja penerjemahannya kok saya merasa aneh.  ada beberapa kata yang aku susah menangkapnya : luka baring ( hal 18), giginya terasa kebas (hal 78), birai jendela (79), tongkat baja pengupak api (283) diantaranya.

selain itu nama-nama desa diterjemahkan (desa angsa misalnya) juga nama-nama orang ( "keledai kedua", "danau" dan "sungai"). hmm… namaku kalau di terjemahkan ke bahasa cina apa ya?.

Judul      :Waiting (Sebuah Penantian)
Pengarang     :     Ha Jin
Penerbit     :     Q Press
Cover image sengaja diambil dari amazon.com. edisi indonesianya desainnya lebih buruk hehehheh