"bulan puasa, bulan penuh rahmat". ini jumat terakhir kami masuk kerja sebelum lebaran. semua karyawan telah mendapatkan thr. besarnya sesuai peraturan pemerintah minimal sebulan gaji.
dan perusahaan kebanyakan hanya memenuhi ketentuan minimal itu, meskipun mampu membayar sepuluh kali lipatnya. bisa dimaklumi, dengan membayar minimal pun, perusahaan tersebut telah mentaati undang-undang.
pernah sekali, saya mendapatkan thr yang besarnya empat kali gaji bulanan. sayang kejadian itu tak pernah berulang sampai sekarang. dan saya memang tak pernah berharap lagi.
untuk opisboi, sopir, kurir dan cleaning service yang merayakan lebaran di kampung, uang tunjangan itu masih kurang. beruntung ada seseorang yang melihat situasi tak nyaman itu. namanya xx, seorang desainer profesional yang punya banyak klien.
sejak kemarin, dia sudah mewartakan lewat email yang subjeknya "berbagi rezeki". ia merasakan opisboi, sopir, kurir dan cleaning service, langsung atau tidak telah membantu kelancaran aktifitas kerjanya. dan ia berterimakasih untuk itu.
lalu ia menyediakan tiga amplop coklat besar yang ditaruh di tempat-tempat "strategis". pertama di mejanya sendiri, lalu di meja kasir keuangan. (oh ya setiap hari jumat kami, semua karyawan antri untuk ambil uang makan dan transport.)
inginnya, setelah tanda tangan dan mengambil uang, teman-teman bisa dengan mudah melihat amplop besar bertuliskan spidol warna hitam. amplop ketiga di taruh di meja sekretaris di ruang yang berbeda, khusus untuk divisi yang berada di ruangan tersebut.
dan andai teman-teman belum sempat atau kelupaan memasukkan uang ke amplop, tak enggan ia akan menghampiri ke masing-masing meja. bahkan kalau tak punya uang kes, bisa mentransfer lewat rekening ke bca nya
sampai waktu yang sesore ini, pengumpulan uang itu belum selesai. semoga saja hasilnya banyak. meskipun nantinya tak seberapa, patut disyukuri.
andai banyak xx yang lain di banyak tempat. andai tak hanya di bulan puasa. andai jumlah yang diberikan lebih besar. andai lebih terorganisir. yakin deh kita akan merasakan kehidupan yang hampir sama.
berbahagialah orang yang bisa berbagi, namun celakalah orang yang selalu mengharap bantuan orang lain.
:)



entah kenapa, aku kok begitu gembira mendengar bahwa tradisi itu masih ada di sana. mas, salam ya buat orang2 yg selalu bisa memberi arti lain bagi hidup ini.
alhamdulilah, mungkin karena ada satu orang desainer itu yang masih disini. kalau dia pergi, semoga ada yang mau meneruskan tradisi yang semoga tak berubah itu
Comment by mumu — October 13, 2006 @ 8:58 am
THR = 4x gaji bulanan?
Asyik tuh. Bisa berlebaran selama empat bulan.
surprise… dapat komen dari paman, salah satu orang hebat yang aku kenal via blog. terimakasih sudah mampir. sekalian minta ijin ngelink blognya paman
Comment by paman tyo — October 13, 2006 @ 12:05 pm
saya baru aja dapat himbauan beramal dari temen malaysia yg isinya..Ada seorang mahasiswa malaysia di Yaman terancam DO karena tak ada lagi biaya unutk melanjutkan kuliah….
Sang temen tahu kaliaku banyak temen yang…yah boleh lah dikatakan lumayan…
maka..dibawalah amplop sumbangan tsb
Temen2ku yg sangat2 murah hati waktui tsunami n gempa jogja n banjir lumpur lapindo kemaren…Tiba2 jadi peliiitt n no komen semua..
Katanya…masih banyak org Indonesia yg bs kita bantu n masih banyak juga mahasiswa kita yg punya nasib serupa..kenapa mereka harus minta bantuan ke kita?
Lho…aku bengong…kenapa dermawan2 itu tiba2 menjadi racial?
Ah..amplop ku tak laku…
tak kenal maka tak sayang, pepatah ini terbukti juga rupanya
jangan kapok ya mbak
Comment by elly.s — October 14, 2006 @ 1:50 am
selamat ya mas udah terima THR..saya belum neh..kayak nya seh gak ada, lha wong cuma tukang bersih2 warnet.
terimakasih ya. pasti adalah bukankah semua pegawai berhak mendapatkan? bersabarlah kawan!
Comment by black_hack — October 14, 2006 @ 5:33 am
whew… cemerlang juga idenya… akhirnya terkumpul brapa mas?
Comment by bagonk — October 24, 2006 @ 5:08 am