puasa menapak sepuluh hari kedua. sudahkah menyiapkan baju baru? (memang harus gitu?) namun andai tak membeli rasanya kurang "lebaran" banget.
membeli baju sendiri baru kulakukan setelah memperoleh pendapatan sendiri. sebelumnya selalu kakak yang kusadarai ternyata sangat baik itu yang melakukan. sampai sekarang aku belum bisa menyamai kebaikannya. dia secara berkala membelikan tak hanya baju, celana, sepatu, kaos dalam bahkan celana dalam yang mereknya hings.
memang sudah sepantasnya merayakan hari kemenangan dengan suka cita. setelah sebulan berhasil mengalahkan iblis-iblis yang membisikkan rayuan jahat dari segala penjuru arah mata angin.
beruntung di tempat kerja aku mendapat thr ( tunjangan hari raya). sehingga anggaran lebaran lebih bertambah. untuk merayakan kemenangan seberapapun bajet akan selalu kurang. hi hi hi tentu saja ini berlawanan dengan "anjuran" ahli perencena keuangan yang kesohor itu.
selain untuk transport pulang kampuang, bukan saja di negerinya sam kok tradisi angpao berlaku. karena aku keluarga besar, tentu banyak juga keponakan dan keponakin yang "minta jatah".
memang membahagiakan bisa memberi, meskipun hanya sebatas kemampuan. begitu yang aku dengar pada "great lecture" di metroteve tempo hari.
andai bisa memberi lebih rutin kepada orang-orang yang lebih membutuhkan. anak-anak yang belum membayar uang sekolah, janda-janda tua yang terlunta-lunta atau memberikan kegiatan para pengangguran agar bisa berpendapatan. tentu kebahagiaan besar akan selalu melingkupi.
namun kok berat melakukannya? katanya, bukankah harta sesungguhnya yang kita miliki adalah harta yang dihamburkan ke orang-orang yang memerlukan?
bicara memang mudah, melaksanakan paling susah. seperti itu mungkin kondisi sebagian besar orang-orang, saya utamanya. karena saya belum menganggapnya sebuah kebutuhan. apalagi aktivitas yang menyenangkan.
beda banget dengan pengeluaran untuk keperluan lainnya, makan dan baju misalnya. bulan puasa, lalu menjadi bulan peningkatan keserakahan diri.
saya yakin pengeluaran harian selama bulan puasa lebih boros dibanding hari biasa. tunjangan hari raya berubah menjadi tunjangan habis sehari. waks



saya berusaha keras agar tak terpancing boros ramadhan ini. dari puasa pertama saya masak n belanja biasa aja…tapi memang agak nelongso…anak2 juga kayak nuntut sesuatu yang beda dan istimewa setiap berbuka puasa…
Saya lalu meyerah kepada tradisi “agak boros” selama ramdhan…entah lah baju baru belum terfikir lagi…
hi hi hi pasti mbak, apalagi anak-anak. aku aja yang sudah sadar keborosan aja tetap melanggar
Comment by elly.s — October 4, 2006 @ 3:31 pm
keponakin ituh keponakan perempuan ya mas???
hhehehehe…
perasaan saya,makin tahun makin bertambah aja tuh yang namanya keponakan..makanya penghasilan kita juga musti ditingkatkan..biar bisa tetep stabil angpaunya! hehehehe
mestinya begitu. dan kalau bisa penghasilan naik, angpaunya juga disesuaikan dong!
Comment by black_hack — October 4, 2006 @ 8:26 pm
boros tak berarti boros..
thr tak berarti thr..
kusyuknya ramadan tak berarti kusyuk..
tenangkan hati
tarik napas dalam dalam..
berolah ragalah setiap pagi niscaya sehat menyertai..
Comment by rambo perantauan — October 6, 2006 @ 6:48 am
gapapa mas… namanya juga setahun sekali…
btw… mudik yuks…
Comment by bagonk — October 8, 2006 @ 1:17 pm
hahaha rambo ngeblog maneh horeeee sing saru tambah siji..
Comment by de — October 4, 2007 @ 7:32 pm
Rediang this makes my decisions easier than taking candy from a baby.
Comment by Chiana — November 14, 2011 @ 8:37 pm
npls2b xewrujozzqxd
Comment by duktkxmhnvd — November 14, 2011 @ 11:10 pm
8npfBe dkftvbehfcqi
Comment by ykidmqgx — November 16, 2011 @ 11:34 pm
avDIPh , [url=http://vbfrkhjbrtwa.com/]vbfrkhjbrtwa[/url], [link=http://tqesjmietkgd.com/]tqesjmietkgd[/link], http://hzruklbsejmr.com/
Comment by inquxpaeqvm — November 17, 2011 @ 10:18 pm